Raumanen

Selasa, Februari 21, 2012


Ada dua orang gadis sedang duduk di bawah pohon flamboyan. Gadis yang pertama berkulit kuning langsat, bermata sipit, berambut ikal mayang, dan singset kayak Kate Winslet. Namanya Meike. Lalu disebelahnya seorang gadis berkulit langsep, bermuka bundar, sebagaimana umumnya dianggap seperti putri-putri Manado. Namanya Raumanen. Kedua gadis ini sedang berbagi kisah. Meike tengah memandang ke dalam kisah hidup Manen. Ada benang tak kasat mata yang menyatukan kisah mereka. Keduanya berada dalam rasi cinta pertamanya. Mereka berdua bahkan memiliki nama yang sarat makna. Raumanen adalah nama dari minahasa kuno yang berarti "gadis pemberi kuncup" sedangkan Meike dalam bahasa mandarin berarti "lagu yang indah".

Manen bercerita kepada Meike bahwa ia baru berusia 18 tahun ketika bertemu Monang, pria batak yang mencuri hatinya. Monang yang playboy, doyan pesta, dan bermobil sedan yang mengilap berhasil menumbuhkan kuncup di hati Manen. Ketika hubungan mereka sudah semakin jauh dan tantangan budaya yang memberikan jurang di antara mereka, Monang meninggalkan Manen dan menikahi gadis pilihan ibunya.

Meike terperanjat dengan kisah Manen. Manen masih dibawahnya setahun ketika mengalami kejadian yang mengubah hidupnya itu. Bagaimana mungkin gadis ini tega menghilangkan satu-satunya harta di hidupnya?

"Aku pun juga baru saja patah hati, Manen. Tapi aku tidak akan menyerah pada sakitku. Aku sendirilah yang pegang kendali atas hidupku dan tak seorang pun bisa mengambilnya begitu saja. Aku akan melangkah meninggalkan semua kenangan itu, Manen. Dan kisahmu akan jadi pengingat agar aku dapat berhati-hati bermain dengan cinta," ujar Meike.

Manen tersenyum. Ia memeluk Meike. "Kebahagiaan itu mustahil dibina tanpa Tuhan."

Meike mengangguk. "Dialah sang Kekasih sejati, Manen."

Matahari akhirnya kembali ke peraduannya. Meike dan Manen pun terpaksa berpisah. Meike tersenyum dan memandang Manen yang semakin menjauh. Bersama kehidupan di dalam tubuhnya, Manen telah membunuh dirinya sendiri. Jiwanya menari-nari di langit. Entah apa yang terjadi padanya.




Judul : Raumanen
Pengarang : Marianne Katoppo
Penerbit : Metafor



PS : terima kasih untuk Kak Tri Ayu Nutrisia yang telah meminjamkan buku ini pada saya.

You Might Also Like

0 comments