Kisah Perempuan

Rahasia Rahasia Rahasia !!!

Senin, Juni 28, 2010

Kata orang Rambut adalah mahkota. Apalagi bagi perempuan. Maka sejak zaman beheula, di setiap suku-suku bangsa "nilai" sebuah rambut begitu tinggi. Ada masyarakat yang percaya kalau semakin panjang rambut seorang perempuan, maka semakin cantik dirinya. Di sisi lain, ada juga suku bangsa yang menganggap kalau perempuan yang berambut pendek atau malah botak yang cantik. Itu tergantung lagi dengan kebudayaan masing-masing daerah. Hingga kemudian ditarik kesimpulan bahwa rambut pun dinilai sebagai lambang seksualitas. Dalam masyarakat Yahudi, perempuan yang sudah menikah tidak boleh memperlihatkan rambutnya kecuali pada suaminya. Oleh sebab itu, mereka harus menutup kepala mereka dengan wig atau kerudung (sebelum ada wig). Perempuan-perempuan muslim juga menutup rambutnya dengan jilbab sebagai tanda iman mereka. Para biarawati Khatolik juga melakukan hal yang sama. Rambut mungkin merupakan simbol seks paling tua karena Hawa pun menutupi payudaranya dengan rambut. Rambut berfungsi sebagai penutup dan pembuka bagi seksualitas itu.


Hubungannya rambut dengan saya?
Rambut saya baik-baik saja. Hitam dan ikal bergelombang khas keturunan campuran (ehem...) Mengapa saya berkata demikian? Karena rambut orang Ambon asli maupun Timor asli tidak begini. Kalau kata Mami "lebih jahat" lagi. Maka beruntung-lah saya memiliki rambut seperti ini. Hal istimewa antara rambut saya dengan diri saya adalah Sang Rambut merupakan "Ujian Seleksi Calon Kekasih" saya.
Rambut ikal seksi yang biasanya tertata rapi dan gampang diatur ini kadang "bertingkah" di luar kendali. Ia akan megar, susah diatur, dan lepek. Anehnya, hal ini akan terjadi ketika saya berhadapan dengan laki-laki yang saya sukai ataupun bertemu dengan lelaki tampan. Sang Rambut berubah dari "alim" menjadi "liar".


Otomatis, para lelaki yang sebenarnya ingin mendekati saya jadi ilfeel dan akhirnya tidak jadi naksir. Mungkin mereka berpikir "Jangan-jangan rambut pacarku kayak Chaka Khan...ihhh..."
So, mereka akhirnya tidak lulus untuk menjadi kekasih saya. Keburu menyerah duluan. Saya pun menyadari kalau ternyata Sang Rambut memang menjadi penentu laki-laki yang benar-benar mencintai saya bukan hanya dari fisik saja, melainkan terpenting lagi dari INNER BEAUTY.


Kejadian ini ternyata bukan hanya terjadi pada saya. Salah seorang sahabat saya pun mengalami hal yang sama. Perbedaannya kalau "Ujian Seleksi" saya terletak pada rambut, maka sahabat saya ini pada jerawatnya. Saat sahabat saya jatuh cinta atau sedang bertemu gebetannya, Sang Jerawat akan keluar. Jumlahnya pun bukan satu atau dua biji. Langsung keroyokan. Membuat wajah sahabat saya ini seperti tanah yang penuh batu kerikil. Hal yang sama pun berlaku jika ia tidak sedang jatuh cinta atau sang gebetan tidak ada, Sang Jerawat tidak akan muncul dan wajah sahabat saya ini akan mulus seperti sebelumnya.

So, para lelaki yang ingin mendekati saya harus siap menjalani "Ujian Seleksi" ini. Jika setelah melihat rambut saya yang "liar" ini kalian sudah ilfeel maka lebih baik kita berteman saja. Percaya saja, kalian belum melihat saya dengan kecantikan yang sesungguhnya.


Untuk sementara ini saya seperti Penelope si hidung Babi yang masih menunggu Max mencarinya.



" Sometimes true love is right under your hair
What makes us different makes us beautiful..."

Cerita Lagu

Untuk Meike

Senin, Juni 28, 2010

Ada sebuah lagu yang ketika saya dengarkan sepertinya bercerita tentang diri saya. Memang 100 % liriknya tentu bukan mengenai saya, tapi saya merasa seperti itu. Jadi, bagi yang belum tahu lagunya saat membaca liriknya sebaiknya download dulu ya lagunya biar lebih afdol....hehehe..

She - Groove Coverage

She hangs out every day near by the beach
Havin’ a Heineken fallin’ asleep
She looks so sexy when she’s walking the sand
Nobody ever put a ring on her hand


Swim to the oceanshore fish in the sea
She is the story the story is she
She sings to the moon and the stars in the sky
Shining from high above you shouldn’t ask why


[Chorus]
She is the one that you never forget
She is the heaven-sent angel you met
Oh, she must be the reason why God made a girl
She is so pretty all over the world


She puts the rhythm, the beat in the drum
She comes in the morning, in the evening she’s gone
Every little hour every second you live
Trust in eternity that’s what she gives

She looks like Marilyn, walks like Suzanne
She talks like Monica and Marianne
She wins in everything that she might do
And she will respect you forever just you


She is so pretty all over the world
She is so pretty
She is like you and me
Like them like we
She is in you and me


Na na na na na …


NB : yang di-bold Meike banget...huahahaha...(^.^)

Life Story

Mimpi yang Sama

Sabtu, Juni 26, 2010


" When I feel blue in the night

And I need you to hold me tight
Whenever I want you, all I have to do is dream..." 

(All I Have To Do Is Dream - The Everly Brothers )



Untuk bisa menulis postingan ini saya harus men-search dulu di google tentang defenisi Mimpi.
" Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep). Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan terkadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut. Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. " (google.com)

Mungkin inilah yang dialami semua orang di dalam hidupnya. Ada mimpi yang indah dan ada juga yang mengerikan. Kadang menyedihkan, disisi lain menjengkelkan. Kesemua perasaan itu menyatu di dalam mimpi saya beberapa hari terkahir ini. Saya memimpikan objek dan kejadian yang hampir sama, hanya ceritanya berbeda tiap hari. Bukannya sengaja tapi ini terjadi di luar kuasa saya sebagai manusia. Di dalam mimpi, saya kembali ke masa SMA saya lengkap dengan problema yang sebenarnya sudah terjadi. Tentunya sang Objek juga ada disitu dengan sikap yang sama. Ya Tuhan, bahkan dalam mimpi pun dia mnghindar.

Gara-gara mimpi itu, saya jadi takut untuk tidur. Saya tidak mau menangis dalam mimpi. Masa di dunia nyata menangis di mimpi juga nangis? Wadoh...kejam amat nekk..
Alhasil, saya pun baru terlelap ketika ayam jantan sudah lelah berkokok. Beruntung juga tadi malam pertandingan piala dunia antara Portugal dan Chile membantu untuk menahan kantuk. Walaupun diantara dilema ingin tidur dan begadang itu soundtrack alarm kelaparan terus bernyanyi.

Saat matahari sudah mulai digantikan mendung, saya baru terbangun. Masih terpikirkan mimpi saya yang belakangan ini ber-genre sama. Dalam mimpi itu perasaan saya seolah-seolah masih di SMA. Meike, sadar kamu sekarang mahasiswi yang baru naik ke semester tiga. Namun, mimpi yang berulang-ulang itu membuat saya takut. Takut disini bukan karena mimpi ini mengerikan. Saya ketakukan menghadapi perasaan yang sama yang sebenarnya pernah terjadi beberapa tahun lalu. Ketakukan karena rasa rindu. Kerinduan yang disertai keinginan untuk memperbaiki beberapa adegan dalam hidup saya ketika masih SMA. Seandainya syuting film kehidupan saya ini boleh diulang, saya akan berterima kasih kepada sang Sutradara. Sayangnya, film kehidupan ini tidak bisa diulang apalagi diperbaiki. Sang Sutradara Agung tidak mengizinkannya. Sang Sutradara sekaligus Penulis Skenario ini hanya memperbolehkan menambah cerita di episode berikutnya. Bukan mengulang adegan di scene-scene yang sudah take gambar.

Semoga malam ini tidur saya kembali normal dengan hiburan mimpi yang lebih baik dibanding yang kemarin. Semoga mimpi berikutnya lebih indah. Lebih masuk akal dan berakhir bahagia. Semoga...





" Untuk sebuah nama
Rindu tak pernah pudar
Oh mimpi, dimana dia dambaan hati
Biarlah hanya di alam mimpi kucumbui bayangan dirimu
Biarlah hanya di alam mimpi kita saling melepaskan rindu..."

