Pengetahuan

Puisi Untuk Indonesia....

Rabu, Juni 09, 2010

Ini kali pertama saya meng-copy tulisan orang untuk dituliskan di blog saya. Bukan karena tidak ada ide, tapi karena kagum dan setuju dengan tulisannya. Sekilas puisi ini seolah-olah mirip lirik-liriknya Superman is Dead, tapi dia menuliskannya dengan gayanya sendiri. Kawan saya ini adalah teman kuliah sobat saya Tirta, mahasiswa fakultas ekonomi UNHAS angkatan 2009. Yah, itu lagi. Dia baru angkatan 2009 tapi sudah berpikir seperti ini.


TANPA NAMA JUGA ITU NAMA

dari sodara Muwahid Ummah


Jangan tanyakan padaku Indonesia 30 tahun kedepan
karena saat ini tidak ada lagi pemuda Indonesia
yang ada hanya pemuda negara kerupuk
yang mengikuti kekangan barat.
yang kita namakan KEBEBASAN!!!

konspirasi kita namakan sebgai REFORMASI
Kekerasan kita sebut sebagai REVOLUSI
Merampas hak rakyat kita namakan DEMOKRASI
Membodohi rakyat Kita namakan POLITIK
Menyanyikan lagu rakyat saja kita mengaku IDEALIS
Debat kiri kanan kita Mengaku INTELEKTUAL
Bakar Kampusmu dan Kau KREATIF!!

Karena itu
Suatu saat
saat itu Indonesia akan terkenal.....dibanggakan..
.....dianggap jaya.....diceritakan.

"dahulu ada negeri yang damai kaya dan permai bernama NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA "



Ayolah Pemuda Indonesia, jadilah motor bagi negara ini.

seperti kata kawan Ummah " Negara butuh PENGGERAK bukan PENGGOYANG..."

Kisah Perempuan

That's why I love SHOPPING !!!!

Rabu, Juni 09, 2010


" But I know is that I’m always happy when I walk out the store..." (Fergie - Labels or Love )


Belanja adalah salah satu kegiatan yang paling potensial membuat hidup bahagia. Oleh sebab itu, para pemikir kemudian mencari ilmu yang dapat mengajar orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadilah Ilmu Ekonomi. Dalam ekonomi semuanya di bahas mulai dari bagaimana menentukan barang-barang primer, sekunder, dan terisier. Bagaimana menangani masalah ekonomi serta membuat orang menjadi untung dan menghindari rugi. Intinya semua orang ingin memenuhi kebutuhannya, menjadi makmur, dan terhindar dari kemiskinan.

Saya juga suka belanja. Kalau saya sih mengkategorikan 2 macam jenis belanja yaitu belanja wajib dan belanja untuk bahagia. Belanja wajib adalah belanja yang tidak dapat ditunda pembeliannya karena akan berdampak besar dalam hidup saya (ekonomi sekali ya ?). Semua yang termasuk pemenuhan kebutuhan primer, sekunder, dan terisier yang dibeli dengan uang Papa-Mama masuk belanja wajib. Mulai dari belanja harian, bayar uang kuliah, kebutuhan akan baju baru, sepatu baru, aksesoris, dan rekreasi dihitung dalam belanja wajib. Sedangkan belanja untuk bahagia adalah belanja untuk menghilangkan stress dan patah hati. Kebalikan dari belanja wajib, belanja untuk bahagia memakai uang jajan saya. Berhubung saya hanyalah mahasiswa yang tidak memiliki penghasilan sendiri dan masih menumpang di rumah orang tua, maka barang-barang yang saya beli harus terjangkau dengan uang jajan.

