Kisah Perempuan

Percakapan Tentang Cowok-Cowok Gentle part.II

Minggu, Mei 30, 2010


Lagi...
Saya dan Indri kembali membicarakan tentang ke-gentle-an Pria Indonesia sekarang. Kami tidak menggeneralisir. Tapi kami melihat, mengalamai, dan merasakan realita yang ada. Dan hasilnya kami berdua kecewa. Kami yakin masih ada Pria Indonesia yang gentle di luar sana, tapi pasti sudah punya istri atau pacar. Sedangkan yang single bahkan tidak bisa memperjuangkan cintanya. Maka bacalah percakapan kami ini, dan betapa kecewa-nya kami akan warisan penjajahan yang kurang sukses.

Meike :
" Saya nonton film Speed yang dibintangi calon suami saya si Keanu Reeves dan
Sandra Bullock and you know what? si Jack Traven mati-matian
menyelamatkan Annie cewek yang baru 5 menit dikenalnya di bus yang dipasangi
bom. Saya tidak tahu cowok Indonesia yang idiot atau cowok-cowok Amrik sana yang
terlalu sentimentil ??????"

Indri :
" Ioooo.. sumpah keren banget ki si Jack d situ wee.. cowok banget gitu loh!!
mungkin ini lebih ke prinsip:
Pria-pria barat lebih berpikir seperti ini "no matter who i am, and who you are.. i don't care!! as long as i feel comfort with you"
dan laki-laki indonesia lebih berpikir seperti ini "edd.. barupi kenal. nasuruh meki antarki pulang.... nda ada bensin lagi"
mungkin ini lebih ke pendidikan kepribadian..
Sayang sekali, 3 setengah abad Indonesia dijajah Belanda.
tapi pria-pria Indonesia bahkan tidak belajar tentang sesuatu yang namanya "GENTLE"

Meike :
" Tuh kan....jangankan cowok-cowok barat, cowok-cowok Asia Timur juga banyak melakukan itu, contohnya film Meteror Garden, Endless Love, atau Hotelier, bahkan All about eve. Mereka rata-rata baru mengenal cewek itu bahkan sempat saling benci tapi nyatanya malah saling jatuh cnta sedangkan pria-pria kita ? kalau nda hilang ki diculik atau mungkin contoh nyatanya di block user di FB...hoaaaaaaaaaaa...."

Indri :
" Kalau mau selalu berpatokan sama film sih susah juga yah.
karena kalo filmnya Indonesia nda kalah 'gentle' ji tawwah cowoknya.
Contohny kayak film *berpikir sekian lama dan akhirnya tersadar, bahwa kalo di film pun ternyata imagenya cowok indonesia tidak bergeser dari yang sebenarnya di'.. haha
kambali lagi.. mereka lemah d kepribadian. Cengeng. Tidak konsisten sama pilihannya "ini sifat yang paling saya benci"
kalau yang satu jual mahal, cari yang banting harga! nda mau berjuang! capekmi tawwa berjuang lawan Belanda 3 setengah abad. :(
sumpah!! BT betulanka ketik ini!!"

Meike :
" SUMPAHHH!!! KETAWA NGAKAK K....
Kalau mereka suka mereka diam-diam ji dan
kita dibuat menunggu pas ada cowok lain yang berani lamar ki, patah
hati mi mereka. Salahkan mi lagi keadaan padahal mereka sendiri yang tidak
punya keberanian...

...tunggu dulu saya pikir tokoh-tokoh di film yang jadi ikon..

1. Si Doel. Hei sempurna mi ini cowok. Pintar, rajin , baik, dan
soleha. Tapi lihat, yang deketin malah si Sarah dan akhirnya jadi sama si
Sarah. Dari dulu feelingku yakin kalau si Doel sebenarnya cintanya sama si
Zaenab

2. Rangga. Weittzzz ini lagi tapi dia malah tidak lakukan apa-apa cuma
diam dan seolah-olah memberi perhatian. Ke Amrik saja pamitnya sama Cinta
hanya lewat surat.

3. Leo di film Badai Pasti Berlalu. Ini yang paling saya jengkel. Masa wee
dia kasih tinggal Siska karena Siska kena penyakit gula. Akhirnya Siska
kawin mi sama Helmi yang malah menyiksa Siska.

