Senin, 31 Januari 2011

Berkelebat Bersama Olenka

" Kemana pun saya lari dia mengejar dan kemana pun saya mengejar dia menjauh..." ( Olenka, hal. 21 )

Jika ada pengarang Indonesia yang baru saja kudengar namanya, pasti nama Budi Dharma berada di urutan teratas. Pertama mendengarnya dari Kak Darma ketika kami berbincang-bincang saat Mubes Kosmik bersama Kak Dwi "Perahu Kertas", Kak Ema, Kak Azmi, dan Mbak Wuri. Dia adalah pengarang Indonesia yang juga berprofesi sebagai dosen sastra. Dulu saya mengira ia seorang penulis asal India atau yang mirip-mirip seperti Ajahn Brahm, ternyata...beliau berasal dari bumi pertiwi.

"Olenka" adalah judul novel karangan Budi Dharma yang berhasil kupinjam dari Kak Ema gara-gara membaca blognya. Waktu itu saya tidak begitu mengingat nama pengarangnya yang tak lain adalah Budi Dharma sendiri. Langsung saja ingin kupinjam. Tapi harus menunggu antrian dari Kak Riana, karena ia yang lebih dulu meminjam. Setelah meredakan rasa tak sabaran akhirnya saya pun bisa melahapnya sampai ludes.

Novel "Olenka" karangan Budi Dharma

"Olenka" bercerita tentang seorang laki-laki bernama Fanton Drummond yang tidak memiliki ambisi apapun dalam hidupnya. Setidaknya itulah yang saya tangkap setelah membaca buku ini. Namun, gairah hidupnya meluap ketika ia tidak bisa berhenti memikirkan Olenka, seorang perempuan yang sering ditemuinya di Tulip Tree. Fanton selalu melihat Olenka ada di dekatnya. Ia bukan berhalusinasi tetapi ia memiliki kontak batin. Afinitas, begitulah disebutkan. Dan Olenka pun juga mengalami hal yang sama. Obesesi Fanton Drummond kian liar mengikuti kemana Olenka pergi hingga membuatnya bertemu dengan Wayne Danton, suami Olenka dan Steven, anak mereka. Ia juga dihadapkan pada pilihan sulit ketika bayangan Olenka menghilang dan muncul Mary Carson atau M.C yang nyata.

Untuk ukuran novel merah-muda, menurut saya novel ini cukup berat. Ejaan yang digunakan pun belum baku. Budi Dharma sukses mendeskripsikan kota-kota yang menjadi setting dalam novel ini lengkap dengan insert mengenai hal-hal yang berhubungan antara Fanton Drummond atau Olenka. Disisipi pula catatan kaki bagi setiap narasi yang memiliki makna sehingga pengetahuan kita pun bertambah. Walaupun novel ini bertokohkan orang-orang bule, tapi Budi Dharma tetap mempertahankan ciri khas bahasa yang digunakan oleh orang Indonesia khususnya Jawa. Hanya di novel ini saya mendapatkan orang Amerika berdialog dengan menggunakan kata-kata "sampean", "demen", atau "gendeng". Dibanding novel-novel era baru, dimana tokohnya orang Indonesia asli tapi ngomongnya kebarat-baratan.

Alur novel ini juga sering lompat-lompat dan mengalir begitu saja dari pemikiran Fanton Drummond sehingga pembaca harus awas terhadap narasi-narasi sebelumnya. Karena jika tidak, maka kita akan kehilangan akar dari apa yang dipercakapkan Fanton. Semakin dalam kita membaca Olenka, kita akan semakin masuk dalam pikiran-pikiran Fanton Drummond. Entah itu pergolakan batinnya dengan Olenka, pandangan miringnya terhadap Wayne Danton, maupun kebimbangan cinta si "tukang sepak" M.C.
"Olenka"
membuat kita ikut-ikutan berkelebat dalam pikiran Fanton Drummond yang zahir akan sosok Olenka.

Budi Dharma

Kebiasaan saya yang selalu membaca novel dari "kata pengantar" sampai "tentang penulis", ternyata bukan hal yang sia-sia. Saya menemukan sebuah mutiara dibalik tulisan Budi Dharma mengenai novelnya ini. Ia menuturkan sesuatu yang membuat saya tercekat. Professor di bidang sastra ini menuliskan," Karena itulah, karya sastra yang baik bukanlah tulisan yang kaya tindakan-tindakan jasmani yang menakjubkan, akan tetapi kaya berkelabatnya sekian banyak pikiran..."



NB : Terima kasih ya Kakak Hit Girl...^^

PENCERAHAN

*Berdasarkan kontemplasi yang panjang



Saya terbangun pukul 3 subuh dini hari dengan hati yang berkecamuk. Terbangun di saat tidur lagi nyenyak memang sangat menjengkelkan. Apalagi kalau di dalamnya ada seseorang yang mampu menggetarkan jiwa dan raga. Mengenai mimpi itu pernah dituliskan disini.

Saya memimpikan dia lagi. Dia tiba-tiba masuk begitu saja, bermain basket dalam mimpi saya dan tingkahnya sama seperti hampir 5 tahun yang lalu. Padahal apa yang saya mimpikan semula sama sekali tidak berhubungan dengannya. Lagipula saya jarang memikirkannya lagi. Tiba-tiba ingat iya, memikirkan tidak.

Sigmund Freud memiliki analisa mengenai mimpi. Ia menjabarkan bahwa mimpi lahir dari pemenuhan keinginan yang terlarang. Mimpi adalah bentuk kejadian yang sebenarnya diinginkan terjadi dalam keadaan terjaga. Untuk menganalisa mimpi, harus dikaitkan dengan keadaan si Pemimpi. Situasi alam sadarnya yang berbenturan dengan kenyataan yang menyebabkan mimpi itu terjadi. Singkatnya, Mimpi adalah terjadinya kejadian yang tidak bisa diwujudkannyatakan atau keinginan yang tidak ingin dialami. Misalnya, seseorang yang takut mati maka ia akan bermimpi bahwa ia mati. Ada juga orang yang bermimpi jalan-jalan di Paris. Hal itu terjadi karena ia selalu ingin ke Paris dan sebelumnya menonton film yang bersetting di Paris. Ingat film Inception yang dibintangi Leonardo DiCaprio? Ia mengusut sebuah kasus dengan mencari tahu detail informasi dari mimpi sang target. Di samping itu, ia tersungkur dengan kenyataan bahwa istrinya telah meninggal dan untuk bertemu dengan istrinya, ia memilih untuk hidup di dalam mimpi.

Lalu, jika mimpi itu hanya lahir dari kejadian-kejadian nyata, mengapa saya masih memimpikannya ? Mengapa (lebih tepatnya ) saya masih mengharapkannya ? Saya pun teringat perkataan dua orang senior yang sudah saya anggap seperti kakak sendiri, Kak Darma dan Kak Emma mengenai ke-zahiran yang diketahuinya dari novel Paulo Coelho yang berjudul The Zahir. Dari hasil googling, "Zahir" dalam bahasa Arab berarti terlihat, ada, tak mungkin diabaikan. Pengarang Jorge Luis Borges menjelaskan Zahir adalah seseorang atau sesuatu yang sekali kita mengadakan kontak dengannya atau dengan itu, lambat laun memenuhi seluruh pikiran kita. Sampai kita tidak bisa berpikir tentang hal-hal lain. Keadaan itu bisa merujuk pada kesucian atau kegilaan. Kezahiran berasal dari tradisi Islam dan diperkirakan muncul pada sekitar abad ke-18. (Encyclopaedia of the Fantastic (1953).

And what about me ?
Apakah mimpi-mimpi itu lahir dari kezahiran saya ?
Dia mengisi hati dan pikiran saya hampir 5 tahun. Saya terluka lama dan bangkit kembali. Jatuh cinta lagi kepada orang lain yang bukan dia. Tapi yang terjadi, tetap kembali kepadanya. Teman-teman saya bilang lupakan saja dia. Saya berusaha tapi berujung padanya lagi. Beberapa teman-teman saya yang lain mengatakan bahwa mungkin saya berjodoh dengannya sehingga tidak bisa melupakan seutuhnya. Hubungan saya dengan dia seperti benda padat dan gravitasi. Setinggi-tingginya ke udara tetap akan jatuh ke tanah.

Saya tahu dia berbeda. Saya seperti terikat padanya. Walaupun kenyataannya berbanding terbalik dengan apa yang saya alami. Tapi perasaan saya sangat kuat. Proses perkenalan kami yang salah dan perpisahan yang gantung membuat saya larut dalam kegalauan. Setiap orang yang saya temui hampir saya kira dia atau memiripkannya. Semua tempat kenangan yang dulu pernah saya pijaki dengannya seakan membuatnya tambah parah.

