Bertemu Kembali

Selasa, Januari 15, 2013

*pict deviantart*


Sambil menuliskan ini, suara Stevie Wonder mengalun pelan, "...in a cafe or sometimes on a crowded street. I've been near you, but you never noticed me..."

Akhir-akhir ini saya memikirkan bila seandainya kita bertemu kembali. Apakah kamu masih mengenaliku atau kamu sudah lupa bagaimana wajahku? Apakah kamu masih ingat dengan namaku dan masih bisa dengan benar mengucapkannya? Kadang-kadang saat jalan-jalan di pusat perbelanjaan atau duduk nongkrong di cafe, saya sering teringat tentangmu dan berharap seperti lagunya D'Bagindas bahwa kamu juga mengingatku walau hanya seperti angin berlalu.

Sudah beberapa hari ini kamu tidak terlihat aktif di dunia maya. Dunia yang menghubungkan jarak kenyataan di antara kita. Saya harus akui bahwa kadang-kadang rasa rindu itu memang tak tahu malu. Apalagi mengingat siapakah saya ini bagimu. Namun, entah mengapa saya tetap senang, menikmati setiap proses yang terjadi di antara kita. Menebak-nebak kapan kita bercakap-cakap sampai larut malam dan saling mengirimkan lagu lagi. Apa yang kamu lakukan beberapa waktu lalu cukup membuatku ge-er. Dan kalaupun aku salah, biarlah aku berbahagia dengan khayalan itu, bahwa diam-diam kamu juga memperhatikan apa yang aku ucapkan....memperhatikan aku.

Masa depan selalu menjadi misteri. Entah kapan kita akan bertemu kembali. Apakah sudah direncanakan, secara tak sengaja, atau seperti adegan di film Benjamin Button, kamu menontonku di televisi, lalu tersenyum dan mengingat kenangan kita. Sungguh saya tidak berani membayangkan bila kita bertemu dan kamu malah memalingkan wajahmu, pura-pura tak kenal. Mungkin saya melihatmu tapi kamu tidak menyadari keberadaan saya. Versi paling menyedihkan adalah saya melihatmu dari kejauhan bersama istri dan anak-anakmu, tampak sangat bahagia.

Untuk sementara saya hanya bisa mengirimkan salam padamu lewat angin yang kuharap dapat menerpa wajahmu. Mungkin saya hanya bisa mengucapkan rindu lewat sinar matahari yang membuatmu tetap hangat dalam cuaca yang dingin. Mungkin saya hanya bisa melantunkan doa untukmu lewat udara yang sama-sama kita hirup, meski terpisah jarak dan waktu.

Kudengar Stevie Wonder kembali bernyanyi lirih, "...Maybe someday, you'll see my face among the crowd. Maybe someday, I'll share your little distant cloud..."

You Might Also Like

0 comments