( Meriam Bellina - Untuk Sebuah Nama )

Special Moment

Rambo, boneka yang bisa menggonggong

Jumat, Juni 25, 2010


Suatu sore di bulan Juni tahun 2008...

Namanya Rambo. Seekor anjing jantan. Mengapa bernama Rambo? Karena adik sepupuku sudah menamainya begitu. Ingin kuganti. Kuberi nama Bobby. Tapi kalau dipanggil Bobby dia tidak mau patuh. Sebaliknya, kalau dipanggil Rambo dia menyahut. Ya sudah, Rambo saja. Rambo juga lebih keren. Usianya? kurang tahu juga. Kutaksir dia baru berusia 6-9 bulan waktu dibawa Om-ku ke rumah. Tubuhnya waktu itu cukup kurus dan tidak terawat. Saya pun agak kecewa karena Om-ku mengatakan Rambo adalah anjing yang cantik. Tapi nyatanya kondisi tubuhnya menggenaskan. Kurus, bulu-bulunya gimbal tak terawat. Serta banyak bekas luka di beberapa bagian tubuhnya.





Rambo. Aku tidak tahu dia anjing jenis apa. Mungkin peranakan, mungkin juga keturunan murni. Tapi setelah ditanyakan ke Petshop katanya berjenis Turtle. Kedatangan Rambo sejak awal kurang direstui oleh orang-tuaku. Mereka kurang begitu suka dengan binatang. Aku pun berusaha memaksa mereka menerima Rambo, karena memiliki anjing adalah cita-citaku sejak kecil. Dulu, waktu SD aku sering latihan dancing di rumah salah seorang temanku untuk persiapan perpisahan anak kelas 6. Jean, nama temanku itu memiliki seekor anjing berjenis pong yang bernama Yesica. Anjing cantik berbulu putih, bersih, dan terawat. Aku ingin punya anjing seperti itu. Aku pun merengek minta dibelikan anjing. Aku tahu harga anak anjing yang bermerk memang mahal, tapi aku memaksa. Hasilnya, seperti kubilang, orang-tuaku yang tidak suka memelihara binatang tidak mengabulkan. Aku marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Impian memiliki anjing terkubur cukup lama dan akhirnya terwujud ketika aku duduk di bangku SMA.

Kedatangan Rambo memang mendapat antusias dari orang-orang rumahku : kedua orang-tuaku, Oma, dan Gerry adik sepupuku. Oma dan Gerry yang paling sibuk mempersiapkan Rambo sebagai anjing penjaga rumah. Oma membelikan tempat makan khusus anjing, shampoo anjing (yang ternyata harganya mahal ), dan perlengkapannya. Gerry yang bertugas mengajak jalan Rambo setiap pagi dan sore bergantian denganku kalau aku sedang tidak malas. Rambo kan belum mengenal lingkungan barunya jadi harus dibiasakan dulu. Mami yang tadinya biasa-biasa saja kemudian ikutan sibuk bertanya ke Tanteku makanan apa yang bagus untuk anjing. Karena walaupun berantakan, Rambo bukanlah anjing kampung. Dari Tanteku yang punya banyak anjing, direkomendasikanlah kepala dan ceker ayam sebagai makanan Rambo sampai saat ini. Asal tahu saja, anjing yang memakan kepala dan ceker ayam itu sehat, kekar, dan kuat. Dan Daddy-ku yang selalu sibuk menanyakan "Rambo sudah makan...? " setiap habis bepergian.

Lambat-laun dengan perawatan yang intensif, Rambo menjelma menjadi anjing intelek, tampan, dan gemuk. Bukan lagi anjing berantakan dengan bulu-bulu yang tipis, kurus, dan tak terurus. Sekarang memang agak kurang terurus, itu sepenuhnya kesalahanku yang jarang memandikannya. Gerry yang kembali pulang ke orang-tuanya, meninggalkan warisan mengurus Rambo padaku. Untung saja (yang paling kusyukuri dari Rambo ) anjing ini tidak buang air di dalam rumah. Ia bisa pergi sendiri ke luar rumah dan pulang sendiri setelah buang hajat. Intinya ia anjing yang mandiri. Ia bisa mengenali rumah ini walaupun berkelana kemana-mana. Rambo anjing yang pintar. Urusan memberi makan Rambo merupakan tanggung jawab kami sekeluarga. Tapi karena (lagi-lagi) kemalasanku, Mami, Daddy, dan sekarang Oma-lah yang memberi makan Rambo.






Rambo yang famous...
Karena dulu sering diajak jalan-jalan pagi dan sore, orang-orang sekompleks pun mengenal Rambo. Mulai dari tukang becak, bentor, para tetangga, dan anak-anak kecil adalah fans setianya. Kalau anak-anak itu pulang sekolah, pasti akan mampir ke depan rumah dan berteriak-teriak memanggil Rambo. Rambo malah lebih terkenal daripada aku, tuannya. Karena bahkan orang yang tak kukenal pun mengenal Rambo.

Rambo yang tukang tidur...
Kata orang, sifat anjing biasanya mengikuti sifat tuannya. Tidak heran kalau Rambo juga menjadi tukang tidur seperti aku.

Rambo sang Cassanova...
Sebagai anjing tertampan se-kompleks Puri Taman Sari, Rambo memiliki banyak penggemar. Banyak sekali anjing-anjing yang berdatangan ke rumah untuk ngapelin Rambo. Entah itu jantan atau betina. Saya juga agak khawatir dengan orientasi seksual Rambo. Kadang ia ber-doggy style dengan betina kadang pula dengan jantan. Atau saya yang tidak bisa membedakan ?!. Rata-rata juga, pacar-pacar Rambo ini bertubuh lebih besar darinya. Jangan harap melihat hidup Rambo sang Cassanova tentram-tentram saja. Ada juga sekelompok anjing yang tidak suka pada Rambo. Anjing-anjing itu sering terlibat perkelahian dengan Rambo. Menyebabkan beberapa kali Rambo pulang dengan kaki pincang. Mami langsung menggosok kaki Rambo dengan minyak gosok dan keesokan harinya langsung sembuh. Rambo seperti jantan-jantan lainnya, sering melakukan "itu". Aku pernah mendapati Rambo yang "gopas" pada tanaman milik Oma. Tanaman itu rusak semua satu pot. Apalagi kalau musim kawin, jangan harap anjing jantan anda berdiam diri di rumah.

Rambo, boneka yang bisa menggonggong...
Rambo memang seorang buddy yang selalu menghiburku. Sering kupanggil dia "boneka-ku". Menandakan aku gemas sekali padanya. Kalau kubiarkan ia masuk ke rumah, ia akan di sisiku terus dan begitu bahagia kalau kuelus-elus bulunya. Kadang-kadang kalau aku mau pergi, kutepuk-tepuk kepalanya begitu juga kalau aku pulang. Ketika Mami tabrakan dan kakinya sakit, Rambo menatapnya dengan tatapan sedih dan selalu duduk di samping kakinya. Rambo, kalau hujan keras turun akan masuk ke rumah dan tidak akan keluar sebelum hujan reda. Rambo juga sangan takut dengan bunyi petasan. Ia akan menggonggog minta dibukakan pintu atau mengetuk-ngetuk jendela kamarku dengan hidungnya sambil mendengking. Rambo selalu menunggu-ku di depan pintu ketika aku pulang kuliah dan menghampiri sambil mengibaskan ekornya. Siapa bilang aku tak punya Hachiko sendiri ? hehehe...

Terima kasih Tuhan karena sudah memberikan Rambo padaku.

Life Story

Khayalan Kenyataan

Jumat, Juni 25, 2010

" Karena kenyataan tak seindah khayalan..." ( Meluska a.k.a Meike Lusye Karolus )


Kalimat itu tiba-tiba saya ucapkan ketika duduk di kelas 6 SD, tepat saat senam SKJ 98 akan segera dimulai setiap paginya. Saya lupa persisnya mengapa saya tiba-tiba berkata demikian, tapi yang pasti kalimat itu membekas di memori saya.
Mengapa hal-hal yang bersifat utopis selalu sangat indah ya? Kita bahkan hanyut, terlena, dan tereuforia dengan segala keindahannya. Hingga kita pun tersadar bahwa semua itu cuma khayalan. Kita berusaha menafikannya. Tidak ingin lari dari zona aman khayalan itu. Tapi mau diapa, kenyataan lebih berkuasa.


Mengapa khayalan selalu lebih indah dari kenyataan? Jelaslah, karena dalam khayalan-lah semua hal yang kita inginkan dapat terwujud. Sedangkan kenyataan? ada kuasa Mahadahsyat yang mengaturnya. Kita tidak berhak mengaturnya. Kita hanya bisa mengemis kepada Sang Pencipta agar memberikan seperti yang kita inginkan dan Dia yang akan mengabulkannya. Tapi percaya saja, Sang Pengatur sudah tahu apa yang akan terjadi ke depannya dengan keinginan kita dan Dia sudah memilihkan yang terbaik. Dia sudah memiliki pertimbangan sendiri. Dia melihat segalanya dan Dia akan bertindak.
Manusia akan menjalaninya. Yang manusia bisa lakukan adalah bersyukur, bersabar, dan berusaha. Kelihatan gampang tapi susah setengah mati.