Saya tidak pernah mengalami perasaan seperti ini sebelumnya. Saya adalah tipe orang yang jika kamu tidak mau, saya tidak akan memaksa, dan akan mencari yang lain. Kenangan yang diingat hanya yang indah-indah saja. Kita bisa berteman seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Perasaan cinta yang dulu ada, bisa raib begitu saja entah kemana. Tapi dengan dia *OMG* hal itu tidak pernah terjadi. Saya selalu merasa ada yang tidak benar disini. Ada yang aneh. Lebih aneh lagi, saya selalu bahagia bila melihatnya, membicarakannya, memikirkannya, atau memimpikannya.


Namun "Penyakit" ini erat kaitannya dengan pencerahan. Benarkah itu ?
Dengan berat hati, harus saya akui. Saya tidak akan tertarik dengan ilmu pengetahuan, orientasi hidup yang jelas, kuat, peka, bahkan mandiri jika tanpa mengalami rasa sakit. Jika saya larut dalam dunia merah muda, maka saya akan seperti perempuan kebanyakan. Saya akan manja tanpa pernah bisa mandiri. Saya pasti lemah dan tidak bisa bertahan. Saya akan menjadi perempuan yang hanya dinilai dari fisiknya saja, tanpa ada pengakuan kalau saya juga cerdas. Hidup saya akan sia-sia dan tujuan hidup saya tidak akan terpenuhi. Rasa sakit juga mengajarkan saya pada tiga hal : Kerelaan hati untuk memaafkan, keikhlasan untuk menerima kenyataan, dan kesabaran untuk menanti. Dengan merasakan dan merenungi perjalanan hidup saya hingga detik ini, saya menyadari...ternyata hidup saya BERHARGA.

Emas yang murni diperoleh melalui proses pembakaran dan penyaringan. Nabi Ayub pernah berkata " Karena Ia tahu jalan hidupku, seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas..." ( Ayub 23 : 10 ). Kisah Ayub memang sangat menginspirasi semua orang yang di dunia. Ia mendapat cobaan berat dalam hidupnya. Kehidupan mapan yang digenggamnya diganti dengan penderitaan yang tiada tara. Mulai dari kemiskinan, penyakit yang menjijikkan, ditinggalkan sahabat, sampai kematian anak-anaknya. Tapi lihatlah setelah itu, Allah melipatgandakan apa yang hilang dari Ayub. Ayub memperoleh lebih banyak dibanding apa yang dulu dimilikinya.

Dulu saya berpikir cinta itu indah ketika kita bisa SALING mencintai dan memiliki hubungan resmi yang diakui. Cinta itu menyakitkan jika ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan. Ternyata, semakin tersakiti saya semakin sadar bahwa cinta itu indah dalam penderitaannya. Tanpa memiliki ternyata saya masih bisa bahagia. Masih bisa HIDUP. Rasa sakit yang dulu ada ternyata membuat saya kuat. Saya adalah burung phoenix yang mati terbakar dan menjadi abu. Namun, dalam sisa-sisa abu itu saya malah terlahir kembali. Seperti orang-orang suku Saiya dalam komik Dragon Ball, jika ia mati maka ia akan bangkit kembali dan semakin kuat. Dalam Kekristenan ada istilah "lahir baru" untuk menyatakan seseorang yang bertobat dan menerima Kristus.

Sekarang, saya melihat cinta bukan seperti yang dilihat orang lain. Jika cinta pada umumnya dilihat seperti berpacaran, maka saya melihat cinta adalah pom bensin dimana saya sudah kehabisan tenaga untuk bertahan hidup. Cintaku tidak mesti terikat dalam sebuah pengikatan hubungan semata. Cintaku harus melebihi itu. Ia akan melebur bersama orang lain. Ia akan membuat saya lahir baru.

Papi J, kini saya paham. Engkau membuat saya patah hati berulang kali bukan karena Engkau membenci saya, tapi karena Engkau menyayangi saya. Seperti Ayub, saya pun mengeluh kepada-Mu. Bahkan menggugat kuasa-Mu. Namun kini saya bersyukur , jika saya tidak mengalami pemurnian ini, saya pasti HANCUR.

Saya sekarang mengerti dengan apa yang dikatakan seorang senior yang saya panggil Kakak Madi yang Fenomenal ketika kami sedang berdiskusi mengenai Filsafat Cinta. Ia mengatakan " Cinta itu harus seperti suara, biarkan suara itu menggema dan didengarkan semua orang dengan frekuensi dan intensitas yang relatif sama. Jangan seperti kue tart yang habis kau bagi..."

Yeah, cinta itu akan saya gemakan. Saya siap untuk jatuh cinta lagi. Saya tidak tahu kapan itu akan terjadi dan pada siapa. Hanya Pemilik Hidup yang tahu. Saya akan menunggu sambil menebarkan cinta bagi orang-orang disekitar saya. Saya akan melihat cinta sebagai sebuah anugerah, bukan sesuatu yang menyakitkan. Ketika kita merasakan cinta yang sesungguhnya, kita tidak akan menangis melainkan tersenyum bahagia.

Cinta...Itulah alasan mengapa Tuhan menciptakan manusia.

Jumat, 28 Januari 2011

" Lagu-Lagu Mereka Membantu Saya Loh..."

Berganti selera musik ? Not really.
Saya adalah pecinta musik yang universal jadi semua jenis musik pasti akan saya dengarkan. Hanya saja beberapa lagu yang sebelumnya tidak saya hiraukan dan bahkan ada yang belum pernah saya dengarkan ternyata banyak membantu saya. Lagu-lagu ini menolong saya untuk rileks dan lebih enjoy menikmati hidup.

Pilihan saya jatuh pada kelompok band D'cinnamons.


Simak saja sepenggal lirik lagu mereka ini. Saya juga menyarankan supaya kalian juga bisa mendengarkan lagunya. Musiknya cozy and easy listening

Good Morning

Good morning my love I love you
Hear the voices They're singing for you
They said 'bout hopefulness and happiness today

Fell the wind touch your soul

So deep, wake you up...


Ku Yakin Cinta

Namun denganmu ku tahu cinta kan mengobati
Segala hampa hatiku ini

Kini ku percaya, kini ku percaya
Ku yakin cinta selalu mengerti Ku yakin cinta tak salah

Supergirl

I feel that I can't breathe
I feel that I can't be my self

Strong when I'm alone

Take me out of here!!!! take me out of here!!!!
I'm not my self, not I used to be

Yes I am Strong, I wanna be a supergirl

Well, I just miss being me...

Loving You

Loving you it hurt sometimes
I'm standing here you just don't bye
I'm always there you just don't feel

Or you just don't wanna feel

Don't wanna be hurt that way
It doesn't mean I'm givin' up
I wanna give you more And more and more'

Bum! Bum! You break my heart
You said, girl I'm in love with her
But it's all right, I'm still alive yeah' ohh'
And all the beauty things she did to you
Don't stop and tell me more


Selain itu saya juga kembali mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh salah satu penyanyi perempuan favorit saya waktu kecil, Oppie Andaresta. Mulai dari "Ingat-Ingat Pesan Mama", "Na Na Na", "Cuma Khayalan", sampai "Bidadari Badung".



Saat mendengarkan lagu "Bidadari Badung" saya pun tersentak. Liriknya cerdas dan menggambarkan keadaan saya juga. Musiknya pun pas dengan liriknya.

Bidadari Badung

Gadis kecil berlari kesana - kemari
Tak peduli gaunnya tersingkap angin

Dia ingin terbang
Dia ingin bebas
Melihat semua warna warni dunia

Gadis kecil ingin tahu segalanya

Mencari jawaban yang masih tanda tanya

Dia buka mata

Dan buka telinga

Melihat semua o o kepincangan dunia

Kebebasan yang diingini

Adalah tidak menggunakan papan nomor didada

Berbuat ikuti kata hati
Tanpa beban aturan


Gadis kecil mengalir ikuti arus
Susuri panas dan dinginnya dunia
Dia terus terbang

Bagai Bidadari Menaburkan bintang ciptakan keajaiban

Kebebasan yang diingini

Adalah tidak menggunakan papan nomor didada

Berbuat ikuti kata hati

Tanpa beban aturan


Biarkanlah dia mengejar mimpinya
Biarkan kulitnya jadi hitam biru

Kamis, 27 Januari 2011

Selamat Datang Cinta

Lagu lama ciptaan Elfa Secoria ini lagi coba saya nyanyikan dan ternyata susahnya minta ampun. Dasar lagu festival...hahhaa

Beside, the lyrics it's so me !
Yeah, I'm ready to fall in love again. I Hope it soon. Because without loving someone, without thingking about someone or crying with that, and more than anything without feel falling in love, it feels like body without soul. Hollow and unnecessary...