Belanja untuk bahagia tidak bisa dibandingkan dengan belanja wajib. Faktanya, saya hanya mampu membeli barang yang sesuai standar uang jajan dan kesenangan saya. Beruntung kesenangan saya bukan membeli perhiasan emas, berlian, atau permata. Tapi adiksi saya terletak pada 3 hal : makan, buku, dan nonton film di bioskop. Nonton di bioskop memang masih bisa dikendalikan. Tapi nafsu untuk makan dan beli buku, ckckkkc...rasanya saya harus ke terapist untuk itu. hahaha...


MAKAN

Ketika makan, rasanya segala hal yang membuat kepala mau pecah seakan terobati. Hati senang, perut kenyang, dan ingin tidur. Bahagia. Tapi kemudian bobot tubuh akan naik. Tanpa disadari angka timbangan tidak menunjukkan angka yang seperti biasanya. Kenyataan itu diperkuat oleh celana yang mulai kesempitan atau kaos yang mengetat tanpa dikecilkan. I love eat. Ketika makan semua nafsu kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan terlampiaskan. Semua masalah seakan-akan ikut dimakan juga. Dengan makan, saya bisa menjadi gemuk dan sehat. Asal tahu saja, bobot saya waktu SMA kelas 1 itu 45 kg. Sekarang? 50 lebih-lebih sedikit. Lihatlah, betapa kurusnya saya dulu serta hebatnya pengaruh "itu" kepada body saya yang kayak model ini.


BUKU

Buku pun sebenarnya benda yang cukup bervariasi harganya. But it's okay, selama saya mampu itu tidak menjadi masalah. Saya suka pergi ke toko buku. Menghirup bau buku baru, entah di bagian buku-buku yang bertulisan atau ke bagian alat-alat tulis dengan hamparan notes-notes atau diary-diary yang minta diisi. Sejak kecil saya memang disuguhkan buku-buku oleh orang tua saya. Dari kecil saya punya hobi mengoleksi notes dan diary. Buku membuat saya merasa lebih GAYA.
Jadi, ketika saya sedih, saya pun pergi ke toko buku. Beli satu buku sudah menghabiskan uang jajan satu hari. Yah, uang. Lagi-lagi uang. Kalau uang saya banyak, saya dengan kalap langsung menyabet buku-buku yang saya inginkan. Sayangnya, ketika tumpukan buku itu sudah ada di rumah, saya malah malas membacanya.
Memang benar apa bunyi hukum Gossen I " Jika pemuas terhadap suatu benda berlangsung terus menerus, kenikmatan mula-mula mencapai kepuasan tertinggi. Namun makin lama makin turun, sampai akhirnya mencapai titik nol."

Tapi sudahlah, jika kalian sedih lebih baik belanja saja. Daripada kalian pakai narkoba atau bunuh diri. Tapi ingat BELANJA-LAH YANG BERTANGGUNG JAWAB !!!




" A Prada dress has never broken my heart before...
Let’s stop chasing those boys and shop some more..."

Kisah Perempuan

Ratu, Dewi, dan Prajurit...

Rabu, Juni 09, 2010



Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah novel berjudul Garis Perempuan yang dikarang oleh Sanie. B Kuncoro. Pada bagian novel itu, terdapat sebuah paragraf yang tertulis seperti ini " Ada 3 tipe perempuan : Ratu, Dewi, dan Prajurit. Seorang Ratu haruslah cerdas karena dia adalah pemimpin bagi rakyatnya menuju kesejahteraan. Seorang Dewi senantiasa cantik yang dengan itu menciptakan keindahan bagi para pemujanya. Prajurit adalah seorang yang kuat dan setia. Dengan kekuatannya melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dan mempertaruhkan dirinya atas nama kesetiaan..."

Dalam masyarakat kita, kenyataannya perempuan seperti terbagi menjadi tiga. Saya tidak ingin menggunakan persepsi Sanie. B Kuncoro, tapi akan menggunakan persepsi saya.