4.Gie. Ini juga parah. Dia kasih tinggal pacarnya demi idealisme.

film apa lagi??? kayaknya generasi terbaik sudah mati di zaman penjajahan. "


Indri :
" 1. Iyo itu Si Doel. Tokoh yang begitu bijaksana. DiCAP sebagai *duta anak betawi sy intelek!!
bisa jadi sarjana, di saat kebanyakan orang betawi waktu itu nda bisa. Begitu hebat memperjuangkan NASIBNYA SENDIRI. Tapi bahkan untuk memperjuangkan cintanya ke Zaenab. Lemah!! karena Zaenabnya sudah dijodohkan. Di saat itu, bersamaan datanglah Sarah (perempuan hedon zaman dulu) yang walaupun tidak seperti yang selalu dia idamkan. Gak papalah, yang jelas dapetinnya gak susah-susah amat kayak si Zaenab T.T

2. Rangga. Sekarang saya ngerti kenapa AADC dinobatkan menjadi film yang menandakan "ERA KEBANGKITAN FILM NASIONAL" bukan "ERA KEBANGKITAN PRIA NASIONAL" karena hanya memberi inspirasi kepada laki-laki Indonesia untuk membiarkan si perempuan menunggu. "come on!!! don't let her wait, just because you know she will"

3. Leo. Itu Leo dokter atau dukun?? dimana dia pasang otaknya itu. Dia
kira ini zaman purba?? helllooo!! Ilmu kedokteran sudah maju. Banyak
sekali mi solusi "kalaupun si Siska memang gula" dan meninggalkannya
tidak termasuk dalam solusi itu!! Kalaupun ternyata nda ada jalan. Yah,
nda usah punya anak toh!! adopsi saja. Susahnya otaknya bekerja!!

4. GIE. Hehh.. kayak perempuan racun bagi keidealisan-nya saja. Kalau
idealis, seharusnya ko juga bisa seidealis itu terhadap perempuan
PILIHAN-mu. Seperti idealisnya kau ke PILIHAN hidupmu. Idealis. Orang-orang
idealis cenderung muna' menurutku. Karena nda ada orang yang sanggup 100%
idealis. Jadi nda ada sebenarnya yang pantas bilang "SAYA IDEALIS"

Inimi kenapa pria-pria Indonesia idiot! karena bahkan refleksi seorang pria sempurna d film-film Indonesia pun CACAT!!"

Meike :
" SEDIH k lihat pria-pria Indonesia, mereka selalu bersembunyi dibalik "EGO" nya yang slalu diagung-agungkan. Saya sudah bilang kita berdua nda cocok sama pria Indonesia. Sudah semester depan saya mau kursus bhs.Inggris supaya gampang ngbrol sama calon suamiku. Tapi Oma buyutku saja dulu nda lancar bhs.Belanda bisa tonji married sama kompeni bahkan saya dengar-dengar saya, lebih cantik dari Oma Buyutku.Pasti juga dong saya bisa dapat Pria westren ini...ckckkck....
Kalau uang kita banyak, ayo buka sekolah kepribadian buat cowok. Mereka patut disekolahkan. Satu lagi, India juga lebih lama dijajah sama Inggris dan lihat betapa heroiknya cowok-cowok India memperjuangkan cintanya...."


Indri :
" Iyo betapa heroiknya pria India yang lama dijajah Inggris
se-heroik itulah Sultan Kelantan mempertahankan Manohara!!"


Meike :
" Iyo di dalam film pun jelas terlihat....
Betul wee....India dan Malaysia kan sama-sama dijajah Inggris. Atau apakah Belanda yang kurang gencar melakukan "kursus kepribadian para pria" di zaman dulu?
Soekarno pun yang dijuluki Bapak Proklamator Sang Revolusioner, pun playboy..!! dan lihat Hitler, sesadis-sadisnya Hitler dulu dia hanya dekat dgn satu wanita ji wee...bayangkan SATU WANITA ji...!!!!!"

Indri :
" Kelihatannya emosional sekali wall-nya yang tadi yah?
haha!
Iyyoo. Bapak Habibie ji mending-mending. Itu pun cacat. Bukannya membantu negara yang carut marut dengan kecerdasaannya, malah melarikan diri ke negeri orang.
Tapi memang Nobody's perfect lah

...oh iyo!!
itulah kata2 andalannya pria Indonesia!!
kalau pria barat bilang "you makes me perfect"
pria Indonesia bilang "nobody's perfect"
bilang meko kau!!
KECEWA SAYA!!"

Meike :
" Kau ji...saya apalagi...
Kita dekati, mereka bilang kita AGRESIF dan BUKAN PEREMPUAN BAIK-BAIK. Bayangkan wee...padahal kita PEREMPUAN-PEREMPUAN HEBAT CALON IBU NEGARA YANG MEMILIKI RIWAYAT BOBOT, BIBIT, BEBET YANG FANTASTIS !!!!
selalu itu andalahnya kayak lagu andalannya juga "Tidak semua Laki-laki bersalah padamu, contohnya akuuu....." baru apa sama semua ji. Yang cakep, kaya, playboy sama yang jelek, miskin, dan baik sama ji semua..."