Selamat Datang Cinta - Elfa Singer's

Dulu tiada pernah kusadari
Kini tiada pernah kusesali
Dalam pesona
dalam tatapanmu
Hatiku dan jiwaku
t’lah berpadu bersamamu

Hari-hari indah kulalui
Bunga-bunga cintaku berseri
Hanya denganmu
kuingin membagi
ceritaku, harapanku
bersama hangatnya mentari

Aku tak kuasa
dan tiada mungkin kuhindari
Getar-getar rasa
nada-nada ’smara
di dalam hati ini

Aku tak kuasa
dan tiada mungkin kuhindari
swara dari sanubari
menyapa “s’lamat datang cinta”


Di Manakah Keadilan di Negaraku ?

Karena terbangun sekitar pukul 4 subuh tadi, saya memutuskan memutar TV untuk mencari hiburan. Tanpa sengaja saya pun menonton siaran ulang program “Mata Najwa” yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi. Dalam episode berjudul “Pidana Sandiwara” ini membahas kasus-kasus pidana yang penyelesaiannya bagaikan sandiwara yang sudah tersetting. Ada aktor utama, aktor pendukung, dan tentunya sutradara. Banyak kasus-kasus yang disulap dengan menghadirkan terdakwa palsu untuk melindungi pelaku sebenarnya yang memiliki kuasa pada saat itu. Cukup mengerikan karena ternyata kinerja aparat penegak hukum sejak zaman orde baru hingga sekarang tetap sama saja kualitasnya. Hukum dimainkan dan keadilan disembunyikan. Orang-orang yang ingin menyuarakan kebenaran dan keadilan pun dihadapkan pada dilema : kebenaran bersuara tetapi maut bisa saja mengintai. Bukankah beberapa kasus pidana yang terkenal seperti kasus Munir, Marsinah, sampai kasus Gayus hingga detik ini belum terselesaikan ? Dalam program “Mata Najwa” yang saya tonton tadi malam lebih intens membahas 2 kasus yang melibatkan orang-orang yang berkuasa di zaman itu. Dua kasus itu adalah kasus pembunuhan mantan peragawati Ditje Budiasih dan kasus pemerkosaan terhadap Sum Kuning, seorang gadis penjual telur yang membuat gempar pada saat itu.

Kasus Ditje Budiasih

Kasus pembunuhan terhadap Ditje dikenal sebagai kasus pembunuhan yang melibatkan konspirasi tingkat tinggi. Ditje adalah seorang mantan peragawati yang tewas tertembak pada tanggal 8 September 1986. Pembunuhan terhadap Ditje dituduhkan kepada seorang paranormal bernama Muhammad Sirajudin atau dikenal dengan sebutan Pak De. Pak De memang memiki hubungan yang dekat dengan Ditje karena Pak De sendiri adalah guru spiritualnya. Motif pembunuhan yang dituliskan dalam berita acara pemeriksaan menyebutkan bahwa pembunuhan itu terkait masalah utang piutang. Yang anehnya, Pak De yang dituduh menembak ternyata berada di rumahnya pada saat kejadian tersebut. Akhirnya baru diketahui kemudian bahwa Pak De dipaksa mengakui membunuh Ditje atas paksaan oleh orang-orang tertentu. Dalam kasus ini sebenarnya banyak ditemui keganjilan namun tidak ada yang berani membeberkan faktanya. Pembunuhan Ditje ini konon karena motif asmara antara Ditje dengan dua pria dari trah Cendana dan seorang pria pejabat angkatan udara.


Ditje dan Pak De ( sumber : google )


Kasus Sum Kuning

Kasus pemerkosaan kepada Sumariyem atau biasa disebut kasus Sum Kuning ini mengingatkan kita pada sebuah sinetron yang dibintangi Bunga Zaenal dan Evan Sanders yang bercerita tentang seorang gadis desa yang diperkosa beramai-ramai dan dibuang dipinggir jalan. Ternyata cerita sinetron ini terjadi di dunia nyata. Tanggal 21 September 1970, seorang gadis penjual telur bernama Sum Kuning diculik dan diperkosa oleh tujuh orang pemuda. Setelah diperkosa gadis itu kemudian diturunkan begitu saja di jalan. Sum Kuning kemudian melaporkan hal ini pada kepolisian tapi malah dituduh berbohong dan diduga sebagai anggota Gerwani. Proses penyidikan tersebut pun berlangsung tidak dengan cara manusiawi. Seperti halnya sandiwara, polisi kemudian menangkap terdakwa-terdakwa yang diduga melakukan kejahatan tersebut. Ironisnya, terdakwa-terdakwa palsu ini sengaja dihadirkan untuk melindungi pelaku-pelaku sebenarnya yang konon adalah anak-anak pejabat di era itu.

***

Dua kasus di atas adalah sebagian contoh dari keadilan yang disembunyikan di negeri kita. Aparat kepolisian yang diharapkan sebagai tempat menegakkan hukum dan keadilan justru tidak mampu melakukannya. Malahan ikut-ikutan bermain dalam peran sandiwara kasus-kasus pidana ini. Ketakutan pada orang-orang yang memiliki kuasa begitu mengintimidasi mereka. Orang-orang yang memiliki kuasalah yang selalu menjadi sutradara dalam sandiwara yang jauh dari batas keadilan.

Saya lalu berpikir dengan melalui jalur jurnalistik yang saya pelajari. Kasus-kasus di atas dapat muncul di permukaan karena peran-peran pers pada saat itu yang terbilang berani memberitakan kasus-kasus pidana yang melibatkan orang-orang yang berkuasa. Para jurnalis atau wartawan harus berhati-hati agar jangan sampai yang ditulisnya menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Tak jarang bahwa mereka yang melakukan investigasi berita sudah tahu yang sebenarnya terjadi tetapi urung dituliskan karena takut dipecat atau yang lebih parah kehilangan nyawa. Dengan tugas yang berat itu, saya yakin pemberian upah yang layak patut diberikan kepada para kuli tinta yang memberitakan kebenaran.

Bagaimanapun bobroknya sistem peradilan di Indonesia, kita semua pasti selalu berharap bahwa kinerja aparat penegak hukum di negeri kita dapat menjadi lebih baik lagi dalam menjalankan tugasnya. Ungkapan “ Hukum manusia bisa diputar-balikkan, tapi hukum Tuhan siapa yang sanggup menghindar ” memang ada benarnya. Orang-orang yang sepatutnya dihukum memang bisa lari, tapi siapa yang tahu jika akhirat sudah di ambang pintu. Kita semua pasti tak pernah berhenti berharap bahwa suatu saat keadilan akan muncul kembali di negari tercinta ini. Seperti pula kata Tolstoy, “ Tuhan mengetahui semuanya, tetapi menunggu…”

Selasa, 25 Januari 2011

Suatu Saat... Seperti Ini...Terjadi Padaku


All at once, everything is different.
Now, that I see you....

( Tangled)

Pistol dan Mawar

" Reminds me of childhood memories. Where everything was as fresh as the bright blue sky..."( Sweet Child O'Mine - Guns'N Roses )

Ada dua alasan mengapa orang menyukai sesuatu, pertama "apa" dan kedua "siapa". Salah seorang senior saya ada yang begitu menyukai lagu-lagunya The Beatles. Ketika saya tanya mengapa ia suka The Beatles, dia menjawab karena lagu-lagu The Beatles mengingatkan dia pada ayahnya. Jawabannya merepresentasikan alasan "siapa" ia menyukai sesuatu.

Saya? Ya, dalam kasus ini saya memilih alasan yang pertama.
Hampir semua musisi dari zaman batu sampai zaman millenium saya suka, dalam maupun luar negeri. Tapi cuma Guns'N Roses yang menjadi penghubung dengan masa kecil saya. Sekitar tahun 90-an, beberapa saudara sepupu saya yang kala itu sudah remaja menghiasi kamarnya dengan grafiti logo milik band heavy metal, Guns'N Roses. Lagu-lagunya mereka putar tiap hari sehingga saya yang kala itu dititipkan di rumahnya mengenal band yang masa jayanya di era akhir 80-an hingga awal 90-an ini. Dekker-dekker, pos ronda, restaurant, bahkan tempat latihan band pun banyak yang memakai gambar maupun logo dari band ini untuk dipajang. Saya pun berpikir pastilah band ini berjaya, karena segala atribut yang melekat padanya dikenakan hampir semua orang di era itu.

Guns'N Roses didirikan oleh seorang pria yang pernah mengalami trauma masa kecil sehingga membuatnya kadang mengalami gangguan kepribadian bernama William Bailey Rose atau W. Axl Rose. Kita mengenalnya sebagai Axl Rose, sang pioner dalam Guns'N Roses. Axl mendirikan band ini bersama Izzy Stradlin yang membawa temannya bernama Tracii Guns, dari situlah asal nama Guns'N Roses. Namun, band ini tidak bertahan lama.