RATU

Ratu selalu diidentikkan dengan sesuatu yang berbau kekuasaan. Ratu adalah perempuan yang memerintah dan menguasai sebuah kerajaan serta wilayahnya. Kadang pula diartikan sebagai istri dari sang Raja. Tapi Ratu disini didefenisikan sebagai perempuan yang cerdas, elegan, dan disegani. Ia memiliki karakter yang kuat. Ia memiliki wibawa dan karisma sebagai pemimpin. Setiap ia berbicara orang akan mendengarkannya dan terkesima. Bukan karena dia asal ucap tapi karena dari setiap kata yang dikeluarkan mampu menghipnotis lawan bicaranya atau paling tidak memberi kesan bagi yang mendengarnya. Seorang Ratu jarang memiliki kecantikan fisik pada umumnya yang dipuja-puja. Di luar Cleopatra yang mampu menaklukkan 2 pria hebat di masa itu, Ratu-Ratu berikutnya jauh dari kata "cantik". Ratu Elizabeth I dan II dari Inggris tidak secantik Putri Diana. Ratu Wilhelmina dan Ratu Juliana dari Belanda pun begitu. Ratu Isabella dari Spanyol tidak bisa dibilang jelita. Lalu apa kecantikan yang mereka miliki? kecerdasan dan kemampuan mereka yang membuat wajah mereka diingat selamanya dalam sejarah peradaban dunia. Dan itulah "Ratu" di era informatika ini. Para Ratu ini bukan juga berasal dari keluarga bangsawan. Bukan. Saya tidak berbicara masalah darah biru itu. Tapi meminjam pergeseran makna kata yang digunakan Sanie. B Kuncoro untuk melukiskan perempuan-perempuan hebat yang tangguh. Seorang Ratu memang selalu menonjol di mana-mana. Di sekolah, kampus, pergaulannya, atau lingkungan tempat dimanapun dia berada. Ia selalu dipuji. Ia selalu memegang posisi penting dalam setiap bentuk organisasi yang dia ikuti. Dalam ranah intelektualitas, sang Ratu juga tak kalah bersaing dengan para lelaki di kelasnya. Ia mampu dan memang sanggup. Ia disegani. Tidak sembarangan ia diperlakukan. Ia selalu menjadi trendsetter, panutan, most wanted girl, atau apapun istilahnya. She's the one.
Sosok Ratu memang sangat hebat ya ? Tapi seorang Ratu selalu kesepian. Memang, ia tidak pernah sendiri. Ratu selalu memiliki banyak sahabat, teman, dan kenalan. Tapi pendamping? belum tentu. Ratu Elizabeth I pun dikenal sebagai Ratu Inggris yang tidak menikah. Ratu-Ratu kerajaan yang lain pun lebih banyak dijodohkan. Mereka ditentukan menikahi pangeran dari kerajaan kecil untuk dijadikan pendamping. Tragis ya. Ratu-ratu ini bahkan tidak bisa menikahi laki-laki yang mereka cintai. Kadangpula, pria yang mereka cintai tidak membalas cinta mereka. Saya tidak ingin menggeneralisir, cuma melihat contoh kecil dari Ratu-Ratu ini, dan kenyataannya, ya kurang lebih seperti itu. Mudah-mudahan lebih banyak yang hidup bahagia dengan pria yang dicintainya. Lewat diskusi dengan seorang senior saya, saya baru tahu kalau ternyata laki-laki itu tidak suka didominasi oleh perempuan. Mereka tidak ingin merasa ter-inferior dengan keberadaan Ratu-Ratu ini, sehingga jarang ada laki-laki yang benar-benar berani mendekati mereka. Walaupun, mungkin ada juga pria yang merasa lebih kuat dengan keberadaan Ratu-Ratu ini. Tapi, saya yakin laki-laki yang mencintai para Ratu ini bukan laki-laki sembarangan yang labil. Para laki-laki ini pasti istimewa karena berani mencintai para RATU...


