Memeluk Bintang

Rabu, Maret 14, 2012


Patah hati pertama manusia adalah ketika mereka melihat bintang namun tidak bisa menyentuhnya. Hanya memandang dengan putus asa dari bawah langit.

Ketika saya melihat ke langit dan menemukan banyak bintang disana, saya mendadak sedih. Saya benar-benar ingin menyentuh bintang-bintang itu. Saya ingin bermain di antara bintang-bintang itu dan memeluknya dengan sayang. Namun begitu tangan saya terangkat ke atas dan berusaha menyambut satu bintang yang paling terang, tangan saya hanya menabrak angin. Bahkan saya menemukan kenyataan pahit. Bintang itu sangat jauh dari jangkauan. Terasa amat sangat jauh. Tapi anehnya, saya bisa melihat dengan jelas kerlap-kerlip sinarnya.

Begitulah yang terjadi ketika kau menyukai seseorang yang berada nun jauh disana. Teknologi yang semakin canggih memang membuat jarak bukan menjadi masalah. Namun apalah artinya jika kau hanya bisa melihat dengan jelas kerlap-kerlipnya namun ia sama sekali tidak melihat wujudmu. Bahkan apabila ia berhasil melihat wujudmu, belum tentu ia melihat sinar yang berasal dari dalam dirimu.

Saya ingin memeluk Bintang meski ia berada jauh disana.

You Might Also Like

0 comments