Nasib baik memang menimpa Axl. Ia dan Izzy beberapa kali membongkar pasang pemain dalam band ini. Hingga akhirnya keputusan final jatuh pada Duff McKangan, Steven Adler, dan Saul Hudson, seorang Keith Richard dimata Axl yang lebih populer dengan nama Slash.

Guns' N Roses formasi awal, kiri-kanan : Izzy Stradlin ( gitar ), Duff McKangan ( bass ), Axl Rose ( vokal ), Steven Adler ( drum ), dan Slash ( gitar )


Banyak band rock'n roll yang hebat. Tetapi yang menjadi legenda hanya sedikit dan Gun's N Roses adalah salah satu yang beruntung itu. GNR bukan hanya berkualitas dalam permainan musik saja tetapi juga dalam kekuatan lirik-lirik lagunya yang kebanyakan ditulis oleh Axl. Mereka menyatukan antara emosi dan perasaan dengan melodi dalam lagu-lagunya yang sampai sekarang tetap abadi dan selalu di cover ulang. Lagu-lagu seperti Welcome To The Jungle, Sweet Child O'Mine, Paradise City, November Rain, Knockin On Heaven's Door, Don't Cry, Patince, dan Since I Don't Have You pasti familiar di telinga kita. Kekuatan Guns' N Roses bukan cuma terletak pada musikalitasnya saja. Masing-masing personelnya memiliki power sendiri sehingga walaupun mereka terpisah mereka tetap berjaya. Axl Rose dengan ciri khas bandana di kepala dan rambut gondrongnya, selalu ditiru oleh band-band yang lahir belakangan. Gaya menyanyi Axl pun demikian. Ia memiliki 6 jenis suara yang bisa ia keluarkan bergantian sesukanya dan tergantung suasana hatinya. Slash adalah salah satu gitaris paling berpengaruh di dunia dengan ciri khas topi panjang dan rambut kribonya. Duff adalah basiss yang manis dan selalu diingat. Steven adalah drummer yang eksentrik dan Izzy adalah gitaris yang memiliki gayanya sendiri. Selain itu, sumbangan Guns'N Roses terletak pada kontribusi mereka dalam dunia desain visual. Gambar logo band dan sampul album-albumnya adalah bentuk cita rasa mereka yang tinggi pada seni. Sebuah desain yang sampai sekarang menjadi simbol mereka dan label bagi para penggemarnya di dunia.

Saya ingat ketika saya kelas 2 SMP dan begitu rindu dengan masa-masa kecil saya. Saya langsung mencari lagu-lagu GNR, menonton video klipnya, dan memajang poster mereka di kamar. Hampir satu sekolah tahu saya nge-fans dengan band ini. Teman-teman saya bahkan membelikan album mp3-nya dan mencarikan gambar GNR di internet.

poster bergambar "Axl Rose" di kamar saya dulu. Pernah membuat Daddy saya shock waktu mau pompa nyamuk. Poster itu besaaaarrr sekali dan lihat sendiri gambarnya kayak gimana...hehe :DD

Saya dan baju kaos Guns'N Roses


Satu-satunya baju kaos band yang saya miliki hanya gambar band Guns'N Roses. Walaupun sekarang band ini banyak ditinggalkan personilnya hingga menyisakan Axl Rose seorang dari formasi awal, band ini tetap dinanti oleh para penggemarnya. Ia boleh dilupakan, ia boleh saja pudar. Tapi Guns'N Roses adalah Legenda hidup yang belum padam. Ia belum mati selama Axl Rose masih hidup dan berkarya. Dan di atas segalanya itu yang paling penting, Guns'N Roses adalah band favorit saya yang mampu membuat saya histeris walau hanya melihat logonya di baju orang lain.



Sabtu, 22 Januari 2011

Mesin Waktu : Korban Cinta Serial Asia

*ditulis sambil dengar La La Love Song - Masaya (ost.Long Vocation) dan First Love - Utada Hikaru ( ost. Terms For A Witch )


Gara-gara membuat tulisan "Semangat Aihara Kotoko" saya malah seolah-olah terhisap ke dalam mesin waktu ketika masih anak-anak. Sepuluh tahun lalu saya melihat ada seorang gadis kecil yang kerjanya hanya menonton drama serial asia di TV dari siang sampai malam. Belum lagi tiap bulan ia membeli majalah yang memuat berita para selebritis asia. Padahal majalah seperti Asian Glitz atau My Idol itu terbilang mahal untuk ukuran anak SD. Sekali beli Rp.40.000 melayang.

Lalu ia suka berkhayal mengenai para lelaki yang memerankan tokoh dalam serial-serial tersebut. Ia mengkhayalkan dirinya dan para pria-pria ini menjadi sepasang kekasih. Kadang -kadang dalam tidurnya ia tak ingin bangun saking indahnya mimpi-mimpi itu. Siapa saja para lelaki yang beruntung itu ?

Takuya Kimura

Legenda Jepang yang satu ini memang siapa yang tidak kenal. Saya pertama kali melihatnya dalam dorama "Long Vocation" yang ditayangkan di Indosiar. Karakter yang terbaca darinya selalu cool dan misterius membuat saya kagum pada lelaki yang lahir 13 November 1972 ini. Pesona Takuya Kimura tidak hanya melekat pada para perempuan saja tetapi juga para lelaki. Ketika ia memerankan tokoh pilot dalam dorama " Good Luck " kontan sekolah penerbang di Jepang langsung banjir pendaftar. Alasan mereka sederhana saja, para cowok-cowok ini ingin menjadi pilot karena melihat Takuya Kimura begitu keren dan digilai cewek-cewek dalam pakaian pilot. Kalau lagi rindu dengan Takuya Kimura saya biasa memainkan pianika dengan melantunkan lagu ost. Long Vocation.

Takuya Kimura dengan pakaian pilotnya



Hideaki Takizawa

Berbeda dengan para bintang asia lain yang selalu saya jadikan objek percintaan, Hideaki Takizawa yang pertama kalinya saya lihat ketika menonton drama " Anchor Woman" menjadi gambaran sempurna sebagai kakak laki-laki saya. Serius. Kalau disuruh mengkhayalkan wujud kakak laki-laki, maka wajah Hideaki Takizawa-lah yang terlintas. Soalnya wajahnya babyface dan terlihat pendiam. Akting lelaki kelahiran 29 Maret 1982 ini juga saya tonton dalam dorama "Terms For a Witch" dimana ia jadi murid yang jatuh cinta kepada gurunya dan akhirnya hamil. Soundtracknya sampai sekarang paling suka dinyanyikan sobat saya Mymy kalau kami karaoke bareng. Hideaki juga berakting dalam SOS ( Strawberry on The Shortcake ) bersama aktris Kyoko Fukada.


Nicky Wu

Aktor asal Taiwan ini membuat saya jatuh cinta ketika ia bermain dalam serial "Pendekar Chien Ping" di Indosiar. Tiap rabu malam saya pasti begadang untuk nonton serial ini hanya untuk melihat wajahnya. Pria kelahiran 31 Oktober 1970 ini juga pernah main dalam serial asia yang tiap siang diputar, tapi saya lupa apa judulnya. Oiya, setiap putar lagunya Plus One yang judulnya Last Flight Out pasti saya akan ingat masa-masa saya memimpikan Nicky Wu. Nggak nyambung ya? objeknya dari Cina, lagunya dari barat. Mau tahu kenapa ? soalnya pas saya lagi suka-sukanya dengan Nicky Wu bertepatan juga dengan nge-hitsnya lagu Plus One ini.



Won Bin

Oh my Gosh! ini dia yang paling lama bertahan dalam mimpi-mimpi saya. Kemunculannya di serial korea "Endless Love" memang sulit dilupakan gadis-gadis yang puber di zaman itu. Cool banget gitu loh sampai membuat susah bernapas hahaa....
Perannya disitu memang jadi idaman. Pria yang semula badboy-badboy gimanaaaa gitu tiba-tiba insyaf karena cintanya yang besar kepada seorang perempuan yang sakit leukimia. Selanjutnya, pria yang memiliki senyuman yang manis ini main dalam serial "Friends" dan film "Taegukgi" . Oiya, Won Bin yang lahir pada tanggal 10 November 1977 ini pernah menjadi "suami" saya dalam mimpi-mimpi merah muda-ku. Saat ini saya jarang lagi menemukan film-filmnya Won Bin. Serial korea sekarang telah dihiasi dengan bintang-bintang baru. Kalau lagi rindu saya cari lagi film-film lamanya. Terakhir saya pinjam serial "Friends" dari Kak Ain. Sebenarnya saya lebih suka serial "Endless Love" tapi sekarang ada di Yonsky dan belum dia kembalikan sejak zaman Maba. Kayaknya saya harus meminta pertolongan Alstrojo untuk menagih.