DEWI

Ketika mendengar kata Dewi, pikiran kita pasti tertuju kepada perempuan berparas cantik, berbaju indah, dan memiliki kekuatan sakti seperti yang dilukiskan dalam dongeng-dongeng. Istilah Dewi ini kemudian digunakan untuk melukiskan perempuan yang memiliki pesona.
Cantik. Seorang Dewi pasti memiliki sejuta alasan mengapa kita memujanya. Entah karena kecantikan fisiknya, gaya berpakaiannya, kepribadiannya, dan nya-nya berikutnya. Yang jelas, Dewi selalu dipuja laki-laki dan diakui perempuan lainnya. Seorang Dewi terlahir dengan sejuta pesona itu. Ada karena memang dia terlahir seperti itu ada pula karena kecantikannya dibentuk. Dimana ada Dewi disitu ada para laki-laki yang memujanya, mengejarnya, dan memilikinya. Dewi selalu diperebutkan. Sahabat saya Tirta pernah bilang seperti ini " Kecantikan selalu menang selama berabad-abad " katanya itu berasal dari quote dalam sebuah film-yang-dia-lupa-apa-judulnya.
Kejutannya, para lelaki lemah akan kecantikan. Kita tidak bisa menyalahkan laki-laki, karena laki-laki dan perempuan mewarisi sifat Ilahi yang mencintai keindahan. Laki-laki mencintai keindahan terutama yang dilihatnya dari perempuan. Kadang kecantikan menjadi keberuntungan sekaligus kesialan di saat yang sama bagi para Dewi. Beruntung, karena dengan menjentikkan jari para Dewi bisa berganti-ganti pasangan. Sial, karena bisa saja kecantikan itu menjadi petaka. Banyak kasus pelecehan seksual dan lain-lain terjadi hanya karena faktor ini. Saya belum pernah mendengar berita perkosaan perempuan kusta atau berwajah yang dikatakan "jelek". Rata-rata selalu yang "cantik", "mulus", dan "yang bodinya seksi". Lalu, bisa saja sang Dewi kehilangan sahabat-sahabatnya karena faktor "lonely dan forgotten" atau menjadi bahan cibiran.
Menjadi cantik itu tidak salah, bukan juga dosa. Itu anugerah. Itu keberuntungan (sekaligus kesialan ).


PRAJURIT

Kata "prajurit" ini selalu dilekatkan pada orang-orang gagah berani yang sedang bertempur di medan perang atau menyadang status kemiliteran tertentu. Prajurit adalah orang - orang yang kuat dan pantang mundur. Menurut Sanie. B Kuncoro, para prajurit ini adalah perempuan-perempuan yang mengandalkan tenaganya untuk menghidupi hidupnya. Lebih dikategorikan kepada perempuan-perempuan yang berasal dari kaum marginal. Perempuan-perempuan tanpa pendidikan yang terpaksa merajut hidup dengan bekerja apa saja. Tapi menurut saya, para Prajurit disini dilihat sebaga peleburan dari Ratu dan Dewi. Dalam menjalani hidup, tak selamanya Ratu bertahan sendiri dan Dewi yang senantiasa mengandalkan kecantikannya. Ratu dan Dewi harus bisa menjadi Prajurit, kuat dan berani atas nama kesetiaan. Kesetiaan kepada orang-orang yang dicintainnya. Entah itu Tuhan, orang tuanya, keluarganya, lingkungannya, dan CINTA dalam hidupnya. Prajurit harus bisa sehebat Ratu dan secantik Dewi. Dengan begitu ia menjadi Perempuan yang Sejati.


" Di posisi manakah saya ? "

Love Story

Kamu obatku dan Aku adalah boneka-mu...