Dulu saya berkhayal untuk kuliah di Universitas Indonesia. Tapi pada kenyataannya yang terjadi saya kuliah di Universitas Hasanuddin. Saya mengkhayalkan jaket kuning tapi ternyata jaket merah yang saya kenakan. Yang bisa saya lakukan adalah bersyukur. Suatu anugerah juga saya bisa lulus di Unhas, padahal banyak orang lain yang menangis kecewa karena tidak lulus disana. Saya bisa melihat wajah orang tua saya yang penuh dengan rona kebanggaan ketika ditanya "Anaknya kuliah di mana?" dan Mami atau Daddy saya akan menjawab " di Unhas..."




Dulu juga saya berandai-andai pacaran sama si Anu. Tapi entah mengapa, saya tersadar, "Hey bukan dia yang saya mau " saya pun menghindar, lari dari si Anu. Walau Si Anu berusaha mengejar tapi saya cuekin. Mungkin sekarang saya terkena karma. Karena orang yang sebenarnya ingin saya pacari sekarang sedang lari-lari kesana-kemari.
Hubungannya dengan khayalan? karena orang ini selalu ada mimpi dan selalu saya khayalankan. Tapi kenyataannya ? woalah...

Jika khayalan kita tidak menjelma dalam wujudnya yang nyata, maka yang harus kita lakukan adalah mengubah sikap kita. Kita harus sabar. Iya, ini yang susah. Orang yang tidak sabaran disuruh bersabar, orang yang tidak suka menunggu disuruh menunggu. Kita harus beradaptasi dengan keadaan. Kita yang menyesuaikan diri dengan situasi. Kita yang harus sadar bahwa ini adalah realita, tempat di mana khayalan hanya menjadi rumah bordil saja. "Rumah Bordil" yang memuaskan hasrat khayalan dan memuaskannya dengan cara yang semu. Menyakitkan ? Jawab saja sendiri...

Kalau ditanya bagaimana perasaanmu ketika khayalanmu tidak menjadi kenyataan? Kecewa-lah atau adakah kalimat lain yang lebih tepat menggambarkannya ?

Sehimpun Puisi

Dan Perahu Itu Tak Pernah Kembali Ke Daratan

Jumat, Juni 25, 2010

Telah lampau aku tak melihatmu
Sejak perjumpaan terakhir di sudut itu
Kadang malam menertawakanku
Dan siang yang mencelaku

Perahumu sudah jauh bersauh
Tinggalkan aku sendiri menanti tanpa berpaling
Segudang pertanyaan yang tak pernah ada jawabannya
Kau semakin merdeka dan aku yang semakin bersedih

Kebodohan macam apa lagi yang kulakukan ?
Semua selalu salah dimatamu
Aku tak pernah ada bagusnya
Dan kau semakin indah untuk dipandang


Love Story

Main Judi

Jumat, Juni 25, 2010





" Cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi aku balas senyum keindahan..." ( D'bagindas - C.I.N.T.A )


Seperti yang pernah saya pikirkan bahwa jatuh cinta itu seperti main judi. Hanya dua kemungkinan. Kau menang atau kau kalah. Kau mendapatkan segalanya atau sebaliknya kau kehilangan segalanya. Kau tertawa bahagia atau kau menangis. Seperti dua sisi mata uang logam. Saling mengikat tidak bisa dilepas.

Seperti main judi juga, kau akan kecanduan. Kau tidak akan puas sebelum kau menang. Biarpun sehancur-hancurnya, kau tetap bertahan. Itu karena kau punya makhluk ini. Makhluk yang satu-satunya ada dalam Kotak Pandora. Makhluk yang membuatmu terus-menerus tidak kapok untuk jatuh cinta. Tidak jera walau bertubi-tubi sakit yang kau rasakan. Makhluk sial itu bernama HARAPAN.

Harapan membuatmu bertahan. Harapan membuatmu memiliki keyakinan bahwa suatu saat, suatu ketika, suatu waktu.....Cinta itu akan datang dengan wujudnya yang indah. Cinta itu bukan lagi hadir sebagai luka tapi sebagai obat yang membalut hatimu.

Mungkinkah luka lama dan luka baru akan meninggalkan bekasnya ? Ya. Tapi kau punya obatnya kan ? Dan butuh waktu untuk mendapatkan obat yang bisa menyembuhkannya. Obat yang palig mujarab dan hanya cocok untuk lukamu.

Review Film

Thank God : Masih ada Pria Indonesia yang Gentleman..!!!

Rabu, Juni 23, 2010


Saat pertama kali melihat thriller-nya di TV, saya sudah bertekad untuk menonton film ini, Tanah Air Beta. Film yang disutradarai oleh Ari Sihasale dan dibintangi oleh Alexandra Gottardo. Film ini sama saja dengan genre film yang selalu diusung Alenia Picture's, selalu bertema keluarga dan sebagian besar mengambil setting di wilayah Indonesia Timur. Kali ini giliran Nusa Tenggara Timur, tepatnya di wilayah Kupang. Berhubung saya campuran orang sana (Daddy saya orang Flores, Timor dan Mami saya Ambon-Belanda) maka saya ingin mengetahui wilayah Tanah Timor ini. Film ini bercerita mengenai Tatiana dan anaknya Meri yang terpisah dari anak sulungnya, Mauro, pasca referendum Timor-Timur. Tatiana yang berada di bagian Timor sedangkan anaknya Mauro tinggal di Timor Leste. Selama menanti kabar dari relawan mengenai keberadaan Mauro, Tatiana menjadi guru di sekolah darurat. Di sana ia mengajar anak-anak yang orang tuanya memilih untuk bersama dengan Indonesia. Meri pun ikut bersekolah disana. Ending ceritanya bisa ditebak kalau akhirnya Tatiana dan Meri bertemu kembali dengan Mauro.

Film ini membangkitkan lagi rasa nasionalis sebagai anak bangsa. Seperti film-film macam Nagabonar Jadi Dua, Merah Putih, dll. Walaupun selama saya menonton, masih ada saja orang Indonesia yang mencela orang Timor karena kondisi fisik yang berbeda. Padahal sama saja kan, kita semua basudara besar. Sama-sama orang Indonesia. Lahir putus pusar, makan, dan hidup di tanah yang sama. Kenapa selalu ada perbedaan ? Perbedaan yang sedihnya lahir dari sesama orang Indonesia sendiri.

Ada hal menarik yang saya temukan dari film ini. Akhirnya saya menemukan refleksi pria Indonesia yang gentleman disini. Pria yang betul-betul berkorban, melindungi, memperjuangkan, dan menghibur. The Man who always there for me. Si Doel lewat deh. Sialnya, sosok gentleman itu ada pada wujud lelaki kecil berusia 10 tahun. *Siaaalll...

Carlo nama lelaki kecil itu. Teman sekolah Meri yang jahil padanya tapi sebenarnya hatinya baik. Carlo menjadi yatim piatu dan kemudian diasuh oleh Abu Bakar. Scene-scene berikutnya menunjukkan bahwa betapa gigihnya Carlo mencari Meri hingga ke perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Bukan main-main, dengan modal baju di badan, Carlo mencari Meri. Mulai dari naik bus Kupang-Kefa, hingga jalan kaki sampai perbatasan. Ketika akhirnya berhasil menemukan Meri yang kelelahan dan pingsan, Carlo membawanya ke Puskesmas. Saat Meri kehausan, Carlo berusaha mencari air untuk Meri tanpa memperdulikan dirinya yang juga haus. Waktu Meri kelaparan, Carlo berusaha mencarikan makanan. Ketika Carlo tidak sengaja menjatuhkan harmonika milik Mauro di sungai, Carlo berusaha keras mencari gantinya. Ada adegan yang paling romantis, ketika mereka sudah tiba di perbatasan dan Meri yang putus asa mencari Mauro. Carlo kemudian berusaha menyemangati Meri sambil menyanyikan lagu Kasih Ibu, lagu yang sering dinyanyikan Meri dan Mauro sewaktu kecil. Meri pun rela memberikan baju yang tadinya ingin diberikan sebagai kado untuk Mauro kepada Carlo karena kasian melihat baju Carlo yang kumal dan keringatan.