Indri :
" Iyoo sepertimi itu lagu :
"bukan salahmu, apa dayaku, mungkin benar cinta sejati tak berpihak pada kita"
ehh.. dodo' ehh..
ini mi ini.. sudah lagunya booming lagi!!
saya suka ji juga iya hehe...tapi lihat meko ternyata selera orang Indonesia terhadap lagu pun tak jauh berbeda dengan film. Bagaimana ini negara mau maju. Dari lagu, film, sampai realita sudah merefleksikan bagaimana orang-orang Indonesia khususnya pria itu malas!"

Meike :
" Lebih parah lagu yang ini "Biarkanlah cinta tak berbalas bila memang harus kunikmati cinta hanya sebatas mimpi...." saya juga suka tapi...edd..bukannya jadi semangat malah mau bunuh diri...hahahaa...
saya sudah block 2 orang yang komen statusku...nda penting dan sok kenal sama saya...!!!"

Indri :
" Iyoo..hahahah.. kalau dipikir-pikir ini mungkin bedanya kita sama teman-teman yang lain *suka nge-block orang.
Siapa tahu salah satu jodohta' wee. hahahahhahah"

Meike :
" Tidak ji kayaknya. Cinta Abadi yg Terlukaku sudah block ma dari dulu dan cowok-cowok yang saya block ini tidak pantas dijadikan gebetan apalagi pacar....
Btw, saya tadi nonton Kabhi Alvidha Nah Kehna. Saya suka karena ternyata endingnya si Cewek yang mengejar sang Cinta Sejatinya dan bagusnya lagi sang Cinta Sejati juga balas mencintainya dan memeluk serta menciumnya. Tidak kayak disini yang mungkin kalau nda diteriaki perempuan sial atau dilempari koper...."
*emosi tengah malam..."

Indri :
" Tidak mungkin laki-laki Indonesia mau lempari ko koper. Takut memang mi rusak kopernya. Kan mereka pehitungan, biar emosi tetap hitung-hitung-an.
iyo wee!! haruski mengejar. Kayak saya mi sama Pak Haji. Pak Haji bilang begini bede
"kejarlah daku, kau kutangkap!" assoy!!!"

Meike :
" Iyo wee.....tawuran sj pakai batu. Takut ki kalau pakai tangan kosong. Nanti manicurex rusak...haha...
Semoga Pak Haji kayak Deddy Mizwar di film itu, jangan kayak Pelaut Angkuh na block user ko...hahaa..."

Indri :
" Cocokmi! saya Sarah yang mau meneliti kehidupanya Rano Karno.."

Meike :
" Sudah 3 orang saya block...ckckck...
saya sih tidak mau jadi Sarah yang meneliti kehidupannya Busy Guy yang rada mirip Rano Karno di Si Doel....hahaha. Tapi untuk saat ini begtu dulu sambil menjalankan sebagai Rahmi yang menunggu Nemo....ahhahaaa...
Kecewa k. Secepatnya saya lulus kuliah deh biar bisa lanjut ke Jogya...!!! doakan ya.."

----To be Continued---

Special Moment

Tawuran antar Fakultas vs Cowok-Cowok Gentle....!!!??

Selasa, Mei 25, 2010

25 Mei 2010

Akhirnya saya bisa merasakan menjadi anak Kampus Merah seutuhnya. Yah, saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri tawuran antar fakultas antara Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial ( FISIP, EKONOMI, SASTRA, dan HUKUM). Banyak persepsi tentang hal ini. Ada yang bilang ini adalah budaya yang sulit dihilangkan. Ada juga yang bilang ini acara agenda para mahasiswa yang "aneh".

Saya pun awalnya tidak menyukai ini. Sangat mengganggu aktivitas perkuliahan. Sarana fasilitas kampus juga banyak yang rusak. Ujung-ujungnya citra Kampus Merah semakin menjadi santapan media yang terus-terus mengekspos berlebihan. Padahal tidak sedikit juga prestasi Kampus Merah yang tak kalah dengan Universitas negeri lain di penjuru nusantara ini.

