Tentang Aku dan Hujan

Senin, September 06, 2010

Hujan.
Yah, sebuah fenomena alam yang sering kita alami. Bahkan mungkin bagi Indonesia, hujan sudah disahkan menjadi musim. Dan setiap dari kita pasti memiliki cerita tentang hujan. Hujan dan kenangan.

Hujan selalu hadir. Bahkan tahun ini ia tidak mengenal waktu. Hujan turun tiap bulan. Saya pernah bertaruh dengan Kak Yudha kalau hujan tidak akan turun di bulan Agustus. Berdasarkan pengalaman saya selama tinggal di Makassar, Agustus masuk ke musim kemarau atau panas. Tapi Kak Yudha dengan santainya mengatakan bahwa hujan pasti akan turun di bulan Agustus. Faktanya, hal itu terjadi. Saya kalah taruhan tidak tahu kapan harus menepati janji kepada si Kakak.

Seperti saya bilang, Hujan selalu punya cerita untuk setiap orang. Para petani akan bahagia jika hujan turun. Itu artinya mereka akan mengerjakan sawahnya dan mulai siap-siap untuk memanen. Hujan bagi anak sekolah memiliki dua arti. Pertama, sebagai ajang di saat kita bisa tidur pulas dan malas datang ke sekolah. Kedua, adalah

musibah jika berangkat ke sekolah. Selain pasti bangunnya terlambat (tidur sangat enak saat hujan di pagi hari kan?) tentunya transportasi ke sekolah akan sulit. Apalagi kalau hujan keras. Saya selalu benci keadaan dimana hujan turun saat saya berangkat ke sekolah.

Saat membaca blog-nya Alvidha tentang romantisnya hujan. Saya sependapat dengannya. Hujan selalu membawa kesan melankolis. Dimana seolah-olah langit menangis. Entah karena bahagia atau sedih. Tanyakan saja pada langit, dan akan dibalas dengan suara guntur atau cahaya kilat. Seolah-olah langit mengerti apa yang kita katakan.

Hujan pernah membuat sebuah kenangan untuk saya. Saya menyebutnya November Rain seperti judul lagunya Guns'n Roses. Saat itu kejadiannya di bulan November. Di saat itu saya menyadari bahwa kisah saya hampir mirip dengan novel yang juga sudah di film-kan "Cintapuccino". Saya persis Rahmi yang mengalami November Rain dengan Nimo-nya. Itulah sebabnya saya menyukai lagu Hujan yang dinyanyikan Utopia.

Satu-satunya hal yang suka dari Hujan adalah suasana setelah hujan turun di sore hari. Bau khas yang membuat hati saya tenang. Dingin tapi menyejukkan. Saya bahkan punya fantasi sendiri dengan suasana setelah hujan di sore hari. Dan setiap membayangkannya saya selalu tersipu malu.


"..Aku selalu bahagia saat hujan turun karena aku dapat mengenangmu untukku sendiri..." (Hujan - Utopia)

You Might Also Like

2 comments

  1. itu bulan oktober, gerimis di pagi hari
    sweet memory for me...

    BalasHapus