Senin, Juni 07, 2010


When somebody loved me,
Everything was beautiful
Every hour we spent together lives within my heart
And when he was sad,
I was there to dry him tears
And when he was happy,
So was I
When he loved me

Through the summer and the fall
We had each other, that was all
Just he and I together,
Like it was meant to be

And when he was lonely,
I was there to comfort him
And I knew that he loved me

So the years went by
I stayed the same
But he began to drift away
I was left alone
Still I waited for the day
When he'd say I will always love you

Lonely and forgotten,
I'd never thought he'd look my way
And he smiled at me and held me just like he used to do
Like he loved me
When he loved me

When somebody loved me
Everything was beautiful
Every hour we spent together lives within my heart

When he loved me

(Lagu When She Loved Me - Sarah McLachlan adalah OST. Toy Story 2. Lagu ini tadi dinyanyikan sama Mbak Vivi di becak. Semua kata "he" di lagu ini adalah ganti dari kata "she" )


Kamu memang racun yang menyamar sebagai obat. Saya menelannya cukup lama. Menikmatinya. Awalnya rasanya manis tapi lama-lama menjadi pahit. Ternyata benar apa kata buku itu " Lelaki cenderung merasa memiliki banyak ruang di dalam hatinya sehingga seakan-akan mudah bagi mereka untuk mengundang para perempuan masuk ke dalamnya. Para perempuan dengan segala ragam pertimbangan, seringkali mengizinkan dirinya untuk bergabung dalam ruang itu meski sesudahnya akan terasakan betapa terbatas ruang yang tersedia untuk mereka. "

Ya.
Saya pikir kamu adalah obat untuk saya. Tapi nyatanya, kamu tidak lebih dari sebuah racun. Atau mungkin saya yang terlalu banyak mengonsumsinya sehingga malah over dosis, menyebabkan kamu yang seharusnya menjadi obat malah membuat saya keracunan.

Kamu tahu betapa rapuhnya saya. Kubiarkan dirimu tahu tentang cerita ini, itu karena saya yakin kamu bisa menjaganya sebagai cerita kita. Bukan untuk kamu jadikan lelucon dan kartu truf-mu. Tapi, nyatanya saya tak lebih dari boneka mainan-mu. Boneka yang kamu mainkan apabila kamu tidak sibuk atau sedang bosan.

Kamu memang obat. Kamu paling ampuh menyembuhkan rasa sakit itu. Tapi ternyata terlalu lama mengonsumsimu membuatku kecanduan dan over dosis. Kamu tahu, tidak enak rasanya kecanduan padamu apalagi jadi boneka-mu.

Yeah,
Kamu memang punya banyak boneka. Tiap tahun kamu akan mendapat beberapa. Betapa dunia ini baik sekali padamu. Tapi sayangnya tahun ini kamu mendapat boneka yang salah. Saya memang rapuh tapi tidak semudah itu terkoyak. Mungkin saya bisa sejahat Chucky dan berhenti jadi Bunny-mu. Saya tahu kamu selalu mendambakan Barbie itu. Dan sebuah boneka kelinci ini tidak mampu membuatmu bahagia.

Tapi kamu adalah obatku. Obat yang berhasil mengurangi rasa sakitku. Sekarang, saya akan ikut terapi untuk melepasmu. Melupakan semuanya dan berjalan sebagai orang yang baru. Boneka ini tidak butuh pemiliknya lagi. Ada yang membutuhkannya di luar sana. Terima kasih, karena kamu sudah membuangku ke panti asuhan untuk yang lain. Di sana, ada yang menantiku.

Dan saya yakin, "dia" tidak akan memperlakukanku seperti Boneka.

Love Story

Wedding oh Wedding...

Sabtu, Juni 05, 2010

Ini hanyalah mimpi seorang gadis. Seorang gadis yang ingin menemukan dan dicari Pangeran-nya. Dalam sisa-sisa kerapuhannya, si Gadis tetap berharap. Suatu saat, ada seorang pria yang datang dan berkata bahwa hanya dialah yang ada di hatinya. Dia akan datang dan bernyanyi seperti Adam Sandler di film The Wedding Singer. Dia akan menjaga Gadis itu seperti Jake menjaga Rose di film Titanic. Dia akan se-gentleman Richard Gere di film Pretty Woman. Sedangkan si Gadis? dia akan menjadi Putri Mia di Princess Diaries. si Gadis akan seperti Jane di 27 Dresses. Pangeran itu akan datang. Ya, si Right Man akan datang. Sekarang ini yang dibutuhkan si Gadis adalah BERSABAR.

