Life Story

Terima Kasih

Rabu, Mei 30, 2012



Terima kasih, Tuhan...


Terima kasih....

Jika memakai perkiraan manusia, saat ini mungkin saya sedang terkapar di rumah sakit karena gejala tipes. Tiga minggu belakangan ini tenaga, pikiran, dan hati saya bekerja dan berperang di saat yang sama. Saat saya menuliskan ini mata saya berkaca-kaca. Tiga minggu yang GILA. Tapi dengan pertolongan-Nya, semuanya dapat berjalan sempurna. Semuanya baik-baik saja. Semua terkendali. Dan pada akhirnya saya bisa tersenyum dengan berakhirnya satu-persatu segala tugas, tanggung jawab, dan beban pikiran hasil overthink yang belum mencapai hasil final.

Selama 6 semester saya kuliah, semester 6 adalah semester paling berat yang harus saya hadapi. Ini bukan Meike. Meike yang sebenarnya akan menangis manja dan meraung-raung karena lemah. Tetapi yang berdiri dengan angkuh itu adalah Meike yang kerasukan Athena sang Dewi Kebijaksanaan dan Peperangan. Multitasking possible do it by hubbub people. Membagi-bagi diri antara tugas kuliah yang seabrek, organisasi, dan yang pastinya persiapan masa depan adalah tugas mudah jika hati kamu baik-baik saja. Tapi karena perihnya masih terasa dan terus diserang, Athena harus ke bumi, turun tangan sendiri untuk menolong anak perempuannya.

Setelah ini saya harus persiapan untuk KKN, waktu yang cukup sempit untuk bernapas lega. Saya lelah, saya butuh istirahat. Saya ingin liburan....


Izinkan saya ke Yerusalem, J....




Seperti saat Engkau menangisi kota ini, saya juga mau menangis di temboknya...

Life Story

Curiga

Minggu, Mei 27, 2012

"Dalamnya lautan dapat diukur, dalamnya hati manusia siapa yang tahu..." 

Peribahasa itu seakan menjadi panduan hidup akhir-akhir ini. Kita bisa saja terpesona dengan bujuk rayu dan kata-kata penuh cumbu yang diberikan seseorang. Namun sayangnya,  kita sama sekali tak bisa melihat apa yang tersembunyi di balik semuanya itu. Kita tak bisa langsung mempercayai sesuatu begitu saja tanpa ada bukti. Banyak yang bilang akhir-akhir ini saya cenderung skeptis. Apalagi jika bukti-bukti di sekitar mengarah kepada yang bertentangan dengan yang dikatakan mereka pada saya. Disaat itulah hati merupakan kompas yang paling jitu sebagai penunjuk arah. Disaat itulah hati menjadi cenayang yang memberitahukan apa yang sedang terjadi.

Saya sedang curiga, pada sesuatu hal, pada seseorang....

Aku dan Tuhan

My God is My Guy

Kamis, Mei 24, 2012

"Apa yang membuat kakak kuat?"

Pertanyaan itu ditanyakan hati-hati oleh seorang juniorku yang sudah kuanggap seperti adik sendiri. Butuh waktu beberapa detik sebelum saya spontan menjawab," Berdoa pada Tuhan. Selain itu saya mendapat dukungan dari orang-orang yang sayang sama saya. Saya juga memotivasi diri sendiri untuk tidak dikalahkan oleh orang lain dan keadaan." 
Si adik terlihat bingung dengan jawabanku. Lalu mulai membandingkan dirinya yang sepertinya susah untuk berperang dengan keadaan. Namun percakapan kami tak berlanjut lebih dalam karena ada satu dan lain hal yang terjadi.