senyum maut-nya Won Bin



Vic Zhou

Inilah dia pria yang menemani saya menyelesaikan masa-masa SD, Vic Zhou. Waktu serial "Meteor Garden" meledak di awal-awal tahun 2000, seluruh Indonesia bahkan dunia disulap sebagai pemujanya oleh empat pria asal Taiwan yang tergabung dalam F4 ini. Ada yang cinta-cintanya dengan Jerry Yan, Ken Zhu, Vic Zhou, dan Vannes Wu. Saya juga tak ketinggalan larut dalam euforia kisah "Meteor Garden" yang fenomenal. Saya pun memilih Vic Zhou. Bukan karena apa-apa, tapi memang saya lebih suka Vic ketimbang ketiga personel yang lain. Sudah jelas kalau akhirnya dia menjadi bunga tidur saya. Karena nge-fansnya dengan F4 maka saya juga ikut-ikutan mengoleksi pernak-pernik F4 terutama Vic. Mulai dari stiker, langganan tabloid Bintang supaya tahu informasi terbaru tentang mereka, poster-poster, albumnya F4, albumnya Vannes Wu juga tapi lupa beli albumnya Vic Zhou ( fans macam apa ini??? ), sampai album soundtrak Meteor Garden 1 dan 2. Dalam "mencintai" Vic saya mempunyai saingan berat. Namanya Tirta, sahabat saya sendiri. Jika Vic memang dari awal saya kagumi maka si Tirta ini baru belakangan. Kalau tidak salah, dia dulu lebih suka Ken Zhu atau Jerry Yan ( lupa-lupa ingat ). Dalam hal soal Vic, kami bisa saling bunuh-bunuhan kalau perlu. Harus saya akui, koleksi Tirta untuk semua hal yang menyangkut F4 juga jauh lebih lengkap. Bahkan yang lebih ekstrim, dia memotong rambutnya mengikuti model rambut Vic di serial Meteor Garden waktu SD sampai SMP. Kalau ingat masa-masa itu, saya dan Tirta bisa tertawa atas kelakukan konyol kami ketika masih SD dulu. Oiya, ada adik kelas saya waktu SD dulu yang memanggil saya Cece Make a Wish ( kalau dengan cepat "Make a " dilafakan bisa berbunyi Meike ). Tahukah kalian? Make A Wish adalah judul lagu dari hits yang dinyanyikan Vic Zhou di album solo-nya.


Edison Chen


Edison Chen menghiasi masa-masa biru SMP saya gara-gara dia keren abis memerankan tokoh Ryosuke di film "Initial D". Pokoknya tiba-tiba saya jadi labil. Semua film Edison dari tahun batu sampai yang paling gress saya tonton. Teman saya Callista bahkan mencarikan foto-foto Edison di internet dan memberikannya pada saya. Setelah itu sebagai anak nongkrong MTV, saya juga tidak pernah absen melihat performnya sebagai VJ di MTV Whatever Things. Pokoknya waktu itu saya crazy in love dengan pria yang lahir di Vancouver, 7 Oktober 1980 ini. Edison sekarang telah mengundurkan diri dari industri hiburan gara-gara video panasnya dengan sejumlah artis perempuan. Ya, mirip-mirip kasus Ariel "Peterpan". Kalau Ariel masih belum mengakui jika sosok dalam video itu adalah dia, Edison dengan gentleman mengakui dan meminta maaf kepada 1 milyar rakyat Cina dan dunia atas perbuatannya itu. Walaupun begitu, seperti ungkapan lama "Love is Blind", tetap saja saya suka dengan sosok Edison Chen.



Wang Lee Hom

Pertemuan saya dengan penyanyi dan pemain film asal Cina ini gara-gara melihat fotonya di majalah Gadis dan kemudian membaca liputannya ketika ia menjadi host di MTV Asia Award 2006 bersama Kelly Rowland. Lelaki kelahiran 17 Mei 1976 ini menghiasi mimpi-mimpi saya ketika tamat SMP. Nah, mau tahu kisah konyol saya?
Lee Hom adalah gambaran sempurna pacar saya nanti saat kuliah. Doi ceritanya adalah ketua BEM di Teknik Arsitektur Unhas. Terus rumahnya di jalan Pengayoman dan kita direstui sama mamanya. Di laptopnya itu, ada foto kami yang ala-ala cover film "A Lot Like Love". Hmm, kalau lagi jalan sama dia kami akan putar lagunya Joey McIntyre yang judulnya LA Blue. Indahnya dunia khayal...hahahaa...

fotonya Lee Hom di majalah Gadis


Demikianlah para lelaki yang menjadi korban cinta saya ketika menonton serial Asia. Sebenarnya ini juga untuk menjawab pertanyaan salah seorang senior saya " Tampan bagimu yang seperti apa? " dan inilah jawabannya lewat para bintang Asia yang menjadi idola saya dulu. Ini baru yang di Asia ya, belum termasuk bintang-bintang dari dunia barat.

Kalau kalian perhatikan lebih seksama lagi, rata-rata para lelaki di atas memiliki kesamaan yang sama : yup, wajah mereka agak mirip satu dengan yang lain. That's my type !!!

Jadi Aktivis Itu Ternyata Tidak Mudah

Ketika masih kecil dan melihat perjuangan kakak-kakak Mahasiswa di tahun 1998 baca ini , mereka laksana pahlawan yang berperang demi keadilan rakyat. Bahkan tidak sedikit yang bersimpati kepada mereka. Saat itu, segenap rakyat Indonesia menumpukan harapan mereka pada para aktivis ini. Aktivis ini juga bukan berarti hanya mencakup para mahasiswa saja tetapi juga orang-orang yang tergabung dalam LSM-LSM dengan basis politik dan tujuan tertentu.

Kini, zaman telah berubah. Aktivis di zaman sekarang harus berperang bukan cuma dengan "keadaan yang tidak adil", oknum yang menyengsarakan, tetapi juga dengan dirinya sendiri. Beberapa hari yang lalu saya mendapat kabar bahwa salah satu senior saya yang berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas di Sulawesi Barat tertembak oleh oknum polisi akibat bentrokan yang terjadi di universitas tersebut. Dari tulisannya Kak Yusran Darmawan yang saya baca di Kompasiana tadi pagi klik disini dan pesan yang disebarkan oleh beberapa senior, Kak Sofyan, nama senior saya itu mengalami luka tembak yang cukup parah. Ia mengalami kelumpuhan akibat peluru yang bersarang di tubuhnya. Kami selaku orang-orang yang sama-sama terikat dalam biru merah Kosmik, hanya mampu mendoakan yang terbaik dan membantu sebisa mungkin bagi keluarganya Kak Sofyan.

Yeah, menjadi aktivis itu ternyata tidak mudah. Kita harus siap dengan apapun yang terjadi. Luka maupun prestasi harus siap diterima. Tak sedikit juga beberapa aktivis yang dulunya berteriak-teriak di jalanan sekarang duduk nyaman dalam ruangan ber-AC di Gedung milik Rakyat. Tak sedikit juga yang mengalami nasib malang, hilang, cacat, bahkan ada yang mati. Kasus-kasus mereka, seperti kasus Munir dan Marsinah sampai sekarang tak pernah selesai. Beberapa orang yang dulunya paling radikal kini banyak yang banting setir menjadi pengusaha sukses.

Pertanyaan saya, apakah menjadi aktivis itu hanya dilakukan ketika menjadi mahasiswa saja? Apakah menjadi aktivis ini akan selesai ketika kita menjadi orang yang mapan atau ketika sudah kehilangan nyawa ? Apakah menjadi aktivis itu semata-mata berperang dengan sistem yanga ada ?

Bagi saya, menjadi aktivis bukan sekedar gaya-gayaan seperti zaman sekarang. Sebelum menjadi aktivis untuk kepentingan orang banyak lebih baik menjadi aktivis untuk diri sendiri dulu. Aktivis bukan label bagi orang-orang yang suka melakukan demo anarkis di jalan-jalan dan membuat orang mengumpat dan menyumpah. Aktivis adalah pahlawan yang bersenjatakan keintelektualitasnya demi menegakkan kebenaran dan keadilan.

Jumat, 21 Januari 2011

Semangat Aihara Kotoko

" Memperjuangkan cinta hingga titik darah penghabisan..."


Ada yang masih ingat tidak dengan sebuah dorama Jepang yang sempat ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta beberapa tahun lalu ? Thriller-nya itu menggambarkan seorang gadis yang sedang berlari-lari di koridor sekolahnya dan tanpa sengaja *blek mencium seorang laki-laki tepat di bibirnya. Kontan si cewek langsung mimisan plus bahagia karena ternyata si laki-laki adalah pria pujaan hatinya sedangkan si lelaki dengan malu langsung berlari meninggalkan gadis itu.