Carlo lelaki kecil yang gentleman. Tidak ada pengeluhan baginya ketika menyangkut "urusan" Meri. Carlo jalan kaki di atas aspal yang panas dan berlari di antara bukit-bukit yang tandus. Berbanding terbalik dengan pria bermotor yang masih mengeluh jika jarak yang dituju jauh dari jarak rumahnya sendiri. Carlo demi Meri mencarikan makan dan minuman. Berbanding terbalik dengan para lelaki yang masih hitung-hitungan kalau memberi. Carlo yang menghibur Meri. Carlo yang jahil sebagai tanda sayangnya. Carlo yang cemburu kepada Mauro. Carlo yang minta maaf karena kejahilannya pada Meri. Carlo yang menepati janjinya pada Meri untuk tidak mencuri. Carlo yang selalu berusaha mendapatkan kepercayaan Meri. Carlo yang pantang mundur.

Carlo oh Carlo...

Special Moment

Having Time With My Bestfriend : MY SELF

Rabu, Juni 23, 2010


Sembari teringat resolusi ulang tahun yang ke-19 kemarin : BERDIKARI




Tuhan...
Banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Sebagian besar menyebabkan kekecewaan. Mulai dari berbagai rencana yang batal, nilai IP yang menurun ( 3, 83 - 3, 65 ), dan masalah hati yang tidak pernah selesai. Tuntutan orang-orang di sekitar serta rasa tidak puas terhadap diri sendiri.

Saya terbiasa dengan target-target yang harus saya capai dan ketika meleset dari apa yang ditargetkan, maka saya seperti orang kebakaran jenggot. Setiap masalah yang sebenarnya kecil dibesar-besarkan. Hal yang sebenarnya biasa saja dibuat menjadi luar biasa. Lebay. Iya, itulah salah satu kekurangan saya.

Ketika resolusi 19 itu menghantui sekaligus menjadi motivasi dengan segera menghantarkan saya untuk menikmati sedikit waktu dengan diri saya. Ini bukan yang pertama kali, tapi yang ini lebih bermakna. Pergi nonton film sendiri {setelah mengajak beberapa sahabat dan semuanya berhalangan (lucky me !)}, belanja dvd, hunting buku, dan makan. Saya menikmati setiap langkah saya dan asyik masyuk dengan pikiran sendiri. Refreshing. Pelampiasan. This is the best time...

Cerita Lagu

Selalu

Senin, Juni 21, 2010

Anak tiri Eross sedang bernyanyi :

Berhenti Berharap - Sheila On 7

Aku tak percaya lagi
Dengan apa yang kau beri
Aku terdampar di sini
Tersudut menunggu mati
Aku tak percaya lagi
Akan guna matahari
Dengan mampu menerangi
Sudut gelap hati ini
Aku berhenti berharap
Dan menunggu datang gelap
Sampai nanti suatu saat
Tak ada cinta kudapat
Kenapa ada derita
Bila bahagia tercipta
Kenapa ada sang hitam
Bila putih menyenangkan...

Chorus:
Aku pulang...
Tanpa dendam
Kuterima.. kekalahanku
Aku pulang...
Tanpa dendam
Kusalutkan.. kemenanganmu

Bridge:
Kau ajarkan aku bahagia
Kau ajarkan aku derita
Kau tunjukkan aku bahagia
Kau tunjukkan aku derita
Kau berikan aku bahagia
Kau berikan aku derita

Review Film

M A Y A

Senin, Juni 21, 2010


" Kulihat wujudmu dalam khayalan dan imajinasi..."


Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti IMC atau Indie Movie Class 2010 sebuah pelatihan pembuatan film yang diadakan Biro KIFO ( KINE ) KOSMIK UNHAS lembaga kemahasiswaan dimana saya menjadi anggotanya. IMC ini dahulu bernama In House Training ( IHT ), tapi karena tidak berciri khas lagi akhirnya diganti. Apalah arti sebuah nama kata Shakespeare, IHT atau IMC tetaplah sebuah pelatihan untuk membuat film. Sebuah ruang belajar untuk para movie maker.

Apa motivasi saya mengikuti kegiatan ini? Pertama, saya suka nonton film dan selalu bercita-cita bisa membuat film ( Thank God terwujud sudah ). Posisi yang membuat saya tertarik dalam "tubuh" film adalah penulis skenario dan penata musik-nya. Dan dalam IMC ini saya kedapatan tugas menjadi penulis skenario sekaligus menjadi penata musiknya. Menulis skenario memang tidak mudah. Susah. Tapi saya berusaha, tanya kepada orang-orang hebat dalam dunia film (kakak-kakak senior saya) sekaligus mencari sendiri referensi film yang sesuai dengan gaya saya. Saya akui saya memang lebih suka film-film romantis. Untuk urusan musik pun itu karena saya juga suka musik. Maka lengkap-lah sudah, i really enjoy it.
Kedua, sebagai anak komunikasi saya harus bisa menguasai media untuk dapat menyampaikan pesan. Salah satu media itu adalah film. Maka disinilah saya, terdampar mengikuti pelatihan IMC ini.

Di IMC ini saya masuk di kelompok 3. Disana saya sekelompok dengan Alvidha, Titah, Sakinah, Ratna, dan Tian. Pendamping kelompok kami Kak Isti dan Kak Ophi Rey. Titah menjadi sutradara-nya, Sakinah sebagai Clipper, Ratna editornya, Alvidha sebagai penata artistik, dan Tian menjadi kameramennya. Maka dari hasil kerja keras kami lahirlah film yang berjudul " M A Y A "

M A Y A ( karena Nyata lebih indah daripada Maya ) mengangkat fenomena situs jejaring sosial yang sedang merajalela. Orang-orang lebih suka berakrab-ria dengan laptop, komputer, atau HP yang menyediakan fasilitas internetnya daripada berinteraksi dengan orang-orang nyata yang ada di sekitarnya. Kesibukan dengan internet terutama situs jejaring sosial juga mengubah tingkah laku seseorang yang tadinya perhatian, rajin, dan sebagainya menjadi cuek dan tidak peka terhadap di sekelilingnya.

M A Y A bercerita mengenai Mail ( Zainul Alim Tenri Ola ) yang lebih asyik dengan dunia maya-nya ketimbang dengan orang-orang dekatnya. Ia juga melupakan kewajibannya karena lebih suka main Facebook. Ia bahkan tidak seakrab lagi dengan adik semata wayangnya, Yayang ( Athika Febrianita ). Di facebook Mail berkenalan dengan seorang gadis bernama Yasmin ( Maria Yessica Halik ). Mereka berdua pun akrab di dunia maya padahal sebenarnya Mail dan Yasmin berada dalam satu kampus dan sering berjumpa. Yasmin pun mengalami hal yang sama seperti Mail. Dunia maya membuatnya melupakan teman-temannya sehingga membuat Arum ( Tirta Arum Bhakti Tanes ), Iswi ( Indri Iswardhani ), dan Kemal ( Taufik ) para sahabat Yasmin menasehatinya. Akankah Mail dan Yasmin bertemu di dunia nyata ??? saksikan saja film-nya ya...

Di film ini pun kami sepakat untuk membuat lagu soundtrack-nya. Namanya juga indie, semuanya harus indie juga dong. Maka saya pun membuat satu lagu untuk menjadi soundtrack film M A Y A ini. Saya menulis liriknya dan menyanyikannya. Untuk musiknya dikerjakan oleh teman saya yang keahliannya di bidang musik tidak diragukan lagi, Julian. Maka jadilah soundtrack film M A Y A ini :

Maya
Kurasa ada yang berbeda
Terpukau hanya lewat kata
Saat kau datang menyapaku dalam hening

Kulihat wujudmu
Dalam khayalan dan imajinasi
Kau tebarkan rasa yang slalu kurindu

Reff : Cinta antara kau dan aku
Yang hanya terungkapkan dengan kata
Tanpa sentuhan indah darimu
Yang mampu redakan asa di hatiku

Kisah Perempuan

Kumbang VS Mawar

Kamis, Juni 17, 2010


" Karena kumbanglah yang menghampiri mawar. Bukan mawar yang menghampiri kumbang."


Siapa sih yang bikin pameo ini ? Hanya Kumbang yang bisa menghampiri Mawar. Bisa leluasa menghisap sari madunya. Mawar hanya pasrah tidak bisa menghindar karena tidak bisa lari, toh takdir Mawar dan bangsa bunga pasti menyatu dengan tangkainya. Tangkai yang bersatu dengan akar yang tertanam kuat. Menjalar di dalam tanah tanpa batas. Sedangkan Kumbang, bebas beterbangan kesana-kemari memberi kehidupan katanya kepada bunga-bunga itu. Kepada Mawar yang tidak bisa kemana-mana. Mawar yang berduri tapi idiot.

