Fotografi

Sendirian...Jalan-Jalan Sore di Unhas

Sabtu, Maret 05, 2011

Kampus Merah yang tersayang,

Karena bingung entah kemana kuputuskan untuk menyusuri jalan-jalanmu di sore ini. Kulihat banyak mahasiswa yang jogging untuk menyehatkan badan atau sedang menjalankan rutinitas pengkaderan. Lalu, kuputuskan ke danau-mu. Kata para alumni, "Bukan anak Unhas kalau belum pernah pacaran di danau Unhas..."
dan benar saja, banyak sekali orang berpacaran. Ada yang duduk di pinggir danau dan ada yang masih menunggu pasangannya datang. Aku tak berani mengambil gambar mereka. Karena mungkin aku juga akan memukul orang yang berani mengambil gambarku saat sedang indehoy.

Foto-foto dibawah ini mungkin masih jauh dari kaidah fotografi yang sebenarnya. Maka, biarlah saya mempublikasikannya. Foto-foto dari orang yang sedang belajar. Pemula yang betul-betul pemula....^^


Jalan-Jalan sore di kampus...


Eh...ada pohon yang penuh dengan semut merah. Rencananya mau bikin foto ruang tajam sempit. Jadi...tapi sayang semutnya tidak kentara. Maklumlah, lensa standar...^^

ini jalanan menuju Pusat Kegiatan Penelitian ( PKP ) Unhas

Kuning...Sendirian...Di tengah jalan...

Disini pernah ada adegan romantis. Entah dia ingat atau tidak. Peduli atau tidak. Tapi saya ingat dan peduli.


Sedikit lagi menuju Danau Unhas...


Akhirnyaaaa...The Most Romantic Lake

Jalan-jalan sedikit lagi. Di bagian kiri-nya banyak pasangan yang duduk sambil memandangi danau.


Kuning lagi.....berpasangan... di tepi danau...


Dilarang atau dibolehkan...???

Sekali lagi menghabiskan waktu sendiri dan melakukan apa yang saya sukai dengan bebas. ^^

Sehimpun Puisi

Catatan Kecil

Sabtu, Maret 05, 2011

Tidak ada nafas anak
Walaupun ada santun Ibu
Bukan hanya sekedar lagu
Ketika setan menyebutkan nama

Adakah aku nakal ?
Saat umur terpenggal
Menjadi aman dalam gulita
Ahh...dasar pengecut
Tulis itu dengan darah Ayah




5 Februari 2011
iseng-iseng bikin saat Follow Up-nya Media Ekonomi

Life Story

Tidak Punya Judul, Kalaupun Punya Judul Juga Tidak Penting

Kamis, Maret 03, 2011

Aku berjalan seperti mayat hidup. Ringan dan kosong. Seno Gumira Ajidarma bilang, "seperti biola yang tak berdawai."
Aku menyebutnya "tubuh yang tak bernyawa."

Pikiranku melayang-layang entah kemana. Apa yang terucapkan berbeda dengan maksudku.

Aku seperti Peri tanpa sayap. Aku menangis juga tanpa airmata. Suara dan kata terendap jauh ke dalam.

Mereka bertanya, "Apa kau baik-baik saja...?"
Mereka tidak peduli.
Mereka bertanya karena harus bertanya.
Mereka bertanya karena harus. Sebuah basa-basi dari kebiasaan.

Mengapa orang suka melakukan sesuatu yang semestinya ?

Aku tidak suka basa-basi
Aku tidak suka dengan orang yang senang mencobai orang lain untuk menjatuhkan dengan pengetahuan lebih yang dimilikinya.

Ah, kau hanya kebetulan lahir lebih dulu.

Life Story

Malam

Rabu, Maret 02, 2011

Maka disediakan-Nya malam bagimu agar kau sempat menangisi dukamu
( Ags.Arya Dipayana )



Malam.
Dalam kegelapan aku masih melihat terang. Bukankah terang adalah saudara kembar kegelapan ? Mereka sama tetapi berbeda. Yang satu memberikan kedamaian yang lain menimbulkan ketakutan.

Semakin malam, aku semakin jelas mendengar suara-suara itu. Suara rintihan dari dalam sana. Dari dalam malam yang pekat. Suara orang yang merana, kesepian, dan terluka. Ia merintih menahan rajam duka yang membabi buta. Suaranya memekakkan telinga. Ia memohon. Tapi, tak ada yang memedulikan isaknya.

Malam.
Entah mengapa ia selalu ada untuk menemani sesak. Ia adalah misteri sampai terang datang menyunggingkan senyumnya. Entah mengapa ia selalu menjadi pelampiasan dari hati-hati yang berteriak karena putus asa.
Hanya malam yang tahu. Hanya malam yang mengerti. Ia teman dari orang-orang yang bergumul.

Bahkan dalam gelap pun aku masih bisa melihat terang. Bukankah kegelapan adalah saudara kembar terang ? Yang satu memberikan kedamaian dan yang lain memberikan ketakutan.

Special Moment

I Found My Soul In Bozzanova

Selasa, Maret 01, 2011

Yap.
Saya akhirnya menemukan kemerduan suara saya saat menyanyikan lagu-lagu berirama bozzanova atau bozzas. Bozzanova mirip dengan jazz tapi dia lebih cozy dan sederhana ketimbang jazz.

Malam ini saya menyanyikan lagu "Kau Yang Kusayang" milik Rafika Duri dan "Kau Selalu Dihati" dari Yuni Shara tapi versi bozzas-nya dan pas lagi hujan-hujan. So mellow and romantic.

Harus saya akui untuk ukuran kualitas vokal saya masih jauh di bawah saudara-saudara sepupu bahkan ibu kandung saya sendiri. Keluarga besar dari Ibu saya sebagian besar adalah musisi walaupun mata pencaharian mereka bukan sebagai musisi. Mulai dari buyut, opa-oma, om-tante, sampai lapis anak-cucu-cicit. Sepupu-sepupu seleting saya sebagian malah ada yang punya album rekaman. Sisanya menjadi anggota paduan suara yang mengikuti lomba dan menjadi juara untuk skala nasional dan internasional. Jelas, saya kalah telak dari mereka semua.

But, tonight...
Dengan sepenuh hati saya menyanyikan lagu-lagu ini. Saya menilai dan merasakan suara saya sendiri. Dan saya terkejut...saya punya warna sendiri rupanya. Finally, I found my soul in bozzanova.