Yup, itulah cuplikan adegan dalam dorama berjudul "Itazura Na Kiss" dengan tokoh utama Aihara Kotoko ( diperankan oleh Aiko Sato ) dan Irie Naoki ( diperankan Takashi Kashiwabara ). Serial ini selalu saya tunggu-tunggu tiap sore ketika saya masih duduk di bangku SD. Ceritanya sederhana dengan kehidupan percintaan remaja yang masih sekolah serta intrik-intrik di dalamnya. Lalu apa yang membuat saya tertarik menonton dorama ini ? Perjuangan cinta Kotoko dalam mendapatkan cinta Naoki. Ya, itulah alasannya selain karena memang pemeran Naoki-nya ganteng abisss untuk ukuran di zaman itu.

Tokoh Kotoko memang unik dan bukan tokoh populer dalam kisah-kisah lain. Seorang gadis yang masuk di kelas yang dianggap paling bodoh di sekolahnya, periang, baik hati, dan agak kajili-jili mencintai seorang laki-laki yang tampan, paling pintar di sekolahnya, cool, dan jadi idola bagi gadis-gadis. Kotoko harus jatuh bangun mengejar Naoki. Dan mungkin karena jodoh, ternyata orang tua Kotoko dan Naoki bersahabat karib sehingga ibu Naoki yang sayang pada Kotoko mendukung 100 % hubungan Kotoko dan Naoki. Dengan restu orang tua, pasti hubungan cinta Kotoko dan Naoki akan mulus. Sayang sekali, selain Naoki, adiknya yang bernama Yuki juga tidak menyukai Kotoko. Belum lagi kehadiran Reiko, gadis teman sekelas Naoki yang cantik, pintar, tapi judes yang juga menyukai Naoki dan selalu menghalangi Kotoko untuk bersama Naoki.

Akhir dari kisah ini memang bahagia. Naoki akhirnya menyadari bahwa ia jatuh cinta dengan Kotoko dan mereka pun bersama. Tapi, untuk sampai ke tahap ini, Kotoko harus berjuang keras. Mulai dari belajar hingga larut malam agar dapat mengerjakan ujiannya dan bisa kuliah di Universitas yang sama dengan Naoki, belajar memasak, membuat Yuki akhirnya benar-benar menyukainya, hingga menghadapi Reiko. Kotoko memang tidak pernah pantang mundur. Dengan dibantu teman-teman dekat serta dukungan ayahnya, Kotoko bisa meraih mimpinya bersama Naoki. Dari dorama ini saya mengambil hikmah bahwa ketulusan dari seseorang dapat mengubah segalanya. Cinta Kotoko yang tulus dapat mencairkan hati Naoki yang beku padanya. Kotoko juga tidak pernah menjadi orang lain untuk mendapatkan cinta Naoki. Ia tetap mempertahankan jati dirinya walaupun ia sering dipandang sebelah mata. Keep fighting till the end, itulah semangat Aihara Kotoko bagi para perempuan dalam hal percintaan.

Bagimana di kehidupan nyata ?

Kita pun sebenarnya bisa menjadi Kotoko-Kotoko berikutnya. Namun begitulah, pengaruh budaya telah mengakar kuat dalam mempengaruhi perilaku dan pikiran seseorang. Jika di Jepang sah-sah saja jika perempuan mengejar cintanya pada laki-laki, di Indonesia haram hukumnya. Ada stigma dalam masyarakat kita bahwa sepantasnya perempuan yang dikejar oleh laki-laki ( naluri laki-laki juga kayaknya ) dan bukan perempuan "baik-baik" jika ia yang mengejar laki-laki. Perempuan yang agresif, ekstrovert, atau apalah sebutannya sering dianggap bukan PEREMPUAN BAIK-BAIK. "Bukan baik-baik" disini juga belum tentu ia pelacur, WTS, atau yang lainnya tapi lebih mengarah kepada sifat dan perilaku. Sepertinya mereka tidak pantas untuk dicintai *kasihan.

Nah, bagaimana perjuangan cinta mau dimulai jika dari segi sosial dan budaya-nya saja telah menentang. Saya menulis ini bukan karena tanpa pengalaman ya. Saya dan beberapa perempuan lain yang sempat melakukan study club ( baca : session curhat ) pernah mendiskusikan hal ini. Kami ini juga adalah perempuan baik-baik sesuai norma-norma yang ada ( tidak mendeskreditkan yang lain ya ) tapi kok mereka ( baca : laki-laki yang dicintai ) berkelakuan seperti itu ?

Untuk urusan perjuangan cinta, kami pun sudah berusaha sampai batas maksimum. Tapi kok hati mereka tetap membeku ? Mengapa mereka tidak kunjung menembak ya? Atau harus kami yang menembak ? Kami telah jujur dengan perasaan kami padanya, eh dia-nya malah menghilang. Menjadi perempuan mandiri, kuat, dan tangguh di Indonesia ternyata memang sulit ya...

However, bumi masih berputar. Cinta memang patut diperjuangkan apabila itu membuat kita bahagia karena kebahagian seperti kesempatan, kadang-kadang tidak datang dua kali. Tapi bila itu tidak ada, kita bisa menciptakannya sendiri.


Semangat berjuang,


Meike Lusye Karolus

Kamis, 20 Januari 2011

Rambo Pun Tidak Mau Ketinggalan

Selain sahabat saya Alvidha yang selalu menjadi objek foto dalam mengutak-ngatik si Panji ( nama kamera saya ), Rambo juga tidak mau ketinggalan. Rambo itu adalah anjing saya yang kata mas-mas pet shop berjenis turtle. Dengan ala-ala fotografer majalah National Geographic's, saya pun memotret Rambo. Ternyata, memotret binatang itu susah-susah gampang. Kita harus sigap dan sabar menunggu momen si hewan agar ready diabadikan gambarnya.

and there he goes...


Mata sayu andalannya Rambo


unyu-unyuuuu :DD


kaciaaaanngggg...


Tatapannya Rambo yang lagi liatin Alvidha...wkkwkw


Kini, seperti Timmy dan Lassie, Meike dan Rambo yang akan foto bersama...^^

Beberapa Wajah Alvidha

Hari ini tumben tidak hujan walaupun matahari juga hanya sebentar bersinar. Mendung-mendung kelabu lebih tepatnya. Alvidha hari ini datang ke rumah. Setelah mengurus tampilan blog ini, kami pun foto-foto. Biasalah dia selalu jadi model objek foto saya. Cukup banyak foto yang kami hasilkan pada sore ini. Beberapa di antaranya saya suka ekspresinya.


Apa yang sedang kau pandangi, Alvidha?


Gaya Andalan


" Thank God I'm Indonesian ! "


"Aduhh gank, nda bisakuuu..."


" hahahhaha...."


Bruce Lee-nya Ketapang


Judul foto : Alstrojo "Thank God I'm Indonesia "

Rabu, 19 Januari 2011

Andai Pacarku Seorang Demonstran

Mungkin aku akan duduk dan mendengarkanmu terus berbicara
Tentang Nietzsche, Marx, dan Freud
Bagaimana kau membenci ketidakadilan
Bagaimana perjuanganmu untuk membela yang tertindas

Aku pasti betah berdiskusi denganmu
Tentang apa saja : hidup ini, kebebasan, kekuasaan, dan masa depan
Mungkin aku bisa meminjam buku-bukumu
Buku wacana dengan bahasa tinggi atau novel yang sarat picisan

Rasa was-was akan menghampiriku setiap kali mendengarmu beraksi
Aku membayangkan kau berada di sana
Berdiri dengan gagah berani di tengah terik matahari dan hujan
Menyuarakan aspirasi sebagai agen sosial
Membuatku khawatir jika berubah menjadi bentrokan
Sedih
Aku hanya bisa mengamatimu dari jauh

Bagiku kau bukan sekedar lelaki berjas almamater berikatkan revolusi
Kau tetap lelakiku dimana aku menemukan oase di tengah gurun gersang
Kau bukan hanya seseorang yang berteriak demi keadilan
Tapi kau juga menggengamku untuk melangkah menuju terang

Di mataku kau tetap lelakiku
Yang sering kubelai rambutnya dan bahunya kupakai untuk bersandar
Kata-katamu lebih dari rayuan
Dan dalam pelukanmu aku tenang

Andai pacarku seorang Demonstran...




***didedikasikan untuk para aktivis kampus

Soe Hok Gie

Emangkasara'

Emangkasara' adalah judul film kedua saya setelah MAYA. Lagi-lagi saya dipercayakan untuk menjadi scriptwriter ( penulis skenario ) dalam membuat sebuah film. Film ini dibuat oleh klub Kine ( Kifo KOSMIK Unhas ) dalam rangka ulang tahun KIFO ( Kine dan Fotografi ) KOSMIK UNHAS yang ke- 22 tahun. Film ini diproduseri oleh ketua klub Kine, Kak Dini Imanwaty Awal dan disutradai oleh Kak Lily Sukriana. Berikut nama crew dan pemainnya.