Patriarki begitu hebat membuat sebuah dogma bagi hubungan antara Laki-Laki dan Perempuan. Bahkan para Perempuan pun meyakininya sebagai kebenaran mutlak. Seorang kawan Perempuan pernah berkata begini " Tidak pernah Mawar menghampiri Kumbang pasti Kumbang yang hampiri Mawar " jadi intinya para Mawar ini hanya bisa dipilih seperti barang dagangan. Bukan MANUSIA YANG PUNYA HAK SEBAGAI INDIVIDU BEBAS.

Saya benci ketika saya menyukai laki-laki dan dikatakan agresif. Hey, saya Perempuan normal yang mencintai Laki-Laki dan bebas mengekspresikan rasa cinta, suka, ataupun sayang saya kepadanya. Sedangkan tatanan sosial ini menjustifikasinya sebagai perempuan agresif. Tentu saja agresif disini berkonotasi negatif. Seolah-olah Perempuan yang berani mengekspresikan rasa cintanya bukan Perempuan baik-baik. Seperti virus mematikan yang harus dijauhi. Padahal kami ingin memilih. Hey Kumbang, Mawar-Mawar ini ingin memilih Kumbang mana yang boleh menghisap sari madunya bukan cuma pasrah menerima siapa pun yang datang.

Ketidakadilah ini seakan jawaban dari pertanyaan " How can you possibly fall in love with someone who doesn't love you back ?
Perempuan yang mencintai seorang Laki-Laki jarang mendapatkan balasan dari Lelaki itu. Sedangkan para Lelaki tinggal memilih Perempuan mana yang diinginkannya lalu dengan mudah mendapatkannya. Awalnya mungkin saja ditolak tapi entah mengapa begitu mudah mereka bisa merebut hati Perempuan. Saya tidak tahu, Perempuan yang lemah atau Laki-Laki-nya yang jago. Saya membuktikannya. Lepas dari mulut singa jatuh di lubang buaya. Semoga tidak terperangkap lagi di kandang macan. Lalu saya menyadari satu hal. Laki-laki tahu bagaimana mendapatkan hati Perempuan. Tinggal sentuh sedikit saja dan Mawar paling berduri pun langsung gugur. Bagaimana cara Lelaki menyentuh hati Perempuan ? Gampang. Buat saja dia merasa istimewa. Lewat perhatian, rayuan, hal-hal kecil seperti: menanyakan kabar, kejutan melalui bingkisan entah kado atau tiket konser, tiba-tiba mengajak jalan, atau bahkan rela mengantar-jemput.
Hal-hal kecil tapi manis ini yang membuat duri jadi lembek. Membuat Perempuan kecanduan. Tergantung dan frustasi jika Kumbang pindah ke Mawar lain.

Enak sekali jadi Laki-Laki. Dunia ini begitu memihak kepada mereka. Para Perempuan yang hidup dalam penjara Patriarki dipaksa melahirkan anak laki-laki demi melanjutkan nama keluarga. Jika ia hanya melahirkan anak perempuan, dengan gampang cacian mengikutinya sampai ke liang kubur. Sungguh, dominasi maskulin yang tidak seimbang ini membuat Perempuan terlempar ke dasar jurang kegelapan. Berharap terang menggantikan malam. Tapi nyatanya untuk upah yang adil pun banyak yang harus mengorbankan nyawa. Banyak ibu yang kena penyakit ganas karena seks tidak sehat dari suami-suami mereka yang suka "jajan". Kumbang memang suka berpindah-pindah dari satu bunga ke bunga lain. Setelah bunga yang satu habis diserap, maka dengan enteng pindah ke bunga lain dan seterusnya. Ingin rasanya sayap mereka dipatahkan saja supaya tidak bisa terbang.

Sekali lagi, saya tidak suka pameo " Kumbang Mawar " ini. Pameo ini seolah-olah mengesahkan kalau nasib Perempuan hanya bisa dipilih. Perempuan sebaiknya tidak memilih. Perempuan sebaiknya belajar mencintai bukan mencintai dari awal. Kalau mencintai dipendam saja dalam hati karena semuanya tidak pasti. Beda dengan Lelaki, yang semuanya terasa mudah dengan menjinakkan duri itu sendiri. Perempuan pun berusaha meluluhkan hati Laki-Laki, tapi sering dianggap racun.

Saya lebih setuju jika hubungan ini menjadi pasar yang bebas. Perempuan dan Laki-laki sama derajatnya. Sama hak-nya. Perempuan menawarkan, Laki-Laki mengajukan permintaan atau sebaliknya. "Harga" berdasarkan kesepakatan. Sehingga tidak ada untung-rugi. Sebuah komitmen dan perjanjian. Mungkin ini cukup adil. Lalu ada yang bertanya " Jadi cinta bagimu seperti menjual dan membeli barang ? "
Hmmm....bukankah hal-hal kecil tapi manis seperti yang saya sebutkan itu adalah sebutan lain untuk menyebutkan kalau cinta pun dikomoditikan. Cinta menjadi materi. Cinta bisa diperjual-belikan. Benar-benar zaman edan. Tapi inilah realitanya. Tidak perlu wajah tampan cukup deposito 5 M sudah bisa menjinakkan duri tajam. Perempuan materialistis cukup adilkan dengan Laki-laki yang Playboy ?

Saya terkejut dengan apa yang saya tulis. Terkesan skeptis terhadap laki-laki dan cinta. Tapi seberapa seringnya saya terluka karena tusukan moncong kumbang, saya suka ketika dia datang dan menghampiri walau hanya sejenak. Hingga saat ini, saya masih menantikan Laki-Laki yang bisa meyakinkan saya bahwa dia tidak akan seperti kumbang-kumbang labil itu. Entah dia ada di mana sekarang.

Love Story

Rasa Satu Sisi

Kamis, Juni 17, 2010

" How can you possibly fall in love with someone who doesn't love you back ? "


Pertanyaan itu muncul ketika saya duduk di bangku SMA. Bagaimana bisa kau jatuh cinta dengan seseorang yang tidak membalas perasaanmu ?
Sakit ? jelas.
Bahkan tentara di garda depan pun bisa langsung gugur. Tapi bersyukurlah karena kita Perempuan. Kita bisa menahan rasa sakit yang tak terkira. Percaya saja, rasa sakit melahirkan hanyalah sakit fisik yang akan berlalu dan kita bisa menahannya sedangkan patah hati adalah rasa sakit psikis yang sama beratnya dengan melahirkan. Saya belum pernah melahirkan dan tidak tahu bagaimana rasanya melahirkan. Tapi feeling saya sebagai perempuan yang memberi semacam "whisper" akan rasa itu.

Mencintai seseorang yang tidak membalas perasaanmu memang rasanya tidak enak. Yang lain saling jatuh cinta sedangkan kau jatuh cinta sendiri. Banyak kisah mengenai patah hati. Mulai karena tidak direstui, jarak yang memisahkan, penyakit, kematian, bahkan perselingkuhan. Tapi yang paling menyakitkan adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Entah mengapa rasa cinta yang hanya satu sisi ini selalu sulit untuk dilupakan. Seseorang itu tidak menyukaimu tanpa memberitahu alasannya. Dia menghindarimu. Seakan-akan kau adalah virus yang harus dijauhi dan bisa membuat penyakit yang mematikan. Seperti kata seorang kawan " Saya terima PENOLAKAN tapi saya tidak terima PENGACUHAN "

Kalau benci bilang saja benci, kalau cinta katakan saja. Mengapa harus menghindar ?
Bukankah itu sikap pengecut ? seorang pecundang yang bahkan tidak bisa mengatakan "YA" atau "TIDAK".

Life Story

Hal-Hal Yang Terpikirkan Hari Ini

Jumat, Juni 11, 2010

" S'gala yang terjadi dalam hidupku ini adalah sebuah misteri Ilahi..."
(Ari Lasso - Misteri Ilahi )


Hari ini ada beberapa hal yang saya pikirkan. Ada yang membuat gembira dan sebaliknya membuat emosi jiwa.


1. Saya benci Menunggu. Seperti sepenggal lirik lagunya Ribas yang sempat populer beberapa tahun silam, " menunggu ternyata menyakitkan ". Saya tidak suka menunggu dan jangan membuat saya menunggu. Sakit ? Jelas. Sakit karena hati yang terabaikan dan badan yang pegal-pegal karena menunggu. Yang jelas menunggu sama sekali tidak enak.


2. Bahkan Institusi Pendidikan pun lemah akan KECANTIKAN. Ini cerita tentang 2 mahasiswa. Mahasiswa X adalah mahasiswa yang sepenuh hati belajar demi cita-cita. Di seberangnya, ada mahasiswa Y yang bahkan tidak tahu cita-citanya. Mahasiswa X belajar sampai larut, rajin kuliah dan mengerjakan tugas demi nilai A. Kebalikannya, mahasiswa Y hanya tinggal meng-copy tugas teman, hobi-nya titip absen, dan procrastinasi sejati. Hasilnya, mahasiswa X mendapatkan nilai di bawah mahasiswa Y. Mau tahu kenapa ? karena mahasiswa Y lebih CANTIK daripada mahasiswa X.


