Cerita Lagu

Turn Me On

Sabtu, Desember 31, 2011



Turn Me On
by : Norah Jones

Like a flower waiting to bloom
Like a lightbulb in a dark room
I'm just sitting here waiting for you
To come on home and turn me on

Like the desert waiting for the rain
Like a school kid waiting for the spring
I'm just sitting here waiting for you
To come on home and turn me on

My poor heart, it's been so dark
Since you've been gone
After all, you're the one who turns me off
You're the only one who can turn me back on

My hi-fi is waiting for a new tune
My glass is waiting for some fresh ice cubes
I'm just sitting here waiting for you
To come on home and turn me on, turn me on




PS : Will you make "turn me on" again?

Life Story

This Christmas

Selasa, Desember 27, 2011


Natal bukan hanya sekedar hari raya yang dirayakan semeriah mungkin dengan kado dan pesta. Natal lebih dalam daripada itu. Sebelum masuk ke hari Natal, akan ada minggu-minggu Advent (masa penantian) dimana umat Kristen sepatutnya memaknai perjalanan hidupnya sebelum kedatangan Tuhan Yesus. Saya pun begitu.


Saya bukan orang yang sangat religius. Namun, saya ingin dekat dengan Dia. Dan keinginan untuk berdekatan dengan Dia itu bukankah ibadah juga?

Be carefull with what you pray. Itu adalah kalimat yang entah dimana saya dengar, namun berkesan. Suatu masa, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberi saya seseorang yang mencintai dan menerima saya apa adanya. Dan dia memberikannya. Namun, saya tidak mengerti mengapa Tuhan memberikan "dia" dalam perbedaan. Beberapa waktu kemudian, saya mengetahui kalau saya menerima tugas perutusan saya untuk menyelamatkannya. Dan dia sendiri, menerima tugas perutusannya untuk menyelamatkan saya.

Tentu saja, kita semua ingin kisah cinta yang mulus. Tapi ternyata, kisah cinta tidak selamanya mulus seperti jalan tol. Perlahan-lahan kami saling memegang pundak untuk bisa melewati kerikil di jalan percintaan kami. Mulai dari LDR, masa lalu yang membayangi, sampai urusan menyangkut masa depan. Namun, kami berdua melaluinya. Saya bertahan, demikian juga dia.

Suatu saat, saya berdoa kepada Tuhan. Saya meminta agar jarak di antara kami dihilangkan. Tuhan mengabulkannya. Akhirnya, kami bisa berpijak di tanah yang sama. Kami melakukan banyak hal bersama-sama. Untuk beberapa waktu kami seperti pasangan normal pada umumnya.

Lalu, saya berdoa. Dia pun juga berdoa. Kami ternyata mendoakan hal yang sama. Tuhan, tuntun kami untuk saling menjaga. Dan, Tuhan mengabulkannya.

Kami benar-benar saling menjaga. Beberapa peristiwa yang terjadi kemudian membuat kami akhirnya benar-benar membangun pagar untuk saling melindungi. Namun ternyata, pagar-pagar itu tanpa disadari membuat kami terluka. Saling menyakiti satu sama lain.

Inilah yang saya maksud, "Hati-hatilah dengan apa yang kamu doakan."

Lalu apa hubungannya dengan Natal?
Semua peristiwa itu terjadi di masa advent. Benar-benar suatu masa yang penuh dengan rajam pencobaan. Sarat dengan pemaknaan hidup. Terlalu banyak pertanyaan yang jawabannya belum ditemukan.

Saya pun menanyakan pertanyaan kepadanya, "Untuk apa kita berjalan dengan sebelah sepatu kalau kita memiliki pasangannya yang lain?" Bukannya berjalan dengan sepasang sepatu jauh lebih nyaman ketimbang hanya sebelah saja?

Natal kali ini memang berbeda.
Ada misi yang belum selesai dijalankan dan ada visi yang belum terwujud. Tuhan ingin kau merubahku menjadi lebih baik dan Tuhan ingin aku merubahmu menjadi lebih baik. Itulah sebabnya mengapa kita dipertemukan. Kita disatukan.

Jadi, maukah kau memakai pasangan sepatumu lagi?



Merry Christmas,
God bless Us





*ditulis sambil dengar lagu Have Your Self A Merry Little Christmas

Special Moment

Me, My Mom, and Mr.Big

Selasa, Desember 27, 2011




Menjelang Hari Ibu, saya dan Mami menonton konser bersama lagi. Kali ini kami menonton konsernya Mr.Big pada 10 Desember 2011 yang lalu. Mami menyukai band ini karena selain lagu-lagunya bagus juga merefresh memorynya untuk kembali ke masa dimana ia masih menyiar di program segmentasi anak muda dulu. Hmm...lebih dari satu dekade yang lalu. Sedangkan saya sendiri, karena saya memang menyukai lagu-lagunya Mr.Big, kagum akan vokal Eric Martin dan permainan gitar Paul Gilbert. Meski sebelumnya saya sempat sakit tapi demi nonton konser ini saya mati-matian menguatkan fisik kembali supaya bisa menontonnya. Kapan lagi bisa nonton Mr.Big di Makassar? Hehe..