CREW

Produser : Dini Imanwaty Awal
Sutradara : Lily Sukriana S
Scripwriter : Meike Lusye Karolus
DOP : Titah Ayu Taroniarta
Ass. Sutradara : Widya Triayuastuti
Manager Produksi : Riana Dwi Resky
Manager Unit : Alien Chairina Husni
Cameramen : Yohanis Kiding
Editor : Taufik Achmad
Make Up Artist : Nurmihailoa Nabiu

TALENT

Bima : Muhammad Rafi'i
Anna : Humaerah Haeruddin
Mahasiswa di kampus : Yohanis Kiding & Nurmihailoa Nabiu
Talent dokumenter : Yuyu Ichsani, Debra Ayudistira, Leila Fitriani, Martinus Buntulangi, 2 mahasiswa Hukum yang saya lupa namanya

Proses syuting film Emangkasara' memang sangat syahdu. Kita diberi deadline sebulan untuk membuat film yang berdurasi hampir setengah jam. Proses syuting yang molor karena cuaca dan jadwal pemain yang bertubrukan sering menjadi kendala. Tapi disinilah saya dan teman-teman belajar banyak tentang bagaimana proses pembuatan film itu sendiri, komitmen, kerjasama, dan manajerial. Dalam membuat skenario, saya dibantu oleh Kak Dini untuk ide cerita dan Kak Sabda Taro dalam mengembangkan cerita film ini. Akhirnya, jadi juga Emangkasara'. Screning film ini diselenggarakan di UPT. Perpustakaan Umum Unhas pada hari Sabtu, 15 Januari 2011 sekaligus sebagai opening film di launching film dokumenter "Hope" yang disutradarai Andibachtiar Yusuf.

poster film "E Mangkasara' " yang dibuat oleh Abo ( Kosmik 2010 )


Lalu bagaimana cerita film ini ?

Tidak seperti kebanyakan film-film KIFO sebelumnya yang bertemakan kehidupan sehari-hari mahasiswa, Emangkasara' justru mengambil isu " Makassar tidak kasar " sebagai temanya dengan latar belakang dunia kampus. Mengapa harus tema ini ? Karena inilah keresahan yang dirasa mahasiswa Makassar saat ini. Aksi-aksi anarkistis yang sebenarnya bertujuan baik justru menjadi bumerang bagi citra mahasiswa sendiri. Mahasiswa kita sering dipandang sebelah mata karena dianggap hanya bisa tawuran saja. Padahal tidak sedikit juga mahasiswa-mahasiswa kita yang berprestasi.

Emangkasara' bercerita tentang perjalanan seorang wartawan dari ibu kota, Bima ( Muhammad Rafi'i ) yang mendapat job liputan mengenai kota Makassar di saat isu mengenai tawuran antar mahasiswa sering terjadi. Dalam tugas peliputannya itu, ia bertemu dengan Anna, seorang mahasiswi asli Makassar yang tak sengaja ditemuinya di kampus Unhas ketika sedang melakukan investigasi. Lewat bantuan Anna-lah, Bima akhirnya bisa mengenal budaya orang-orang yang ada di Makassar. Klimaks film ini adalah ketika Bima dihadapkan pada hati nurani antara menulis berita kebenaran atau mengikuti tuntutan pemimpin redaksinya. Bagaimana endingnya ? silahkan nonton filmnya. hehehe...


---------

In the end, membuat film tidak sama dengan menulis atau mengambil foto yang bisa dilakukan oleh satu individu. Film adalah karya dari satu tim atau kelompok dimana banyak kepala yang bermain di dalamnya. Jika dianalogikan dalam tubuh manusia, sebuah film terdiri dari kepala, tubuh, kaki, sistem peredaran darah, sistem saraf, dll. Semuanya saling berkesinambungan. Tidak bisa berjalan dengan baik jika salah satunya ada yang cacat. Crew dan talent memiliki hubungan simbiosis mutualisme. Kadang-kadang saya heran mengapa gaji crew lebih rendah dibanding gaji talent. Harusnya crew yang lebih kaya ya. hehee...
Setelah film ini, saya berharap bisa berkarya lagi with who, from where, and with a great vision.



Dedicated to all Crew and Talent of Emangkasara' and for those people who supported this movie. Arigato. Xie Xie. Danke. Vielen Dank. Terima Kasih

Selasa, 18 Januari 2011

Si Bunga Cengkeh Yang Perkasa

Martha Christina Tiahahu namanya.

Ia adalah salah seorang putri bangsa yang melawan penjajahan atas negeri ini. Perempuan yang lahir di desa Abubu, Nusa Laut, 4 Januari 1800 ini lebih memilih mengangkat senjata untuk berperang melawan Belanda di saat gadis-gadis seumurannya lebih tertarik dengan bedak dan gincu. Bersama ayahnya, Kapitan Paulus Tiahahu, ia membantu Kapitan Pattimura dan segenap rakyat Maluku dalam perang yang dikenal dengan sebutan Perang Pattimura saat mereka menyerang Benteng Duurstede dan dalam beberapa pertempuran lainnya.

Martha Christina adalah gadis yang pemberani dan konsekuen terhadap cita-cita perjuangannya. Di usia yang masih sangat muda ia telah memiliki prinsip untuk membela bangsanya. Rambutnya yang tergerai panjang dan diikat kain berang ( merah ) khas orang Maluku menjadi style-nya setiap berperang. Dalam pertempuran yang sengit dan karena kalah jumlah juga perlengkapan senjata, Martha Christina dan pejuang lain ditahan. Ayahnya, Paulus Tiahahu, divonis hukuman mati. Martha Christina berusaha menyelamatkan ayahnya tetapi sia-sia. Semakin benci-lah ia terhadap Belanda.

Di atas kapal Eversten, kapal yang membawa tawanan untuk diasingkan di Pulau Jawa, Martha Christina jatuh sakit. Keberanian dan ketabahannya telah memberikan simpati kepada komandan kapal itu, Verhull. Namun, Martha Christina tetap tak bergeming. Ia tetap tidak mau menerima kebaikan dari bangsa yang telah menjajah bangsanya. Ajal akhirnya menjemput Martha Christina pada tanggal 2 Januari 1818 dalam usia 17 tahun. Jasadnya diluncurkan ke Laut Banda dengan penghormatan militer.

Setiap tanggal 2 Januari diperingati sebagai hari Martha Christina Tiahahu. Masyarakat Maluku biasanya menabur bunga di monumen Patung Martha Christina Tiahahu di Karang Panjang, Ambon.

.....................


Baiklah cukup dongengnya.
Sejak kecil saya sangat menyukai kisah Martha Christina ini. Cerita Patungnya yang bagus di Karang Panjang selalu menuai rasa penasaran di hati. Belum lagi cerita menggelitik bahwa tempat monumen nasional ini jika malam menjadi tempat kaum muda kota Ambon untuk berpacaran. Kenapa bisa ya ? Karena di tempat berdirinya patung ini, kita bisa melihat pemandangan yang indah dari atas kota Ambon. Baik itu di pagi, sore, maupun malam hari.

Patung Martha Christina Tiahahu di Karang Panjang, Ambon


Pemandangan dari atas tempat monumen


Beberapa tahun kemudian ketika saya ke Ambon, saya akhirnya bisa melihat patung ini. Dan memang benar, patung ini luar biasa. Setiap memandangnya ada rasa heroik yang keluar. Saya seolah-olah merasa seperti reinkarnasi dari Martha Christina Tiahahu. Saya sungguh mengagumi perempuan yang dijuluki si bunga cengkeh yang perkasa ini.

berfoto di Patung Martha Christina Tiahahu



Mari Menelanjangi Laki-Laki

Apa yang membuat seorang perempuan tertarik kepada laki-laki ? Tubuhnya, pikirannya, perilakunya, kekayaannya, atau semuanya itu menjadi satu dan menghasilkan pesona yang membuat kita mabuk kepayang.

Gambaran laki-laki ideal dengan tubuh sempurna telah ada sejak zaman dulu. Salah satu seniman hebat sepanjang masa, Michaelangelo Buonarroti membuat gambaran indah tentang laki-laki dalam salah satu karya-nya yang dikagumi hingga sekarang, David. Sosok patung Daud ( David ) dengan tubuh telanjang dan otot-otot maskulin yang memberi kesan bahwa David selain tampan juga memiliki tubuh atletis idaman semua pria. Walaupun sampai sekarang kita tidak tahu bagaimana rupa Raja Daud, tapi patung David ini secara tidak langsung membuat pandangan kita terstruktur seperti itu. Siapa tahu sebenarnya Daud itu pendek dan gemuk ? Ya kan. Walaupun begitu berdasarkan kenyataannya, Alkitab pernah mencatat bahwa Daud memang berwajah tampan, taat kepada Allah, jago bikin puisi, menari, menyanyi, main alat musik, cerdik, panglima perang yang hebat, dsb. Daud memang pria kesayangan Allah dan idaman semua perempuan.