3. Serendipity. Pernah dengar tentang istilah serendipity atau seredipitas ? Ya, istilah ini saya dapat ketika menonton film Serendipity yang dibintangi oleh Kate Beckinsale dan John Cusack. Waktu itu ada adegan ketika Jonathan dan Sara sedang makan di sebuah restoran yang bernama Serendipty.


" Jonathan: This is the ultimate blend to drink. How'd you find this place?
Sara: I first came in because of the name: Serendipity. It's one of my favorite words.
Jonathan: It is? Why?
Sara: It's such a nice sounding word for what it means: a fortunate accident. "


Keberuntungan yang didapat secara tidak sengaja atau istilah awamnya kebetulan. Istilah Serendipity ini pertama kali diperkenalkan oleh Horace Walpole tahun 1754, berasal dari dongeng Persia tentang Tiga Pangeran dari Serendip (Serendip adalah nama yang diberikan Persian kuno untuk Sri Lanka). Serendipity adalah menemukan sesuatu yang tak terduga dan berguna saat sedang mencari hal-hal yang lain. Misalnya saja kita mau pergi membeli suatu barang tapi di jalan malah bertemu dengan orang yang disuka dan kemudian terlibat obrolan dengannya sehingga rencana semula tertunda. Atau uang jajan sudah habis, tiba-tiba menemukan uang lima puluh ribu di jalan. Di lain waktu, kita ingin melakukan sesuatu tapi kemudian gagal namun di saat yang sama kita malah mendapatkan keberhasilan. Hal-hal kecil inilah yang mempengaruhi hidup manusia. Sebuah misteri dari alur hidup kita. Kalau saya menganalogikan, kita sedang menjalani skenario yang Tuhan berikan. Tapi kadang terjadi improvisasi agar cerita hidup kita menjadi menarik.




" It's funny how from simple things the best things begin..." ( I Finally Found Someone - Bryan Adams & Barbara Streisand )

Cerita Lagu

Soundtrack Hidup Minggu Ini...

Kamis, Juni 10, 2010

MANTAN TERINDAH

by Kahitna

Mengapa engkau waktu itu
Putuskan cintaku
Dan saat ini engkau selalu ingin bertemu
Dan memulai jalin cinta

reff:

Mau dikatakan apa lagi
Kita tak akan pernah satu
Engkau di sana, aku di sini
Meski hatiku memilihmu


Andai aku bisa
ingin aku memelukmu lagi
di hati ini hanya engkau mantan terindah
yang selalu ku rindukan

back to reff

Engkau meminta padaku
Untuk mengatakan bila ku berubah
Jangan pernah kau ragukan
Engkau kan selalu di langkahku

back to reff

Engkau di sana, aku di sini
Meski hatiku memilihmu

Yang tlah kau buat
sungguhlah indah
buat diriku susah lupa




" Dia memang bukan mantan pacar atau mantan kekasih. Dia mantan Pujaan Hati. Dia adalah objek dari kisah merah muda-ku di masa putih abu-abu. Masa dimana semuanya seakan adalah narasi dari sebuah novel yang belum ditentukan endingnya..."

Pengetahuan

Puisi Untuk Indonesia....

Rabu, Juni 09, 2010

Ini kali pertama saya meng-copy tulisan orang untuk dituliskan di blog saya. Bukan karena tidak ada ide, tapi karena kagum dan setuju dengan tulisannya. Sekilas puisi ini seolah-olah mirip lirik-liriknya Superman is Dead, tapi dia menuliskannya dengan gayanya sendiri. Kawan saya ini adalah teman kuliah sobat saya Tirta, mahasiswa fakultas ekonomi UNHAS angkatan 2009. Yah, itu lagi. Dia baru angkatan 2009 tapi sudah berpikir seperti ini.


TANPA NAMA JUGA ITU NAMA

dari sodara Muwahid Ummah


Jangan tanyakan padaku Indonesia 30 tahun kedepan
karena saat ini tidak ada lagi pemuda Indonesia
yang ada hanya pemuda negara kerupuk
yang mengikuti kekangan barat.
yang kita namakan KEBEBASAN!!!

konspirasi kita namakan sebgai REFORMASI
Kekerasan kita sebut sebagai REVOLUSI
Merampas hak rakyat kita namakan DEMOKRASI
Membodohi rakyat Kita namakan POLITIK
Menyanyikan lagu rakyat saja kita mengaku IDEALIS
Debat kiri kanan kita Mengaku INTELEKTUAL
Bakar Kampusmu dan Kau KREATIF!!

Karena itu
Suatu saat
saat itu Indonesia akan terkenal.....dibanggakan..
.....dianggap jaya.....diceritakan.

"dahulu ada negeri yang damai kaya dan permai bernama NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA "



Ayolah Pemuda Indonesia, jadilah motor bagi negara ini.

seperti kata kawan Ummah " Negara butuh PENGGERAK bukan PENGGOYANG..."

Kisah Perempuan

That's why I love SHOPPING !!!!

Rabu, Juni 09, 2010


" But I know is that I’m always happy when I walk out the store..." (Fergie - Labels or Love )


Belanja adalah salah satu kegiatan yang paling potensial membuat hidup bahagia. Oleh sebab itu, para pemikir kemudian mencari ilmu yang dapat mengajar orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadilah Ilmu Ekonomi. Dalam ekonomi semuanya di bahas mulai dari bagaimana menentukan barang-barang primer, sekunder, dan terisier. Bagaimana menangani masalah ekonomi serta membuat orang menjadi untung dan menghindari rugi. Intinya semua orang ingin memenuhi kebutuhannya, menjadi makmur, dan terhindar dari kemiskinan.

Saya juga suka belanja. Kalau saya sih mengkategorikan 2 macam jenis belanja yaitu belanja wajib dan belanja untuk bahagia. Belanja wajib adalah belanja yang tidak dapat ditunda pembeliannya karena akan berdampak besar dalam hidup saya (ekonomi sekali ya ?). Semua yang termasuk pemenuhan kebutuhan primer, sekunder, dan terisier yang dibeli dengan uang Papa-Mama masuk belanja wajib. Mulai dari belanja harian, bayar uang kuliah, kebutuhan akan baju baru, sepatu baru, aksesoris, dan rekreasi dihitung dalam belanja wajib. Sedangkan belanja untuk bahagia adalah belanja untuk menghilangkan stress dan patah hati. Kebalikan dari belanja wajib, belanja untuk bahagia memakai uang jajan saya. Berhubung saya hanyalah mahasiswa yang tidak memiliki penghasilan sendiri dan masih menumpang di rumah orang tua, maka barang-barang yang saya beli harus terjangkau dengan uang jajan.

Belanja untuk bahagia tidak bisa dibandingkan dengan belanja wajib. Faktanya, saya hanya mampu membeli barang yang sesuai standar uang jajan dan kesenangan saya. Beruntung kesenangan saya bukan membeli perhiasan emas, berlian, atau permata. Tapi adiksi saya terletak pada 3 hal : makan, buku, dan nonton film di bioskop. Nonton di bioskop memang masih bisa dikendalikan. Tapi nafsu untuk makan dan beli buku, ckckkkc...rasanya saya harus ke terapist untuk itu. hahaha...


MAKAN

Ketika makan, rasanya segala hal yang membuat kepala mau pecah seakan terobati. Hati senang, perut kenyang, dan ingin tidur. Bahagia. Tapi kemudian bobot tubuh akan naik. Tanpa disadari angka timbangan tidak menunjukkan angka yang seperti biasanya. Kenyataan itu diperkuat oleh celana yang mulai kesempitan atau kaos yang mengetat tanpa dikecilkan. I love eat. Ketika makan semua nafsu kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan terlampiaskan. Semua masalah seakan-akan ikut dimakan juga. Dengan makan, saya bisa menjadi gemuk dan sehat. Asal tahu saja, bobot saya waktu SMA kelas 1 itu 45 kg. Sekarang? 50 lebih-lebih sedikit. Lihatlah, betapa kurusnya saya dulu serta hebatnya pengaruh "itu" kepada body saya yang kayak model ini.