Tapi, hari ini entah mengapa jadi berbeda. Saya yang awalnya ketakutan dan bingung (terima kasih buat Titah yang menyelamatkanku) akhirnya merasa bahwa tawuran ini sama seru-nya dengan nonton pertandingan basket. Saya dan beberapa sobat-sobat saya naik ke lantai 2 dekat kantor Fakultas Farmasi dan menonton sambil sesekali memberi dukungan buat kawan-kawan yang sedang adu batu di bawah. Saya pun sebenarnya malah ingin ikutan, tapi Mbak Vivi mengancam ' Awas ko Meike nah, kalau ko berani begitu, Saya nda bicarai ko..."
dan saya tidak mau hal itu terjadi.
Tawuran ini membuat saya merasakan satu hal. Saya merasa menjadi bagian dari mereka. Merasa in-group dengan mereka. Saya menjadi bagian dari mereka begitu pula sebaliknya.

Lalu apa hubungannya dengan cowok-cowok gentle yang menjadi idaman setiap para wanita. Simak saja percakapan saya dengan Indri di bawah ini (melalui FB) :

Indri :
"Saya dilahirkan untuk Ainun, Ainun dilahirkan untuk saya" _BJ Habibie

tak perlu jauh-jauh ke inggris untuk menemukan pria seperti itu

Meike :
maklum cowok-cowok dulu betul-betul yang tulus dan rela berkorban sekali wee...(remember film2nya Rhoma Irama dan Roy Marten)..Nah sekarang, kayaknya lebih mudah menemukan jarum di antara setumpuk jerami daripada menemukan cowok kaayk gitu di era Internet gini...tragis...

Indri :
Jadi sekarang pilihan kita hanya 2:
a. terbang ke Inggris, dan mencari pria-pria gentleman nan gagah berani
b. mengalihkan pandangan pada kakekk-kakekk seumuran opa habibie

i choose the first :D

Meike :
Atau...
C. Tiba-tiba mndapatkan tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan masa depan yang cerah serta digaji ribuan pound kemudian bertemu pria bule yang baik dan romantis serta tidak ateis...
I choose this....sepertinya saya tidak punya hubungan yang baik dgn pria-pria Indonesia dan mereka juga tidak menyukai saya ketika saya menjadi diri saya sendiri...So, ekstrovert kayak saya mending jadi istri ekspatriat saja..
atau
D. Tuhan begitu kasian melihat saya,,,lalu mengirimkan malaikatnya satu sebagai pria Indonesia yang walaupun tidak sesempurna Superman, he loves me just the way I am,.....( menurutmu?)

Indri :

Saya sih pilih C. kalau bisa dapat yang impor, kenapa mau lokal?
kualitas jelas beda.
saya juga kayakny lebih cocok dengan makanan barat..

saya agak pesimis dengan pria indonesia..
...contohnya tadi siang:
dia yang paling keras teriakannya, dia paling duluan lari, padahal batu saja belum dilempar..
kasihan.. mental krupuk..
bagaimana mau jadi kayak habibie yang setia sampai mati.
jangan-jangan nanti, saya kena cacar sudah dtinggal.

saya jadi berpikir, kalau saya banyak duit, mau buat sekolah kepribadian pria.
supaya laki-laki Indonesia tidak kalah sama pria Inggris

Meike :
benar kan....rada-rada mustahil wee....

Tapi rupanya tidak semua pria Indonesia bgtu, contohnya :
1. saat temanku ambil gambar di tengah lapangan, pas batu sudah beterbangan....ada seseorang yang berteriak " wanita...mundur semua..."
2. saat T***** sdh mulai menembus bts jembatan T....saya yang sedang berada di lantai 2, disuruh sembunyi sama seorang bapak di balik tripleks bekas inaugurasi....

saya sudah hampir optimis bahwa pria-pria Indonesia begitu gentle seperti pria Inggris, sampai saya sadar saya malah memaksa dengan memasang wajah sedih teman pria saya supaya mau menemani saya sampai ke depan parkiran, jaga-jaga siapa tahu saya digoda-godain gitu....haizzz.....susah wee...

Indri :
Kalau cuman suruh "wanita mundur!" tidak perlu gentleman Meike, bencong juga bisa. Ngomong doang kan. Dia lindungiko pakai tenaganya? Tidak kann..

See, begitu minta bantuan tenaganya sedikit saja buat temani ke parkiran, susahnya. Kayak parkiran di pintu 1 saja.

Ingatko, betapa gigihnya seorang Jack selamatkn Rose. Tidak peduli sama dirinya sendiri..
...
Well, tidak perlu kayak gitu-gitu juga sih.
Cukup hargai kami sebagai wanita dan hargai diri anda sebagai pria.. Itu saja. Cukup..

