Kartu Pos Keliling Dunia

Kamis, Januari 17, 2013

kartu pos siap keliling dunia


Kartu Pos adalah jenis surat yang sering dianggap sepele oleh sebagian besar orang. Namun, sebagian besar orang lain justru menganggap kartu pos sebagai cinderamata yang tak terlupakan. Sewaktu kecil saya suka mengumpulkan kartu-kartu pos yang dikirimkan penggemarnya Mami ( Mami saya penyiar RRI). Dulu bentuk kartu pos tak semenarik sekarang. Berukuran persegi panjang, berwana cokelat, dan tanpa gambar. Sangat monoton dan membosankan. Kartu-kartu pos itu dikirim dari orang-orang yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Si Mami jarang membaca kartu-kartu itu, makanya dia senang-senang saja memberikan kartu-kartu pos itu kepada saya yang digunakan sebagai uang-uangan. 

Kartu pos juga mengingatkan saya kepada Kak Dwi Ananta. Dia adalah satu-satunya orang yang pasti akan meminta dikirimkan atau dibawakan kartu pos kalau saya sedang ke luar negeri. Namun sayangnya, saya tidak bisa mengirimkannya langsung via pos karena masalah waktu dan tidak tahu dimana kantor pos di negara-negara tersebut. Alhasil kartu-kartu pos itu hanya kubawakan sebagai oleh-oleh. Akan tetapi respon yang kuterima dari Kak Dwi sungguh luar biasa. Ia senang sekali seperti dibawakan dress atau sepatu. Saya bisa membayangkan bahwa ia akan lebih senang lagi jika mendapatkan langsung kartu pos itu dengan cap negaranya masing-masing. 

Kartu pos kemudian menjadi sesuatu yang berbeda maknanya ketika dua seniorku, Kak Jun dan Kak Dwiagustriani hijrah ke luar negeri. Kartu pos pertama datang dari Kak Jun yang saat ini tinggal di Melbourne, Australia. Pesan dalam kartu pos itu cukup singkat. Ia mengucapkan selamat atas jabatan pengurus yang saya pegang di KOSMIK dan sedikit kata-kata motivasi agar saya tetap "dream" and "believe". Disitulah saya mengalami sensasi yang luar biasa saat menerima sesuatu yang dinanti-nantikan. Kartu pos itu memang tiba cukup lama, lebih sebulan. Pesannya pun juga singkat. Namun, maknanya sangat dalam.

Selanjutnya kartu pos kedua kuterima dari Kak Dwi. Kak Dwi dan baby Ara sekarang tinggal di Ohio, Amerika Serikat bersama suaminya yang juga seniorku, Kak Yusran. Keluarga Darmawan ini sangat baik dan cukup dekat dengan saya. Suatu  hari Kak Dwi meminta alamat rumahku. Pada waktu itu saya langsung menebak-nebak akan dikirimkan apa. Beberapa benda bahkan terlintas di kepalaku. Beberapa minggu sebelum Natal, kartu pos itu tiba di rumah. Sama seperti kartu pos dari Kak Jun, kartu pos dari Kak Dwi juga tiba kira-kira sebulan dari setelah ia mengirimnya. Saat menerima kartu pos dan membaca pesannya, airmata saya langsung meleleh. Ini memang hanya kartu pos biasa. Bukan pula benda-benda yang bermunculan di kepala saya. Tapi beberapa baris kalimat dalam kartu pos bergambar sebuah kapel di Ohio University ini sungguh mahal. Saya langsung mengucapkan terima kasih pada Kak Dwi. 


kartu pos dari Kak Jun dan Kak Dwi


Waktu terus berjalan, dan kedua kartu pos itu masih saya simpan. Kuselip dalam diary dan kadang-kadang membacanya kembali seperti sebuah jimat. Minggu lalu, saat saya menemani Pak Sastra berbelanja oleh-oleh di Somba Opu, saya melihat rak yang penuh dengan kartu pos. Sempat terbesit pikiran untuk membeli namun karena tidak tahu mau berkirim dengan siapa, niat itu tertunda. Ternyata malam harinya, semesta memberi petunjuk. Gara-gara membaca postingan Kak Dwiagustriani  tentang berkirim kartu pos dengan kawan-kawan dari penjuru dunia, saya pun tergerak untuk bergabung. Saya lantas mengikuti jejak Kak Dwi dan bergabung dengan Postcrossing.com, dengan bergabung di klub itu, saya pun menerima alamat-alamat untuk dikirimi kartu pos. Alamat-alamat itu semuanya berasal dari luar Indonesia.

Akhirnya, saya meminta Mami untuk membelikan kartu pos. Maklum saja kantornya dekat dengan Somba Opu dan kantor pos jadi bisa sekalian nitip untuk dikirimkan. Ada 5 kartu pos yang akan dikirimkan. Sebuah kartu pos untuk bayi bernama Elliot di Amerika, seorang remaja bernama Zuzanna di Polandia, seorang perempuan bernama Denise di Jerman, seorang gadis bernama Natalia di Rusia, dan seorang perempuan bernama Inese di Latvia. Sayangnya, tak ada satupun lelaki (Elliot-nya masih baby sih..hihihi...). Kelima kartu pos akan dikirim esok hari, itupun kalau si Mami tidak sibuk. Saya berharap kartu pos itu dapat tiba dan diterima dengan selamat. Oiya, setelah kartu-kartu itu terkirim, saya akan mendapat kartu-kartu pos dari strangers, entah dari negara mana. Untuk menerima kartu-kartu pos itu, saya harus bersabar. 

Semoga.

You Might Also Like

4 comments

  1. belum kak :(
    mungkin beberapa hari lagi...

    BalasHapus
  2. Waw... Sounds great :)
    i'll try!! ;D
    thanks infonya my mei ;))

    BalasHapus
  3. Ummy : yupp....selamat mencoba....rasakan sensasinya #halah...:D

    BalasHapus