BUKU

Buku pun sebenarnya benda yang cukup bervariasi harganya. But it's okay, selama saya mampu itu tidak menjadi masalah. Saya suka pergi ke toko buku. Menghirup bau buku baru, entah di bagian buku-buku yang bertulisan atau ke bagian alat-alat tulis dengan hamparan notes-notes atau diary-diary yang minta diisi. Sejak kecil saya memang disuguhkan buku-buku oleh orang tua saya. Dari kecil saya punya hobi mengoleksi notes dan diary. Buku membuat saya merasa lebih GAYA.
Jadi, ketika saya sedih, saya pun pergi ke toko buku. Beli satu buku sudah menghabiskan uang jajan satu hari. Yah, uang. Lagi-lagi uang. Kalau uang saya banyak, saya dengan kalap langsung menyabet buku-buku yang saya inginkan. Sayangnya, ketika tumpukan buku itu sudah ada di rumah, saya malah malas membacanya.
Memang benar apa bunyi hukum Gossen I " Jika pemuas terhadap suatu benda berlangsung terus menerus, kenikmatan mula-mula mencapai kepuasan tertinggi. Namun makin lama makin turun, sampai akhirnya mencapai titik nol."

Tapi sudahlah, jika kalian sedih lebih baik belanja saja. Daripada kalian pakai narkoba atau bunuh diri. Tapi ingat BELANJA-LAH YANG BERTANGGUNG JAWAB !!!




" A Prada dress has never broken my heart before...
Let’s stop chasing those boys and shop some more..."

Kisah Perempuan

Ratu, Dewi, dan Prajurit...

Rabu, Juni 09, 2010



Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah novel berjudul Garis Perempuan yang dikarang oleh Sanie. B Kuncoro. Pada bagian novel itu, terdapat sebuah paragraf yang tertulis seperti ini " Ada 3 tipe perempuan : Ratu, Dewi, dan Prajurit. Seorang Ratu haruslah cerdas karena dia adalah pemimpin bagi rakyatnya menuju kesejahteraan. Seorang Dewi senantiasa cantik yang dengan itu menciptakan keindahan bagi para pemujanya. Prajurit adalah seorang yang kuat dan setia. Dengan kekuatannya melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dan mempertaruhkan dirinya atas nama kesetiaan..."

Dalam masyarakat kita, kenyataannya perempuan seperti terbagi menjadi tiga. Saya tidak ingin menggunakan persepsi Sanie. B Kuncoro, tapi akan menggunakan persepsi saya.




RATU

Ratu selalu diidentikkan dengan sesuatu yang berbau kekuasaan. Ratu adalah perempuan yang memerintah dan menguasai sebuah kerajaan serta wilayahnya. Kadang pula diartikan sebagai istri dari sang Raja. Tapi Ratu disini didefenisikan sebagai perempuan yang cerdas, elegan, dan disegani. Ia memiliki karakter yang kuat. Ia memiliki wibawa dan karisma sebagai pemimpin. Setiap ia berbicara orang akan mendengarkannya dan terkesima. Bukan karena dia asal ucap tapi karena dari setiap kata yang dikeluarkan mampu menghipnotis lawan bicaranya atau paling tidak memberi kesan bagi yang mendengarnya. Seorang Ratu jarang memiliki kecantikan fisik pada umumnya yang dipuja-puja. Di luar Cleopatra yang mampu menaklukkan 2 pria hebat di masa itu, Ratu-Ratu berikutnya jauh dari kata "cantik". Ratu Elizabeth I dan II dari Inggris tidak secantik Putri Diana. Ratu Wilhelmina dan Ratu Juliana dari Belanda pun begitu. Ratu Isabella dari Spanyol tidak bisa dibilang jelita. Lalu apa kecantikan yang mereka miliki? kecerdasan dan kemampuan mereka yang membuat wajah mereka diingat selamanya dalam sejarah peradaban dunia. Dan itulah "Ratu" di era informatika ini. Para Ratu ini bukan juga berasal dari keluarga bangsawan. Bukan. Saya tidak berbicara masalah darah biru itu. Tapi meminjam pergeseran makna kata yang digunakan Sanie. B Kuncoro untuk melukiskan perempuan-perempuan hebat yang tangguh. Seorang Ratu memang selalu menonjol di mana-mana. Di sekolah, kampus, pergaulannya, atau lingkungan tempat dimanapun dia berada. Ia selalu dipuji. Ia selalu memegang posisi penting dalam setiap bentuk organisasi yang dia ikuti. Dalam ranah intelektualitas, sang Ratu juga tak kalah bersaing dengan para lelaki di kelasnya. Ia mampu dan memang sanggup. Ia disegani. Tidak sembarangan ia diperlakukan. Ia selalu menjadi trendsetter, panutan, most wanted girl, atau apapun istilahnya. She's the one.
Sosok Ratu memang sangat hebat ya ? Tapi seorang Ratu selalu kesepian. Memang, ia tidak pernah sendiri. Ratu selalu memiliki banyak sahabat, teman, dan kenalan. Tapi pendamping? belum tentu. Ratu Elizabeth I pun dikenal sebagai Ratu Inggris yang tidak menikah. Ratu-Ratu kerajaan yang lain pun lebih banyak dijodohkan. Mereka ditentukan menikahi pangeran dari kerajaan kecil untuk dijadikan pendamping. Tragis ya. Ratu-ratu ini bahkan tidak bisa menikahi laki-laki yang mereka cintai. Kadangpula, pria yang mereka cintai tidak membalas cinta mereka. Saya tidak ingin menggeneralisir, cuma melihat contoh kecil dari Ratu-Ratu ini, dan kenyataannya, ya kurang lebih seperti itu. Mudah-mudahan lebih banyak yang hidup bahagia dengan pria yang dicintainya. Lewat diskusi dengan seorang senior saya, saya baru tahu kalau ternyata laki-laki itu tidak suka didominasi oleh perempuan. Mereka tidak ingin merasa ter-inferior dengan keberadaan Ratu-Ratu ini, sehingga jarang ada laki-laki yang benar-benar berani mendekati mereka. Walaupun, mungkin ada juga pria yang merasa lebih kuat dengan keberadaan Ratu-Ratu ini. Tapi, saya yakin laki-laki yang mencintai para Ratu ini bukan laki-laki sembarangan yang labil. Para laki-laki ini pasti istimewa karena berani mencintai para RATU...


DEWI

Ketika mendengar kata Dewi, pikiran kita pasti tertuju kepada perempuan berparas cantik, berbaju indah, dan memiliki kekuatan sakti seperti yang dilukiskan dalam dongeng-dongeng. Istilah Dewi ini kemudian digunakan untuk melukiskan perempuan yang memiliki pesona.
Cantik. Seorang Dewi pasti memiliki sejuta alasan mengapa kita memujanya. Entah karena kecantikan fisiknya, gaya berpakaiannya, kepribadiannya, dan nya-nya berikutnya. Yang jelas, Dewi selalu dipuja laki-laki dan diakui perempuan lainnya. Seorang Dewi terlahir dengan sejuta pesona itu. Ada karena memang dia terlahir seperti itu ada pula karena kecantikannya dibentuk. Dimana ada Dewi disitu ada para laki-laki yang memujanya, mengejarnya, dan memilikinya. Dewi selalu diperebutkan. Sahabat saya Tirta pernah bilang seperti ini " Kecantikan selalu menang selama berabad-abad " katanya itu berasal dari quote dalam sebuah film-yang-dia-lupa-apa-judulnya.
Kejutannya, para lelaki lemah akan kecantikan. Kita tidak bisa menyalahkan laki-laki, karena laki-laki dan perempuan mewarisi sifat Ilahi yang mencintai keindahan. Laki-laki mencintai keindahan terutama yang dilihatnya dari perempuan. Kadang kecantikan menjadi keberuntungan sekaligus kesialan di saat yang sama bagi para Dewi. Beruntung, karena dengan menjentikkan jari para Dewi bisa berganti-ganti pasangan. Sial, karena bisa saja kecantikan itu menjadi petaka. Banyak kasus pelecehan seksual dan lain-lain terjadi hanya karena faktor ini. Saya belum pernah mendengar berita perkosaan perempuan kusta atau berwajah yang dikatakan "jelek". Rata-rata selalu yang "cantik", "mulus", dan "yang bodinya seksi". Lalu, bisa saja sang Dewi kehilangan sahabat-sahabatnya karena faktor "lonely dan forgotten" atau menjadi bahan cibiran.
Menjadi cantik itu tidak salah, bukan juga dosa. Itu anugerah. Itu keberuntungan (sekaligus kesialan ).


PRAJURIT

Kata "prajurit" ini selalu dilekatkan pada orang-orang gagah berani yang sedang bertempur di medan perang atau menyadang status kemiliteran tertentu. Prajurit adalah orang - orang yang kuat dan pantang mundur. Menurut Sanie. B Kuncoro, para prajurit ini adalah perempuan-perempuan yang mengandalkan tenaganya untuk menghidupi hidupnya. Lebih dikategorikan kepada perempuan-perempuan yang berasal dari kaum marginal. Perempuan-perempuan tanpa pendidikan yang terpaksa merajut hidup dengan bekerja apa saja. Tapi menurut saya, para Prajurit disini dilihat sebaga peleburan dari Ratu dan Dewi. Dalam menjalani hidup, tak selamanya Ratu bertahan sendiri dan Dewi yang senantiasa mengandalkan kecantikannya. Ratu dan Dewi harus bisa menjadi Prajurit, kuat dan berani atas nama kesetiaan. Kesetiaan kepada orang-orang yang dicintainnya. Entah itu Tuhan, orang tuanya, keluarganya, lingkungannya, dan CINTA dalam hidupnya. Prajurit harus bisa sehebat Ratu dan secantik Dewi. Dengan begitu ia menjadi Perempuan yang Sejati.