Tuhan adalah kekuatan dan perisaiku, takkan kekurangan aku. Begitulah mazmur Raja Daud ketika ia diserang oleh musuh-musuhnya. Satu-satunya cara untuk menjadi kuat adalah dengan berserah diri. Kita menyerahkan apa yang menjadi pergumulan kita, apa yang menjadi ketakutan kita, apa yang membuat kita sesak. Dan Tuhan itu dengan jalan-jalanNya yang misterius dan tak ditembus oleh akal manusia selalu mampu menguatkan dan menolong kita. Kita manusia yang fana dan lemah ini benar-benar tidak mampu melakukan apa-apa jika tanpa pertolongan Tuhan. Itulah yang disebut anugerah. Ketika keadaan itu datang, saya sendiri pun benar-benar jatuh. Setiap hari saya menguatkan hati saya untuk berhadapan dengan keadaan yang kini terasa asing oleh saya. Setiap hari saya memohon hati yang kuat untuk menghadapi masalah apapun yang akan datang. Dan Tuhan tak pernah buta, tak pernah tuli, dan tak pernah tidur. Ia melihat dan mendengar apa yang ada dalam hati kita. Ia mengenal kita dengan sangat dan mengetahui jalan-jalan yang kita tempuh. Manusia hanya melihat apa yang dilihat mata, tetapi Tuhan melihat hati. Tanpa terasa saya berhasil melalui hampir lima bulan keadaan ini. Itu bukan karena kehebatan saya. Sama sekali bukan.

Satu hal lagi, ketika kita meminta pertolongan Tuhan maka Ia akan menolong kamu tepat pada waktunya. Saya tidak bercanda dan mengada-ada. Tuhan yang kita sembah dengan bermacam cara itu benar-benar hidup. Dan ketika ada yang merencanakan kejahatan terhadap dirimu, Tuhan yang Perkasa itu sanggup melindungimu dengan gagah berani meski kau hanya terlihat sendiri dan rapuh. Ia lebih perkasa dari Pangeran Tampan yang datang menyelamatkan Putri Salju di ranjang mautnya.



Special Moment

Geng Perbedaan

Kamis, Mei 24, 2012

yhf33
saat masih dengan pasangan masing-masing



iokgt
dua anggota sudah mengundurkan diri, tinggal Alvidha yang bersolo karier




ufsfkjhg.k796
ekspresi saat ini




Soundtrack hidup ada tiga :

1. Tere - Mengapa Ini Harus Terjadi
2. Marcell - Peri Cinta
3. Ari Lasso - Perbedaan 

Aku dan Tuhan

Ingat Ini, Meike!

Rabu, Mei 23, 2012

"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa. Berkatilah siapa yang menganiaya kamu dan jangan mengutuk. Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis. Janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. "  (Roma 12 : 9-19)







Cerita Pendek

Mei

Senin, Mei 21, 2012



"Ini anakmu?," saya bertanya sekali lagi.

Lelaki yang sedang berdiri di depanku dan menggandeng seorang anak kecil kira-kira berusia 3 tahun itu menggangguk. 
"Bryan, ayo salam sama tante...,"ujarnya. Anak kecil itu nyengir kemudian menghampiriku. Meraih tanganku yang tanpa sadar tak mau terjulur dan  menciuminya. Setelah itu, dengan malu-malu kembali  kepada ayahnya.

"Bryan pemalu, Mei. Tapi dia pintar sekali. Guru-gurunya di play group selalu puas dengan prakarya yang dibuatnya," lelaki ini kembali melanjutkan ceritanya.

Saya tetap tertegun. Menatap bergantian antara Bryan dan ayahnya. Kenangan lima tahun lalu kemudian menyeruak seperti film yang diputar di bioskop. Film yang memasang  saya dan Barry, ayah Bryan sebagai bintangnya. Kisah sepasang kekasih yang saling mencintai sampai virus bernama Karina datang dan merusak semuanya. Dia mengambil Barry, menghancurkan hati saya, plus dengan telak mengalahkan saya dengan menghadiahi Barry makhluk kecil bernama Bryan. Tak ada yang tersisa. Tinggal Bryan yang gantian memandangi saya. Si Tante yang aneh begitu mungkin pikirnya.

"Karina mana?," dengan susah payah saya bertanya. Kenapa juga pertanyaannya  harus tentang dia. Saya merutuk.

"Karina...Karina...sudah tiada, Mei," gantian kini Barry yang tergagap menjawab pertanyaan saya. "Karina mengalami pendarahan setelah melahirkan Bryan. Ia meninggal beberapa jam setelah melahirkan."

Tanpa sadar saya tersenyum. Senyuman yang lebih mirip seringai. Seperti sangat puas mendengar istri Barry dan ibu dari Bryan itu akhirnya berakhir dalam tanah berukuran 2x3 meter. Rasanya sakit hati selama lima tahun yang dipendam dan menjadi luka yang tak kunjung sembuh itu ditetesi antiseptik setelah sekian lama memborok dan membusuk.

