Kangen

Rabu, Maret 11, 2020

salah satu pemandangan manis yang kutemukan di kota Berlin *dok.pribadi


Kak Ems,

Rindu tidak saja terjadi pada seseorang, tetapi juga bisa terjadi pada sebuah kota. Sebuah tempat yang pernah kita tinggali atau hanya sekedar singgah. Kota yang membuat kita berani menjadi diri sendiri dan tidak takut untuk mengenalnya lebih dekat. Kota yang menyediakan berbagai pengalaman-pengalaman yang mengejutkan. Kota yang membuatmu menjadi pemeran utama di film tentang hidupmu sendiri. Kota yang membuatmu berani kemana-mana sendiri atau menikmati percakapan dengan kawan-kawanmu sambil berjalan kaki. Menikmati pagi yang membawa harapan dan menghadirkan malam yang menghibur setelah satu harimu yang melelahkan berlalu.

Dulu aku pernah begitu merindukan sebuah kota. Kota itu begitu jauh terletak dari tempatku berada sekarang. Sebuah kota impian karena bahkan pernah kuimpikan akan menjadi tempatku menetap. Udaranya yang dingin sejuk, jalan-jalan yang lengang, museum-museum, toko-toko barang antik, bangunan-bangunan Bavaria berwarna cokelat, kuning, atau putih, sampai pub dan klub malam yang kosmopolit. Kota dimana aku akan menimba ilmu disana. Bertemu orang-orang baru. Merasakan pengalaman baru. Menemukan dongeng-dongeng yang menakjubkan yang sama sekali berbeda dari dongeng-dongeng dari tempatku berasal. Di dalam gereja tua yang terletak di jantung kotanya, aku pernah meminta pada Tuhan sampai airmataku berlinang untuk dapat kembali lagi kesana. Bukan sebagai pelancong, tetapi seorang pembelajar yang haus ilmu. Suatu saat, aku akan tinggal dan belajar disana. Mungkin juga bertemu pasanganku. Harapku.

Aku suka quote yang dikatakan Woody Allen di film Manhattan, "He was as tough and romantic as the city he loved".  Aku mengagumi Woody Allen dan karya-karyanya. Siapapun yang menonton film-filmnya pasti sepakat bahwa Allen mampu menghadirkan sebuah kota sebagai karakter dan bukan sekedar latar. New York, Paris, atau Barcelona menjadi persona yang tak hanya memuaskan mata dengan lanskap yang indah dan ikonik, tapi sisi "biasa" dari kehidupan sehari-hari yang abai kita perhatikan. Tokoh lain adalah karakter Carrie Bradshaw yang diperankan Sarah Jessica Parker dalam serial Sex and The City yang mempersonakan dan melibatkan New York dalam hidupnya. Aku suka episode ketika Carrie sedang berelasi romantis dengan New York. Darisitu kita bisa memaknai bahwa sebuah kota memiliki tangan-tangan tak terlihat untuk merajut benang-benang koneksi di antara setiap insan yang hidup dalamnya.

Terkait rasa rinduku, tahukah Kak Ems bahwa aku bertemu dengannya di kota ini bukan di kota yang kuimpikan itu. Itu terjadi pada tahun 2017. Waktu itu aku menghadiri sebuah acara dimana ternyata dia menjadi salah satu panitianya. Kami belum berjumpa waktu itu dan aku sama sekali tidak tahu bagaimana rupanya. Karena aku harus bertemu dengan mentorku untuk persiapan bertemu calon supervisor S3, aku pulang duluan dari kegiatan itu. Di acara itu sendiri,  masih ada dua sahabatku yang masih tinggal, sebut saja June dan Lion. June memotret secara candid Lion yang sedang reuni dengan teman-teman kuliahnya dulu. Foto itu diposting Lion di Instagramnya. Aku me-like foto itu dan hanya memperhatikan ekspresi lucu Lion dan teman-temannya. Tahun 2018, aku datang ke perpustakaan dan bertemu secara langsung dengannya untuk pertama kali. Aku langsung mengenalinya karena dia berbeda dari kebanyakan orang-orang disana. Waktu itu aku bergumam dalam hati, "Kayaknya yang ini orangnya...". Tak ada yang berkesan dari pertemuan itu. Kami pun tidak berkenalan dan ia hanya melihatku sekilas seperti biasa kita menengok kalau ada customer yang masuk untuk antri di teller bank. Tahun 2019, barulah kami berjumpa lagi dan berkenalan secara resmi. Beberapa waktu kemudian, Lion teringat foto yang dipotret Juni. Dan kami semua terkejut, karena ada satu orang masuk dalam framing foto itu selain Lion dan teman-temannya. It was him!

Kak Ems benar, tak ada kepenuhan yang didambakan selain bertemu dengan yang kita rindukan. Atau dalam hal ini, kesempatan untuk berkunjung kembali ke kota yang kita rindukan. Aku berdoa semoga Kak Ems diberi kesempatan lagi untuk kembali ke Sydney. Berpelukan kembali dengan udara dan ambience kota itu. Mengitari jalan-jalan kecilnya. Menonton konser yang digelar disana. Bertemu kembali dengan kawan-kawan lama. Memakan makanan favorit yang disantap saat weekend. Semoga kita masih diperkenankan melalui perziarahan ini dan selalu menemukan teman di setiap tikungan jalan.

salam sayang,
Mei

You Might Also Like

0 comments