Akhir-akhir ini, suasana dalam keluargaku diliputi kebahagiaan. Ini semua disebabkan rencana pernikahan salah satu sepupuku yang jika Tuhan berkenan akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Seluruh keluarga sudah mulai sibuk. Termasuk juga saya. Saya sibuk memikirkan model baju apa yang akan saya kenakan berhubung bentuk badan sudah tidak seperti dulu lagi. Jadi saya memutuskan untuk membongkar semua majalah-majalah lama maupun baru, minta saran Mami, kemudian menggabungkan pemikiran Ibu-Anak ini dalam satu sketsa gambar. Selain itu, karena pernikahannya juga akan diadakah di Pulau Dewata, maka saya pun sudah merencanakan setumpuk pakaian agak-setengah-minim untuk menghirup eksotismenya pulau ini. Who Knows, saya bertemu Pangeran saya di pulau ini.

Kembali ke soal pernikahan, saya suka acara pernikahan. Sungguh bahagia melihat 2 insan yang saling mencintai terpaut dalam ikatan suci pernikahan dan memulai hidup baru sebagai teman hidup. Selain acara makan-makannya yang ditunggu, saya paling suka bagian potong kue pengantin, bagian kissing-nya, dan tentu saja bagian utamanya : saat pengantin memasuki Gereja dan Gedung Resepsinya, Pengucapan janji nikahnya serta Pemberkatannya. Ada perasaan haru yang magis ketika kita melihat sepasang pengantin itu berjalan masuk diiringi musik yang romantis. Betapa bahagia, lucu, dan gugupnya pengantin saat mengucapkan janjinya dan kita pun seolah-olah merasakan kehadiran Tuhan saat pemberkatan pernikahan itu, saat tangan Pendeta dan Majelis tertumpang atas mereka. Setelah acara resepsi digelar, semua orang tahu apa yang akan terjadi setelah itu.

Lalu bagaimana dengan saya ? Saya juga ingin menikah. Semua orang tentu ingin menikah. Siapa yang tidak? Ok, mungkin ada yang memilih untuk tidak menikah karena suatu hal. Seperti para biarawan atau mungkin karena pengabdian akan keluarga dan pekerjaannya. Tapi saya ingin menikah dan sejak lama telah membuat list-list tentang "the day" itu. Pertanyaan-nya siapa yang akan menjadi "Mempelai Pria"-nya ?

Memikirkan siapa calon suami saya seperti memperkirakan kapan lagi gerhana matahari akan muncul. Sangat tidak terduga dan bisa terjadi kapan saja dengan siapa saja. Kita tidak tahu siapa jodoh kita. Bisa saja itu adalah orang yang telah lama dipacari, orang yang telah lama dicintai tetapi berpisah karena suatu hal, atau orang baru yang betul-betul muncul karena memang dia-lah jodoh kita. Semuanya bukan terjadi karena kebetulan tetapi karena... (saya benci menyebut ini) karena TAKDIR. Yeah, dalam kitab suci ditulis bahwa Tuhan sudah menuliskan garis hidup kita jauh sebelum kita lahir dengan rencana-rencana-Nya untuk kita. Jadi, apapun yang terjadi dalam hidupmu bukan karena kebetulan. Saya setuju akan hal ini. Saya tidak ingin pernikahan saya terjadi karena kebetulan dengan orang yang kebetulan. Tapi terjadi sesuai dengan rencana-Nya dengan orang yang dipilih-Nya untuk saya, serta pernikahan yang terencana dengan baik. Yeah, seperti lagunya Guns'n Roses "all I need is just a little patience..."



--------------------AMIN-----------------------