Jadi, bagaimana perasaanmu kalau biasanya kau hanya mendengarkan lagu Wild World, To Be With You, atau Just Take My Heart di player dan sekarang kau bisa mendengarkannya secara live dan dinyanyikan langsung oleh penyanyinya. It can bring a tears, fellas ^^




The Concert





PS : foto kami berdua di depan backdrop Mr.Big sempat dipajang di big screen selama konser loh...hehehe...:D

Special Moment

I Want My Santa Clause Back!

Kamis, Desember 08, 2011

"...He's making a list
He's checking it twice
He's gonna find out
Who's naugthy or nice..."
(Santa Clause is Coming To Town )

Jika kamu merayakan Natal kamu akan mengerti mengapa Santa Clause begitu berkesan bagi yang merayakannya.

Waktu saya kecil saya hanya tertarik dengan kado-kado yang akan saya terima nanti. Saya telah membuat daftar barang-barang yang saya inginkan tanpa tahu bahwa ini adalah "kerjaan" orang tua saya.

Lalu, Desember datang.
Saya sudah mengenakan baju terbaik saya untuk bertemu dengan Sinterklas. Dengan masih mengisap jari, saya yang masih berumur tiga atau empat tahun pun sudah menanti kedatangannya. Di gedung paling mewah di kota ini saat itu (sekarang gedung itu sudah dihancurkan), kami anak-anak kecil sudah mengantri ingin bertemu Sinterklas.

Setelah menunggu sekian lama, datanglah rombongan Sinterklas dan Zwarter Piet. Perlu diketahui Santa Clause di tiap negara memang berbeda rupanya. Karena kiblat kami ke Belanda maka pemakaian sebutan Santa Clause menjadi Sinterklas mengikuti ejaan Belanda. Sinterklas mengenakan jubah merah putih dengan salib besar di dadanya lengkap dengan topi salib seperti punya Paus dan tongkat gembala. Ini berbeda dengan tradisi Amerika yang mengenakan celana merah, baju merah lengan panjang, topi, dan membawa karung merah berisi kado-kado. Namun, baik Santa maupun Sinterklas keduanya sama-sama berambut putih panjang dan berjenggot putih.

Sosok Zwater Piet adalah sosok yang menakutkan di mata kanak-kanak saya. Ia sangat menyeramkan, hitam, bibrnya merah, suka bawa karung dan sapu lidi. Anak-anak nakal akan dimasukkan dalam karung dan dibuang di laut oleh Om Piet, panggilan Zwarter Piet. Lewat kedua sosok inilah saya merasakan dua kejadian pertama dalam hidup saya. Pertama, saya tahu kalau ada orang baik dan orang jahat. Kedua, saya mendapatkan pengalaman ketakutan untuk pertama kalinya.

Sinterklas akan memanggil nama kami satu-persatu. Lalu memberikan nasihat untuk jangan melawan papa-mama dan rajin sekolah minggu. Lalu, Om Piet akan menggertak kami jika ada catatan bahwa si anak memiliki kebiasaan buruk atau kenakalan.

Saya tidak nakal tapi saya memiliki kebiasaan buruk. Saya masih mengisap jempol saya hingga umur 3 atau 4 tahun. Dan untuk menghilangkan kebiasaan itu, Om Piet adalah solusi yang tepat. Saya ingat saya menangis ketakutan ketika dibentak oleh Om Piet. Anda lihat foto di atas? itu adalah foto saya ketika mengikuti acara Sinterklas. Tidak ada anak kecil yang wajahnya beres setelah difoto dengan Sinterklas. Sidharta bilang saya terlihat depresi di foto ini.

Percaya atau tidak, gertakan Om Piet manjur luar biasa. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi menghisap jari. Bahkan sampai saya lulus SD pun saya masih percaya tentang keberadaan Sinterklas dan Zwarter Piet dan masih takut setengah mati untuk bertemu dengan Om Piet.

Setelah beranjak remaja, saya baru mengerti makna dibalik keberadaan Sinterklas dan Om Piet. Mereka memang hadir untuk merubah sesuatu. Sesuatu yang buruk yang ada dalam diri kita. Hadiah ataupun kado tak lebih daripada bonus.

Jika kamu merayakan Natal kamu akan mengerti mengapa Santa Clause sangat berkesan bagi kami. Santa Clause atau Sinterklas selalu membawa keceriaan. Kedatangannya selalu dinantikan. Seolah-olah ada impian yang menjadi nyata. Ada harapan yang akhirnya digenapi.

I want my Santa Clause back! I wish...



"...He sees you when you're sleeping
He knows when you're awake..."

Aku dan Tuhan

Thanks God!

Kamis, Desember 01, 2011


tugas-tugas ini harus dikerjakan
namun limit sebagai manusia sudah mencapai garis merah
sudah mendengarkan banyak lagu
dari Elvis sampai Lady Gaga
tapi tetap mengantuk

dan tangan ini mengarahkan mouse memilih sebuah lagu rohani
"Kupercaya janjimu Tuhan"
dan rasa kantuk ini hilang
berganti mata yang berkaca-kaca
"Engkau yang buatku kuat lewati semua"


Terima kasih Yesus...