"Mei, sebelum Karina meninggal dia menyebut namamu. Dia minta maaf. Sangat minta maaf. Saya pun demikian Mei. Maafkan saya," Barry, lelaki yang dulu pernah saya cintai dengan sepenuh hati  ini mengatakannya dengan mata berkaca-kaca. Suaranya serak. Ada rasa penyesalan, bersalah, dan kesedihan yang terpancar dari wajahnya. Wajah meminta pengampunan.

"Saya sudah memaafkan kalian. Tapi hati saya tidak bisa sembuh. Apa yang kamu dan Karina lakukan tidak bisa membuat hati saya sembuh. Tidak bisa, Barry," ucapan itu tanpa sadar keluar dari mulut saya. Saya juga kaget. 

"Meilani, saya benar-benar minta maaf," Barry mengulangi permintaan maafnya. "Kehidupan saya setelah ditinggalkan Karina terlunta-lunta tanpa arah. Ijazah sarjana tak menjamin pekerjaan layak bisa saya dapatkan. Kalau bukan karena bantuan Papa dan Mama, Bryan mungkin tidak bisa dihidupi seperti ini. Saya tahu kamu sekarang sudah menjadi penulis besar sekaligus menjadi dosen di perguruan tinggi populer, saya tahu kamu sudah menikah dengan diplomat tampan dan kaya raya. Saya pun tahu bahwa kamu juga tengah hamil sekarang. Tapi tolong Mei, biarkan masa lalu menjadi masa lalu. Saya dan Karina telah berdosa padamu izinkan saya tenang menjalani hidup dengan maaf darimu," kata-kara Barry meluncur disertai wajah memelasnya.

"Barry, Meilani yang lima tahun lalu kamu kenal tidak seperti Meilani yang kamu temui hari ini," saya berdehem pelan. "Kamu tidak akan lagi melihat wajah gadis yang terisak-isak saat melihatmu bersama Karina di kampus. Tak ada lagi gadis yang masih mengingat-ingat janji-janji yang kamu  ucapkan dulu. Ketika Karina datang, kamu lupa bahwa saya masih ada dan dengan teganya kalian memadu kasih di belakang saya. Kamu tidak pernah tahu, betapa sakitnya hati saya melihat kalian berduaan sampai akhirnya Karina hamil. Kamu tidak pernah tahu rasanya menjadi orang yang paling berduka melihat pernikahan kalian. Saya seperti gelas yang berhasil kamu hancurkan. Setiap hari saya berjuang menghadapi keadaan ini. Sampai Aston datang dan benar-benar menjadi malaikat untuk saya," semua perkataan yang ingin saya katakan sejak lima tahun silam akhirnya tumpah.

Barry menunduk. Tampak sangat merasa bersalah. Sedangkan orang-orang yang menghadiri acara seminar dimana saya yang menjadi pembicaranya mulai berdatangan. 

"Sorry. Saya harus masuk ke dalam. Kalau mau lihat seminar saya kamu bisa hubungi panitia. Bilang saja kamu temannya Ibu Meilani," saya pamit dan mengeluarkan lima lembar uang seratus ribuan dari dompet. "Bryan, ini untuk beli susu ya, " saya menepuk-nepuk kepala anak itu. Wajahnya sangat mirip dengan Karina.

"Mei...saya balik duluan ya. Kedatangan saya kesini memang hanya untuk minta maaf sama kamu," Barry akhirnya bersuara.

"Sudahlah. Sekarang saya sudah bahagia. Anggap saja ini karma untuk kalian," saya tersenyum.

"Mei....," Barry menatap saya tak percaya.

"Duluan ya...dadada Bryan...," saya membalikkan badan. Dari ekor mata, saya melihat Barry dan Bryan berjalan menuju parkiran. Barry tampak sangat terpukul. Si penghancur gelas itu kini benar-benar hancur.






Mantra Kalimat

Kata Raja Salomo

Senin, Mei 21, 2012

Hati mengenal kepedihannya sendiri dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya  
(Amsal 14: 10)


Cerita Lagu

One Moment In Time

Kamis, Mei 17, 2012

by : Whitney Huoston


Each day I live I want to be
A day to give
The best of me
I'm only one
But not alone
My finest day is yet unknown

I broke my heart
Fought every gain
To taste the sweet
I face the pain
I rise and fall
Yet through it all
This much remains

I want one moment in time
When I'm more than I thought I could be
When all of my dreams are a heartbeat away
And the answers are all up to me
Give me one moment in time
When I'm racing with destiny
Then in that one moment of time
I will feel I will feel eternity

I've lived to be
The very best
I want it all
No time for less
I've laid the plans
Now lay the chance
Here in my hands

Give me one moment in time
When I'm more than I thought I could be
When all of my dreams are a heartbeat away
And the answers are all up to me
Give me one moment in time
When I'm racing with destiny
Then in that one moment of time
I will feel I will feel eternity

You're a winner for a lifetime
If you seize that one moment in time
Make it shine



Note : You're absolutely right! I become a diamond and you're just the dust...

