Review Film

Cinta Henry dan Lucy

Senin, Januari 09, 2012


Di antara kita pasti ada yang sudah menonton film 50 First Dates yang diperankan oleh Adam Sandler dan Drew Barrymore. Ini adalah film kedua yang memasangkan Adam dan Drew sebagai couple setelah sebelumnya dalam film The Wedding Singer pada tahun 1998. Film 50 First Dates bercerita tentang kisah cinta antara Henry Roth dan Lucy Whitmore. Henry adalah pria yang takut untuk berkomitmen dengan perempuan sampai ia bertemu dengan Lucy di sebuah cafe. Sayangnya, akibat kecelakaan yang menimpa Lucy setahun yang lalu, ia kehilangan ingatan jangka pendek-nya (short-term memory loss) sehingga Lucy hanya bisa mengingat kejadian sebelum hari dimana ia kecelakaan. Tapi, kondisi Lucy yang seperti itu tidak membuat Henry menciut. Ia pun dengan segala cara membuat Lucy jatuh cinta setiap hari kepadanya. Saat menonton film ini, saya juga ikut berpikir. Apa yang akan kau lakukan seandainya kau mencintai seseorang yang tidak akan mengingatmu ketika ia bangun tidur keesokan harinya? Itu memang menyakitkan tapi itu bukanlah alasan untuk meninggalkan cintamu, kan?

Meski kemudian jalan yang harus ditempuh Lucy dan Henry berliku, toh pada akhirnya mereka bersatu. Cinta memang harus diperjuangkan, itulah yang ditunjukkan oleh pasangan Henry dan Lucy. Ada satu adegan yang membuat saya tersentuh saat ayah Lucy memberitahukan sesuatu kepada Henry. Ayah Lucy bilang," Meski ia tidak mengingatmu sesudahnya tapi sejak ia bertemu denganmu ia mulai menyanyi. Hal itu tidak pernah ia lakukan sebelumnya."

dan inilah lagu yang dinyanyikan Lucy sejak bertemu Henry;


Wouldn't It Be Nice
-The Beach Boys-


Wouldn't it be nice if we were older
Then we wouldn't have to wait so long
And wouldn't it be nice to live together
In the kind of world where we belong

You know its gonna make it that much better
When we can say goodnight and stay together

Wouldn't it be nice if we could wake up
In the morning when the day is new
And after having spent the day together
Hold each other close the whole night through

Happy times together we've been spending
I wish that every kiss was neverending
Wouldn't it be nice

Maybe if we think and wish and hope and pray it might come true
Baby then there wouldn't be a single thing we couldn't do
We could be married
And then we'd be happy

Wouldn't it be nice

You know it seems the more we talk about it
It only makes it worse to live without it
But lets talk about it
Wouldn't it be nice

Good night my baby
Sleep tight my baby



PS : saya suka konsep foto di cover film ini ^^

Love Story

LIBURAN

Minggu, Januari 08, 2012


"Love is how you stay alive, even after you are gone"
- Professor Morrie Schwartz

(dalam buku Tuesday With Morrie karya Mitch Albom )


Sudah menjadi hukum alam bahwa dalam kehidupan manusia akan ada pertemuan dan perpisahan. Ibu saya bilang, "Kita harus siap dengan segala perpisahan, baik dalam keadaan hidup maupun mati". Kalau kau begitu bahagia dalam pertemuan maka berusahalah juga untuk tersenyum saat perpisahan tiba.

Jika Tuhan mengatur pertemuan kita maka Tuhan pula-lah yang mengatur waktu perpisahan kita. Kedua peristiwa itu terjadi di saat saya benar-benar belum siap menjalaninya. Pertemuan yang tidak siap saya lalui dan perpisahan yang tidak siap saya jalani. Namun, apalah kita ini? Manusia yang tak punya kendali apa-apa.

Bila saya begitu berbunga-bunga menuliskan pertemuan kita maka saya merasa tidak adil pada sang perpisahan jika tak menuliskannya. Hari-hari itu sudah berlalu namun perihnya masih terasa. Tidak ada yang menduga. Saya pun tidak. Dengan alasan yang tidak dapat dijelaskan, perpisahan itu telah terjadi.

Mungkin tugas ini telah selesai, mungkin juga belum. Namun, satu-satunya yang saya yakini bahwa Tuhan punya rencana untuk kita berdua. Kita akan tumbuh terpisah, belajar memaknai hidup, dan mungkin akan bertemu dengan orang-orang yang baru. Banyak yang bilang bahwa jodoh itu tak kemana. Namun, yang memutuskan untuk bersama adalah kita sendiri. Dan hanya maut sajalah yang mampu memisahkan.