Meike :
Yah, ironisnya malah bapak-bapak yang suruh saay sembunyi, cowok-cowok yang kebetulan ada di lantai 2 didn't nothing sambil berusaha menyelamatkan dirinya sendiri....
mungkin tokoh-tokoh seperti Jack, Romeo, dkk adalah bentuk kontradiksi dengan kenyataan yang ada....
bayangkan, Jack rela menyelamatkan Rose yg baru dikenalnya 2 hari, sedangkan cowok yang saya kenal hampir 7 bulan tidak pernah menepati janjinya membelikan ice cream....bayangkan cuma ice cream...saya nda minta berlian kok...

---------to be continued------------

Kisah Perempuan

Tentang Perempuan Berkerudung...

Kamis, Mei 20, 2010


Umurku masih 7 tahun ketika aku menyukai sosok perempuan berkerudung itu. Gayanya yang luwes, suaranya yang merdu, serta kepandaiannya menghidupkan suasana. Dialah Suster Elizabeth. Beliau adalah biarawati pertama yang aku kenal. Biarawati yang mengajari kami agama Katholik. Biarawati yang mendamaikan aku ketika berkelahi dengan Maria Regina dan Mirachel Jean waktu SD. Beliau adalah biarawati pertama yang menjadi idolaku.

Aku tidak pernah melupakan cara beliau dalam mengajarkan agama pada kami. Ia mengajarkan kami dengan gayanya yang khas. Kadang ia menirukan tokoh-tokoh dalam Alkitab. Kadang pula ia bersikap serius . Suster Elizabeth yang mengajak dan mengajarkanku untuk tampil di depan umum membacakan kitab suci setiap misa Jumat pagi. Beliau yang mendorongku untuk tampil walau aku terus menolak karena aku bukan Khatolik. Beliau tidak memusingkan hal itu. Sepertinya Suster Elizabeth punya feeling akan jadi apa anak ini nanti. Mungkin ia akan jadi pembicara ulung karena buktinya sekarang aku masuk jurusan komunikasi ( apa hubungannya?.) Selang beberapa waktu kemudian Suster Elizabeth harus meninggalkan kami. Beliau diutus oleh Tarekat untuk mengabdi di tempat lain. Kami, anak-anak yang menyukai Suster merasa sangat kehilangan. Beliau memberikan kenangan indah bagi kami.

Bayangan Suster biarawati yang kejam mulai menggantikan bayangan Suster biarawati yang baik hati. Hal itu berubah ketika sang suster berganti wujud. Lebih tegas, lebih keras, dan tanpa senyum manisnya. Suster Vinsensia. Beliau adalah kepala sekolahku di SLTP. Wajahnya sebenarnya cantik. Tapi beliau tidak pernah senyum. Aku masih ingat ketika beliau mendapati kami sekelas ribut sewaktu tidak ada guru yang mengajar. Beliau memukul bokong kami dengan jangka kayu era zaman belanda, tak peduli laki-laki atau perempuan. Alhasil selama 3 hari, kami sekelas tidak pernah berjalan lurus dan duduk selalu serong ke arah kanan.

Belakangan aku malah menyukai suster ini karena di akhir masa SLTP-ku aku malah akrab dengan beliau. Aku masih ingat ketika suatu ketika aku duduk menghadap beliau dan ia menanyakan hal ini padaku :


“ Meike mau kuliah di mana nanti?”
“Saya mau kuliah di jurusan Komunikasi Suster, mungkin di Unhas..”
“Wah, Meike mau jadi wartawan ya?”
“Saya mau jadi jurnalis Suster. Mau kerja di Cosmopolitan…”
“Wah, bagus itu. Kamu sudah tahu apa yang kamu tahu. Kebanyakan anak-anak seusiamu belum memikirkan hal seperti itu. Kamu harus meraih cita-citamu ya. Buat orang tuamu bangga. Terlebih lagi pakai hidupmu buat memuji dan melayani Tuhan…”
“Hehehe….makasih suster. Doakan saya ya suster..”
“Suster selalu mendoakan."



Tiga bulan kemudian, aku lulus dari SLTP dan melanjutkan ke SMU. Disana aku bertemu dengan kepala sekolah yang baru. Suster ini juga tidak kalah cantik. Dibanding Suster Vinsensia, dia jauh lebih murah senyum. Malah kadang beliau suka senyum-senyum sendiri. Wajahnya menampakkan sinar keibuan. Orang tua murid yang melihatnya pasti punya anggapan yang sama “ Sustermu baik di’…”

Tapi itu kesan pertama.
Selanjutnya Suster Leony a.k.a SuLe telah menjadi momok dalam kehidupan 3 tahun SMA-ku. Bukan cuma aku saja tapi semua siswa yang merasakan rezim-nya.
Margaret Thacher dalam wujud biarawati. Sumpah! Memerintah dengan tangan besi. Mengubah indahnya kehidupan SMA seperti di penjara. Tapi, itu bukan point pentingnya. Mungkin itu adalah cerita lucu yang nanti akan aku kenang. Tentang bagaimana aku dan teman-temanku selalu melanggar peraturan dan most wanted student kalau ada pemeriksaan baju. Bukan itu intinya. Berkat Sule, kami menjadi orang-orang yang tangguh. Kami dididik kuat secara mental. Itu adalah bekal indah yang diberikan Sule bagi kami.