" Di posisi manakah saya ? "

Love Story

Kamu obatku dan Aku adalah boneka-mu...

Senin, Juni 07, 2010


When somebody loved me,
Everything was beautiful
Every hour we spent together lives within my heart
And when he was sad,
I was there to dry him tears
And when he was happy,
So was I
When he loved me

Through the summer and the fall
We had each other, that was all
Just he and I together,
Like it was meant to be

And when he was lonely,
I was there to comfort him
And I knew that he loved me

So the years went by
I stayed the same
But he began to drift away
I was left alone
Still I waited for the day
When he'd say I will always love you

Lonely and forgotten,
I'd never thought he'd look my way
And he smiled at me and held me just like he used to do
Like he loved me
When he loved me

When somebody loved me
Everything was beautiful
Every hour we spent together lives within my heart

When he loved me

(Lagu When She Loved Me - Sarah McLachlan adalah OST. Toy Story 2. Lagu ini tadi dinyanyikan sama Mbak Vivi di becak. Semua kata "he" di lagu ini adalah ganti dari kata "she" )


Kamu memang racun yang menyamar sebagai obat. Saya menelannya cukup lama. Menikmatinya. Awalnya rasanya manis tapi lama-lama menjadi pahit. Ternyata benar apa kata buku itu " Lelaki cenderung merasa memiliki banyak ruang di dalam hatinya sehingga seakan-akan mudah bagi mereka untuk mengundang para perempuan masuk ke dalamnya. Para perempuan dengan segala ragam pertimbangan, seringkali mengizinkan dirinya untuk bergabung dalam ruang itu meski sesudahnya akan terasakan betapa terbatas ruang yang tersedia untuk mereka. "

Ya.
Saya pikir kamu adalah obat untuk saya. Tapi nyatanya, kamu tidak lebih dari sebuah racun. Atau mungkin saya yang terlalu banyak mengonsumsinya sehingga malah over dosis, menyebabkan kamu yang seharusnya menjadi obat malah membuat saya keracunan.

Kamu tahu betapa rapuhnya saya. Kubiarkan dirimu tahu tentang cerita ini, itu karena saya yakin kamu bisa menjaganya sebagai cerita kita. Bukan untuk kamu jadikan lelucon dan kartu truf-mu. Tapi, nyatanya saya tak lebih dari boneka mainan-mu. Boneka yang kamu mainkan apabila kamu tidak sibuk atau sedang bosan.

Kamu memang obat. Kamu paling ampuh menyembuhkan rasa sakit itu. Tapi ternyata terlalu lama mengonsumsimu membuatku kecanduan dan over dosis. Kamu tahu, tidak enak rasanya kecanduan padamu apalagi jadi boneka-mu.

Yeah,
Kamu memang punya banyak boneka. Tiap tahun kamu akan mendapat beberapa. Betapa dunia ini baik sekali padamu. Tapi sayangnya tahun ini kamu mendapat boneka yang salah. Saya memang rapuh tapi tidak semudah itu terkoyak. Mungkin saya bisa sejahat Chucky dan berhenti jadi Bunny-mu. Saya tahu kamu selalu mendambakan Barbie itu. Dan sebuah boneka kelinci ini tidak mampu membuatmu bahagia.

Tapi kamu adalah obatku. Obat yang berhasil mengurangi rasa sakitku. Sekarang, saya akan ikut terapi untuk melepasmu. Melupakan semuanya dan berjalan sebagai orang yang baru. Boneka ini tidak butuh pemiliknya lagi. Ada yang membutuhkannya di luar sana. Terima kasih, karena kamu sudah membuangku ke panti asuhan untuk yang lain. Di sana, ada yang menantiku.

Dan saya yakin, "dia" tidak akan memperlakukanku seperti Boneka.

Love Story

Wedding oh Wedding...

Sabtu, Juni 05, 2010

Ini hanyalah mimpi seorang gadis. Seorang gadis yang ingin menemukan dan dicari Pangeran-nya. Dalam sisa-sisa kerapuhannya, si Gadis tetap berharap. Suatu saat, ada seorang pria yang datang dan berkata bahwa hanya dialah yang ada di hatinya. Dia akan datang dan bernyanyi seperti Adam Sandler di film The Wedding Singer. Dia akan menjaga Gadis itu seperti Jake menjaga Rose di film Titanic. Dia akan se-gentleman Richard Gere di film Pretty Woman. Sedangkan si Gadis? dia akan menjadi Putri Mia di Princess Diaries. si Gadis akan seperti Jane di 27 Dresses. Pangeran itu akan datang. Ya, si Right Man akan datang. Sekarang ini yang dibutuhkan si Gadis adalah BERSABAR.

Akhir-akhir ini, suasana dalam keluargaku diliputi kebahagiaan. Ini semua disebabkan rencana pernikahan salah satu sepupuku yang jika Tuhan berkenan akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Seluruh keluarga sudah mulai sibuk. Termasuk juga saya. Saya sibuk memikirkan model baju apa yang akan saya kenakan berhubung bentuk badan sudah tidak seperti dulu lagi. Jadi saya memutuskan untuk membongkar semua majalah-majalah lama maupun baru, minta saran Mami, kemudian menggabungkan pemikiran Ibu-Anak ini dalam satu sketsa gambar. Selain itu, karena pernikahannya juga akan diadakah di Pulau Dewata, maka saya pun sudah merencanakan setumpuk pakaian agak-setengah-minim untuk menghirup eksotismenya pulau ini. Who Knows, saya bertemu Pangeran saya di pulau ini.

Kembali ke soal pernikahan, saya suka acara pernikahan. Sungguh bahagia melihat 2 insan yang saling mencintai terpaut dalam ikatan suci pernikahan dan memulai hidup baru sebagai teman hidup. Selain acara makan-makannya yang ditunggu, saya paling suka bagian potong kue pengantin, bagian kissing-nya, dan tentu saja bagian utamanya : saat pengantin memasuki Gereja dan Gedung Resepsinya, Pengucapan janji nikahnya serta Pemberkatannya. Ada perasaan haru yang magis ketika kita melihat sepasang pengantin itu berjalan masuk diiringi musik yang romantis. Betapa bahagia, lucu, dan gugupnya pengantin saat mengucapkan janjinya dan kita pun seolah-olah merasakan kehadiran Tuhan saat pemberkatan pernikahan itu, saat tangan Pendeta dan Majelis tertumpang atas mereka. Setelah acara resepsi digelar, semua orang tahu apa yang akan terjadi setelah itu.

Lalu bagaimana dengan saya ? Saya juga ingin menikah. Semua orang tentu ingin menikah. Siapa yang tidak? Ok, mungkin ada yang memilih untuk tidak menikah karena suatu hal. Seperti para biarawan atau mungkin karena pengabdian akan keluarga dan pekerjaannya. Tapi saya ingin menikah dan sejak lama telah membuat list-list tentang "the day" itu. Pertanyaan-nya siapa yang akan menjadi "Mempelai Pria"-nya ?

Memikirkan siapa calon suami saya seperti memperkirakan kapan lagi gerhana matahari akan muncul. Sangat tidak terduga dan bisa terjadi kapan saja dengan siapa saja. Kita tidak tahu siapa jodoh kita. Bisa saja itu adalah orang yang telah lama dipacari, orang yang telah lama dicintai tetapi berpisah karena suatu hal, atau orang baru yang betul-betul muncul karena memang dia-lah jodoh kita. Semuanya bukan terjadi karena kebetulan tetapi karena... (saya benci menyebut ini) karena TAKDIR. Yeah, dalam kitab suci ditulis bahwa Tuhan sudah menuliskan garis hidup kita jauh sebelum kita lahir dengan rencana-rencana-Nya untuk kita. Jadi, apapun yang terjadi dalam hidupmu bukan karena kebetulan. Saya setuju akan hal ini. Saya tidak ingin pernikahan saya terjadi karena kebetulan dengan orang yang kebetulan. Tapi terjadi sesuai dengan rencana-Nya dengan orang yang dipilih-Nya untuk saya, serta pernikahan yang terencana dengan baik. Yeah, seperti lagunya Guns'n Roses "all I need is just a little patience..."



--------------------AMIN-----------------------