Patung David karya Michaelangelo Buonarroti


Saya pertama melihat gambar patung David ini ketika membaca ensiklopedia keluaran Oxford University saat masih SD. Saya dan teman-teman yang saat itu masih gadis lugu dan sedang akil balik begitu kesengsem melihat gambar ini juga beberapa lukisan-lukisan lain yang menggambarkan tubuh lelaki. Dengan malu-malu, kami secara sembunyi-sembunyi membukanya dan membicarakan "kelaki-lakian" yang terpampang dalam gambar yang sedang kami pandangi. Buku ensiklopedia yang tebalnya ampun-ampunan dan sebenarnya membahas biografi orang-orang terkenal itu menjadi buku favorit kami. Bagian Michaelangelo selalu menjadi lembar yang sering kami buka.

Saya juga suka membaca novel. Mulai dari novel-novel teenlit, metropop, terjemahan, hingga seri Harlequin. Dari kisah cinta merah muda sampai tentang kehidupan yang menginspirasi. Saya suka membaca novel yang mendeskripsikan tokoh laki-lakinya dengan sempurna. Hal ini membuat saya lebih mudah membayangkan tokoh utama perempuan sebagai saya dan si "laki-laki rekayasa penulis" sebagai tokoh utama laki-lakinya. Lambat laun deskripsi sempurna laki-laki dalam novel membuat saya berpikir indah tentang tubuh laki-laki. Hingga kemudian mengkonstruksi wujud laki-laki idaman hampir sama seperti dituliskan dalam novel-novel. Itu dulu, saya akhirnya menyadari kenyataan jauh lebih indah dibanding imajinasi penulis novel. Tidak segampang itu membuat perempuan jatuh cinta dengan ketampanan belaka.

Saya akan memberikan contohnya. Novel Lelaki Terindah karangan Andrei Aksana memiliki deskriptif yang sempurna untuk tokoh utama laki-laki. Novel Lelaki Terindah yang bercerita tentang cinta terlarang sepasang laki-laki menjadi novel wajib yang sanggup menguras air mata teman-teman saya yang menyebut diri mereka gay.

Cover novel "Lelaki Terindah" by Andrei Aksana


" Namanya Rafki. Belum pernah kudengar nama seindah itu. Melafalkan huruf demi huruf yang merangkum namanya, alam seperti mendentingkan komposisi nada dalam alunan simfoni yang menggetarkan. Begitu sepadan dengan penampilan fisiknya yang mengundang decak. Membuat mata tak rela berkedip sekejap pun. Mengagumi mahakarya yang tiada tandingan. Jantan. Gagah. Memukau. Menggoda...( hal.18 )

" Ketika ia berkata, otot-otot yang menyembul di balik kausnya tampak ikut mengejang. Rafki duduk seenaknya. Dengan kedua kaki berselonjor dan mengangkang. Celana jeans-nya yang ketat memperlihatkan semua lekuk kejantanannya..." ( hal. 20 )

" Siapa yang sanggup menolak pemuda setampan ini. Tubuhnya tinggi atletis. Dadanya bidang. Setiap perempuan pasti berdesir melihatnya. Ingin berlabuh dalam dekapannya. Tak mau melepaskan lagi. Wajahnya demikian rupawan. Sang pemahat tak meninggalkan cela sedikit pun dalam karyanya. Matanya yang gemerlap seperti telaga berkilauan tertimpa sinar matahari... membuat semua perempuan ingin berenang menyelami, meski basah dan tenggelam, tak mau naik ke daratan lagi..." ( hal. 27 )

Yah, novel memang memiliki andil dalam pengonstruksian wujud laki-laki dalam imajinasi perempuan. Hingga sering kali ketika bertemu dengan laki-laki yang kebetulan mirip dengan tokoh yang wujudnya begitu memukau, kita pun bisa terpesona. Terpesona belum tentu jatuh cinta.

Akhir-akhir ini di Makassar mulai berjamur tempat fitness. Entah itu dalam bentuk rumah yang penuh dengan alat-alat berat pengolah tubuh atau studio fitness yang eksklusif dan berkelas. Saya juga sering gerah melihat teman-teman laki-laki saya yang hobi fitness untuk membentuk tubuhnya agar atletis, seksi, dan ideal. Untuk merawat tubuh sih OK, tapi untuk merubah diri hingga meninggalkan tujuan hidupnya yaitu belajar, itu sangat NOT OK !

Laki-laki hari ini juga berkurang ketertarikannya dalam dunia pendidikan. Di kelas saja, bisa dihitung laki-laki yang aktif dalam perkuliahan. Kalau disuruh bikin tugas kuliah, malasnya minta ampun. Tapi, kalau urusan olahraga, pembentukan tubuh, apalagi main game, mereka sangat aktif. Kalau diprotes mereka punya segudang dalih : " Ini kan nalurinya cowok " atau " kami juga butuh refreshing" . Laki-laki zaman sekarang malah lebih rajin ke lapangan futsal daripada melamar pekerjaan, bikin usaha sendiri, atau minimal ambil S2. Mereka sepertinya lebih tertarik ikut olimpiade daripada menghadapi persaingan kerja di era globalisasi ini. Saya tidak menggeneralisir semua laki-laki seperti itu, sama seperti kata Om Meggy Z " Tidak semua laki-laki...."

Untuk para laki-laki sebenarnya sederhana saja :
Jadilah diri kalian. Berusahalah untuk survive dalam hidup. Kami tidak butuh otot untuk makan. Kami butuh cinta kalian dan usaha kalian. Kami butuh pria cerdas untuk dijadikan suami bukan pria berotot untuk dijadikan tukang pukul.

Terima kasih.

Senin, 17 Januari 2011

Pria "Henry Adams"

Pusat perbelanjaan dengan segala produk yang dikemas dalam berbagai bentuk visualisasi selalu memberi daya tarik bagi setiap pengunjung yang datang. Ada yang sekedar window shoping atau memang betul-betul untuk berbelanja. Budaya konsumtif dari masyarakat kita dari ke hari kian meningkat. Macam-macam alasannya, dari memang butuh hingga demi mengejar prestise. Untuk sekedar mencukupi kebutuhan atau mendapat pujian dan tatapan kagum dari khalayak yang menyaksikan.

Saya?
Saya masih ingat ketika handphone masih menjadi barang mewah yang belum wajib untuk dimiliki. Dari handphone monoponic, polyponic, mms, berkamera, 3G, video phone, music player hingga fasilitas internet. Dari nokia hingga blackberry. Dari blackberry menuju iphone. Dari iphone melesat ke ipad. Handphone berubah fungsi dari alat untuk berkomunikasi menjadi ajang pamer kekayaan. Siapa yang handphone-nya sudah canggih dialah pemenangnya.

Kita takkan pernah puas jika ingin mengikuti perkembangan pasar dalam dunia komoditi. Takkan pernah habis kecuali dunia ini kiamat. Tiap hari, tiap tahun, bahkan disaat tulisan ini dibuat, produk-produk baru siap diluncurkan. Tinggal kita pandai-pandai memilih : mana yang penting, dibutuhkan, dan mendesak.

Setiap ke Mall, saya berdecak kagum bahwa sirkulasi produk yang ditawarkan kadang begitu cepat berjalan. Barang A yang menjadi primadona saat ini langsung cepat berganti dengan barang B yang baru saja diluncurkan. Kita harus siap-siap gigit jari jika barang yang diincar sering lenyap saat uang kita sudah cukup untuk membelinya.

Tapi tidak dengan yang satu ini.
Setiap ke Mall Panakukkang atau sering disebut Diamond, saya sering melewati dan memandang tanpa pernah masuk ke salah satu counter baju di lantai 2 mall ini. Counter baju "Henry Adams" yang menjual pakaian pria. Dari tampilannya memang ditujukan bagi laki-laki dewasa, eksekutif, mapan, dan berkelas. Lalu apa yang membuat saya tertarik untuk melewati dan betah beberapa detik memandang ke counter ini. Ya ini dia alasannya....

Inilah Pria "Henry Adams"-ku ^^

Saya menyebutnya Pria "Henry Adams"-ku. Model yang memakai baju keluaran Henry Adams ini menyentuh hati saya. Bukan. Ini bukan wajah modelnya yang tampan. Tapi, entah mengapa saya suka sekali melihat laki-laki yang mengenakan tampilan seperti ini. Ini seperti bayangan sempurna kekasih atau suami saya nanti. Bahkan saya pernah berjanji dalam hati, kalau saya sudah punya suami saya akan membelikannya baju Henry Adams. Kenapa bukan saat pacaran? Karena kata Alvidha, pamali memberi pasangan baju di saat pacaran. Katanya nanti cepat putus.


So, who wants to be my Pria "Henry Adams" ???