“…Perempuan-perempuan ini dengan sukarela menanggalkan kehidupan mereka yang mapan, menyangkal dirinya, dan menjadi papah untuk melayani sesama manusia demi cintanya kepada Kristus…”




Dedicated to Sr. Elizabeth, JMJ, Sr. Vinsensia Siunta, JMJ, dan Sr. Leony Taroreh, JMJ

Cerita Lagu

The Long and Winding Road....

Selasa, Mei 18, 2010

Baru-baru ini mengobrak-abrik lemari kaset punya Mami. Dan tebak, saya menemukan kumpulan lagu The Beatles yang sudah tidak mungkin diputar. Kemudian, saya membuka sampul albumnya, membaca-baca judul-judul lagunya, sampai mata saya tertumbuk pada satu judul lagu. Judulnya 'The Long and Winding Road. Dari liriknya sangat menyentuh dan sangat GUE BANGET gank....hiks..hiks...
Langsung saja saya search di 4shared dan mendapatkan lagu ini. Sumpah! musiknya pun syahdu sekali. Pas dengan liriknya :

The long and winding road
That leads to your door
Will never disappear
I've seen that road before
It always leads me here
Lead me to your door.

The wild and windy night
That the rain washed away
Has left a pool of tears
Crying for the day.
Why leave me standing here?
Let me know the way.


Many times I've been alone
And many times I've cried,
Anyway you've always known
The many ways I've tried.


And still they lead me back
To the long, winding road
You left me standing here
A long, long time ago
Don't leave me standing here
Lead me to your door.

But still they lead me back
To the long winding road
You left me standing here
A long, long time ago (ohhh)
Don't keep me waiting here (don't keep me waiting)
Lead me to your door. (yeah yeah yeah yeah)

Tuh kan....saya mau menangis lagi, jadi ingat efek-efek patah hati-ku di masa lalu...

Special Moment

My 19....

Senin, Mei 10, 2010


Masih teringat dengan jelas saat ulang tahun saya yang ke-18, 9 Mei 2009. Dengan tegas saya menulis " 18 itu Realistis..." di hampir semua status-status saya di dunia jejaring sosial. Ya, di umur 18 saya banyak belajar menjadi orang yang realistis. Belajar menghadapi kenyataan serta bagaimana mengatasinya. Menurut saya sendiri, dalam usia 18 tahun saya sudah cukup belajar menjadi orang yang realistis, walaupun tentu saja tidak 100% berhasil. Selalu saja perasaan atau emosi yang bermain. Hingga kemudian saya tersadar, "Hey, I've been through this..."

Sekarang, tanggal 9 Mei 2010. Tuhan masih mengijinkan saya menapaki satu anak tangga kehidupan, di tangga ke-19. Ya, dan 19 itu haruslah lebih baik dibanding 18.

19 itu BERDIKARI. Berdiri di atas kaki sendiri. Belajar tidak bergantung pada orang lain. Sungguh, ini tidak mudah. Saya selalu bergantung pada orang lain. Saya tidak bisa mandiri 100%. Saya seperti kehilangan sebelah kaki saya, sebelah tangan saya, atau sebelah mata saya jika tanpa kehadiran orang lain. Saya selalu ingin ditemani. Temani kesana atau kesini. Tidak bisa tanpa ditemani. Oleh karena itu, di usia 19 tahun, saya ingin bisa bergantung dengan diri saya. Saya ingin sekali-kali menghabiskan waktu dengan diri saya sendiri. Ini memang tidak mudah, tapi saya akan coba. Saya bukan bermaksud menjadi individualis. Tentu saja, saya akan bersama teman-teman saya dan melakukan hal bersama-sama dengan mereka. Tapi, saya akan coba untuk tidak bergantung dengan mereka. Yah, BERDIKARI !

I will do that...!!!