Cinta tidak pernah pergi dari hati kita, manusialah yang berubah. Kita-lah yang berubah. Kau akan tahu apa yang harus dilakukan bila kau mendengarkan suara hatimu dan bukan pikiranmu yang sarat logika. Ketika segala masalah tidak dapat dipecahkan dan untuk memperbaiki keadaan malah semakin memburuk, Tuhan memberikan kita liburan. Liburan agar kita beristirahat dan memperhatikan kehidupan yang sudah dijalani sehingga kita dapat mengambil keputusan yang tepat untuk kembali bangkit.

Kita sedang liburan, Sidharta

Love Story

Lesson For Today

Selasa, Januari 03, 2012


Waktu terus berjalan tanpa kita sadari. Ada yang datang dan ada yang pergi. Kau harus siap ketika ada seseorang yang masuk ke dalam kehidupanmu. Dan kau pun harus siap ketika ia pergi meninggalkanmu.
Ketika kita membiarkan seseorang masuk ke dalam kehidupan kita, hidup kita akan berubah. Dan ketika ia meninggalkan kita, maka kehidupan kita tidak akan sama seperti sebelumnya.






*sambil dengar Gerimis-nya Kla Project

Review Film

Jack Frost

Senin, Januari 02, 2012


"Chestnuts roasting on an open fire
Jack Frost nipping at your nose
Yuletide carols being sung by a choir..."
( Celine Dion - Chestnuts Roasting On An Open Fire )

Waktu hampir menunjukkan pukul 3 dini hari ketika saya menonton film Jack Frost yang diputar di salah satu stasiun televisi. Film "Jack Frost" yang dibintangi Michael Keaton, Kelly Preston, dan Joseph Cross dirilis pada tahun 1998 dan sudah beberapa kali diputar di televisi ketika momentum Natal tiba. Tapi meski sering diputar di televisi, saya baru kali ini menontonnya dengan benar.

Layaknya film Natal yang dominan mengambil tema keluarga, Jack Frost bercerita mengenai hubungan ayah dan anak. Adalah Jack Frost (Michael Keaton), seorang musisi yang sering melakukan tur ke luar kota. Hal itu membuat ia sibuk dan membuat galau putra satu-satunya Charlie (Joseph Cross). Untung saja istrinya Gaby (Kelly Preston) adalah istri dan ibu yang pengertian sehingga ia dapat mengerti kesibukan Jack dan dapat memahami perasaan Charlie.

Konflik di film ini bermula ketika Jack berjanji akan menemani Charlie saat Natal namun ternyata Jack harus kembali tur saat Natal. Charlie pun kecewa ketika ayahnya membatalkan janji itu. Namun, tanpa diduga Jack memperoleh kesempatan untuk pulang ke rumah saat Natal. Dalam perjalanan pulang itu, Jack mengalami kecelakaan dan meninggal. Tragedi itu mempengaruhi hidup Charlie. Membuatnya menjadi pemurung, tertutup, dan mengurangi kehidupan sosialnya.

Setahun kemudian, menjelang Natal, Charlie yang rindu pada ayahnya kemudian meniup harmonika pemberian Jack. Ajaib, roh Jack kemudian kembali dan masuk dalam tubuh boneka salju yang dibuat oleh Charlie. Jadilah, Jack menebus kesalahannya kepada Charlie dalam rupa boneka salju.

Ada quote dalam film ini yang berkesan bagi saya, saat Jack berkata pada Charlie yang sedang tertidur, " Selama ini aku sibuk membuktikan diriku pada dunia tapi ternyata kau-lah bukti itu,Charlie..."

Saya menarik kesimpulan dari film ini bahwa kita jangan menyia-nyiakan orang yang kita sayangi. Selagi kita diberi kesempatan bersama, maka nikmatilah masa-masa itu sebelum kita tidak bisa lagi bersama dengan mereka. Dan satu hal lagi, kehadiran seseorang yang kita sayangi itu jauh lebih berarti daripada hal apapun di dunia ini. Hati-hati juga ketika kita berjanji pada orang yang kita sayangi, apabila kita tidak menepatinya maka kesedihan yang luar biasa akan dirasakan olehnya.

Life Story

Say Hello To 2012

Minggu, Januari 01, 2012


Selamat datang 2012...


Selamat tinggal 2011...



Masa lalu tidak akan pernah kembali. Masa depan selalu menjadi misteri. Dan kita hanya punya hari ini untuk menentukan masa depan kita. Semoga selalu ada hari baru untuk merubah kita menjadi orang yang lebih baik.


Selamat Tahun Baru...
Tuhan memberkati ^^