Di ulang tahun saya yang 19 ini, banyak hal-hal lucu, aneh, dan mengharukan yang terjadi. Sungguh ini adalah salah satu moment penting dalam hidup saya :

1. I'm not a Girl not yet a Woman. Sepertinya judul lagu Britney ini sedang "gue banget"-nya. Di umur ini, status saya tidak jelas. Remaja bukan, dewasa pun bukan. Walau secara psikologis katanya batas maksimum usia remaja adalah 23 tahun, tapi tetap saja rasanya berbeda. Status saya rada-rada tidak jelas...hahahaa...

2. Surprise dari Mom and Dad.
Ini sejarah! Sekitar jam 5 subuh tanggal 9 Mei, Mami dan Daddy saya mengucapkan selamat ulang tahun sambil memnyanyikan "Happy Birthday". Mereka berdua masuk ke kamar saya dan menyanyikan lagu itu serta menciumi kedua pipi saya. Saya yang masih setengah sadar, masih bingung apakah ini mimpi atau kenyataan. Besok paginya, ketika habis pulang Gereja, saya bertanya pada Mami tentang kebenaran itu dan Mami saya menjawah " IYA "
I'm so happy...!!! hahahaha...

3.Telepon Selamat.
Saya mendapat telepon ucapan selamat ulang tahun dari best friend saya tepat jam 12 malam. Erwin dan Maria. Kami bertiga ngobrol sampai pulsa habis. hahhaa....Lalu sms ucapan selamat dari kembaran sehati-sepikir-dan yeah senasib, Indri. Telepon yang susah masuk dan diakhiri dengan sms dari Tirta. Hugo yang menelpon langsung dari Canberra. Dan, Host a.k.a Silvana yang menelepon dari Kendari.


4. Surprise dari Teman-Teman kuliah.
Ya, saya dibuat menangis dengan dikerjai oleh teman-teman serta senior saya hari ini (10/5). Ceritanya sore ini kita dipanggil pengurus untuk ditanyakan masalah Follow Up FIGUR. Nah, disinilah Kak Ayu, Kak Qbond, Kak Ety, Kak Uchu, Kak Fari, dan Kak Cici memarah-marahi kami. Dan saya sebagai tertuduh! Saya dibilang tusuk senior dari belakang-lah, terus katanya tidak mau kerja FF karena tidak dibayar-lah, dan tidak tahu apa tugasnya di FF. Apesnya, saya memang beberapa kali tidak datang rapat. Dan sempat sedikit berkelit bahwa semua tuduhan di atas tidak pernah saya lakukan.Tapi tetap saja dibombardir oleh kakak-kakak ini. Saya sudah hampir saja menangis, tapi setengah mati saya tahan dan yang keluar malah ketawa karena Kak Fari dan Kak Cici yang ceritanya memarahi saya malah seperti melawak. Dan Ketika Kak Uchu juga kembali memarahi saya, sudah...hampir saja pertahanan saya bobol. Tapi, kemudian dia memberikan saya kertas absen yang semua teman-teman saya yang menandatangi(saya tidak diperbolehkan mengabsen karena terlambat, saya pergi pipis dulu sebelumnya)dan voila....ada tulisan "Happy Birthday, Meike..."
langsung saja saya menangis saking terharunya. Terima kasih buat : Titah, Mbak Vivi, Mymy, Widy, dan Chiko sebagai tersangka utamanya. Buat Kak Uchu yang aktingnya asli antagonis sekali, Kak Ety yang sampai lempar-lempar HP-nya, Kak Qbond yang aktingnya tidak kalah sama Moudy Wilhelmina, Kak Fari dan Kak Cici yang tadinya mau memarahi tapi malah melawak dan Kak Ayu dengan kata-kata pedis-nya, asliiiii...hahaha. Teristimewa buat teman-teman angkatanku, CURE 09 : Cubo, Gina, Inha, Dayan, Sakinah, Erbon, Sari, Rina, Ratna, Alien, Unie, Nadir, Atto, Putra, Ari (Maaf, berdasarkan absen yang saya simpan sebagai kenang-kenangan). Serta semua teman-teman yang memberi ucapan selamat.
I LOVE YOU, ALL..........

Special Moment

Ini tentang seorang Indri Iswardhani...

Minggu, Mei 02, 2010


Pernahkah anda bertemu dengan seseorang yang mirip dengan anda? Bukan secara fisik, kalau secara fisik bisa saja itu saudara kembar atau mungkin kalian bersaudara namun terpisah saat lahir. Kemungkinan terburuk salah satu dari ayah atau ibu anda yang berselingkuh. Bukan.

Orang ini begitu mirip dengan anda, baik secara pemikiran dan respon anda. Walau mungkin pasti ada perbedaan, tapi orang ini memang mirip dengan anda. Bahkan sahabat anda sendiri berkata demikian. Dan orang yang anda pikir mirip ini juga mengakuinya. Saya menemukan satu dalam 18 tahun hidup saya. Saya menemukan refleksi diri saya dalam wujud lain. Yah, saya berhasil menemukan Indri Iswardhani di antara tumpukan manusia-manusia yang bersembunyi di jerami dunia ini.

Perkenalan pertama kali hadir dari sahabat saya Tirta, Maria, dan Kemas yang kebetulan satu Jurusan dan mengenalkan saya kepada Indri. Awalnya saya agak sedikit cemburu, siapa sih orang baru ini...???
Sepertinya dia sangat dekat dengan sahabat-sahabat saya. Maka dengan rasa penasaran, saya meng-add dia dalam sebuah situs jejaring sosial.

Inilah kalimat pembuka dari sapaan di FB :


Meike
Halo...halo...thx sdh d confirm ya...slm knal...

Indri
halo juga.
Salam kenal juga.
Temanny tirta toh?

Meike
Iya sobatnya tirta sm maria.....mg2 kita bs jd tmn yg baik...

Indri
iya :D
kata2mu bknka tringat sm wallny tirta k kemas, waktu baru knl. Hha*


Lalu mengalirlah pembicaraan wall-wall ini. Nothing special, ini hanya perkenalan biasa dua orang yang dihubungkan dengan orang lain.

Waktu terus berjalan, saya dan Indri pun akhirnya bertatap muka. Kami memulai pembicaraan dengan hal yang ringan, hingga saya sadar telah salah menilai orang. She's nice.

Tentu saja, masih segar dalam ingatan mengenai Cinta Dangkal yang pernah saya, Tirta, dan Maria alami. Walaupun hampir sepenuhnya berakhir. Tapi, gara-gara kejadian itu, saya malah lebih akrab dengan Indri. Siang itu, di Mushollah Ekonomi, Maria yang meminjam buku saya yang berjudul He's Just Not That Into You dilihat Indri dengan tatapan ingin-baca-juga. Selang waktu sejak saat itu saya menerima wall dari Indri :


" sy terbangun dari tidur sy yg pulas gara2 nyamuk
dan terpanggil untuk membaca buku anda.
sy rasa itu cukupp membantu
untuk satu chapter yg sudah sy baca, terima kasih banyak :D
maaf kalau sy lagi lebay.
sindrom patah hati."


Lalu saya pun membalas wall tersebut :

" Saya pun merasa kan hal yg sama ketika terpanggil untuk membeli buku ini dan betapa terkejutnya saya ketika tahu buku ini difilmkan......Anda akan merasa terbantu dengan buku ini setelah anda selesai membacanya...Buku ini membuat betapa Istimewa dan Superpowernya Anda.....semoga Anda merasa jauh lebih baik setelah membaca kepingan kecil dari buku ini...(btw, what happen dgn Pria Soleha???) --- maaf, agak lebay, saya juga sedang mengalami sindrom pth hati yg berkepanjangan....---"

( Saya berani bertaruh, Indri pasti tak menyangka akan mendapat balasan wall seperti itu. Biasanya orang akan membalas biasa saja, seperti : "Iya, sama-sama" atau "Memang bagus kan bukunya...".
Tapi balasan ini memang berbeda. Yeah, dari wall itu saya akhirnya tahu bahwa gadis manis ini adalah refleksi diri saya. Saya juga yakin Indri pun begitu, seperti membalas wall dengan diri sendiri barangkali...hehehe..)

Setelah itu mengalir-lah pembicaraan saya dengan Indri untuk membahas masalah ini. Saya pun menemukan banyak kesamaan dengannya. Sama-sama pintar, sama-sama cantik, sama-sama suka Camba-Camba, tertarik dengan hal-hal sosial (masalah Perempuan), sama -sama suka catok tapi hanya di poni saja, punya kisah cinta yang hampir sama, punya masalah yang sama, dan sama-sama lajang...hahaa...

Saya, akhirnya tahu mengapa sobat-sobat saya suka bergaul dengan Indri. Karena Indri mengingatkan mereka pada saya. Saya pun beruntung bisa menemukan Indri. Saya bahagia bisa menemukan sahabat baru. Bahkan sahabat saya Erwin, juga cepat sekali akrab dengan Indri. Mungkin kami berdua memiliki minat dan bakat yang berbeda, tapi itulah yang menjadi ciri khas kami dan membuat kamu saling mengisi. Sahabat itu bukan menemukan orang yang bisa diajak bersenang-senang, tapi orang yang mau merasakan susahnya kehidupan bersama-sama.

Senang bisa mengenalmu, temanku Indri Iswardhani.