Special Moment

Di Tepi Pantai Losari Kami Duduk dan Membuat Janji

Rabu, Mei 16, 2012




Di tepi pantai Losari kami duduk dan membuat janji. Hari ini tanggal 15 Mei 2012 pukul 6 lewat 7 menit tepat saat adzan magrib berkumandang....


"Dimana belahan jiwa kita sekarang berada?"

"Semoga dia baik-baik saja."

"Kalau suatu hari nanti kamu menikah dan saya juga menikah ingatlah hari ini dimana kita pernah menanyakan dimana jodoh kita yang sebenarnya berada."

Dibawah langit jingga Makassar saat itu, angin pantai tak henti-hentinya menerpa wajah kami berdua. Di bawah terang bintang Venus yang muncul paling pertama di langit, kami memberi tanda. Sebuah penanda bahwa kami pernah mengingat dan merindukan belahan jiwa yang belum kami temukan. Semesta berbahasa sore itu. Seolah menunjukkan  pertanda yang tidak kami mengerti.


Semoga Tuhan memberkati,

Permata dan Lagu Yang Indah




Love Story

Still?

Senin, Mei 14, 2012

SMS itu masuk ke handphone saya tadi sore. SMS dari salah satu sahabat yang demi Tuhan seperti melihat si dia di MP sore tadi. Sahabat saya bahkan mengecek ciri-ciri dari wajah, pakaian, sampai name tag yang dipakainya. Itu benar-benar dia. Dia ada di kota ini. Benarkah?

Perasaan saya setelah mengetahui informasi itu ternyata biasa-biasa saja. Ada peristiwa lain yang saya ketahui dan itu jauh lebih membuat dada saya bergemuruh. Saya tahu dan mengucapkan selamat kepada kalian. Di lain sisi, kedatangan si dia di kota ini kembali membawa angin masa lalu. Terakhir kali melihatnya di tahun 2008. Saya merasakan satu jenis perpisahan yang lain. Kami tinggal di kota yang berbeda, bahkan negara yang berbeda. Sejak saat itu, saya tidak pernah mendengar kabarnya lagi.

Karena saya kebetulan berteman dengan kakaknya, beberapa kali saya menangkap pergerakannya di twitter. Rasa penasaran tiba-tiba muncul. Dengan mengklik link namanya, saya pun terbawa ke halaman profilnya di twitter. Fotonya dan twit-twitnya saya baca. Nampaknya dia masih sendiri. Dan bagaiman dengan rupanya? Dia kelihatan jauh lebih dewasa. Lebih berisi, lebih putih, dan jauh lebih tampan dari hari terakhir saya melihatnya. Waktu ternyata dapat mengubah semuanya.

A bad man to be a good. Dia menuliskan itu di bio-nya. Saya tersenyum. Entahlah, semoga saja Pujaan Hati benar-benar mencoba berubah. Semoga ia dapat berubah menjadi orang yang lebih baik. Ia tidak lagi mematahkan hati anak perempuan yang menyukainya atau setidaknya ia akhirnya telah memiliki seseorang untuk dicintai.





Cerita Lagu

My Favorite Mistake

Jumat, Mei 11, 2012

by : Sherly Crow


I woke up and called this morning
The tone of your voice was a warning
That you don't care for me anymore

I made up the bed we sleep in
I looked at the clock when you creep in
It's 6 AM and I'm alone

Did you know when you go
it's the perfect ending
To the bad day I was just beginning
When you go all I know is you're my favorite mistake

Your friends act sorry for me
They watch you pretend to adore me
But I am no fool to this game
Now here comes your secret lover
She'll be unlike any other
Until your guilt goes up in flames

Did you know when you go
It's the perfect ending
To the bad day I'd gotten used to spending
When you go all I know is you're my favorite mistake
You're my favorite mistake.
Well maybe nothing lasts forever
Even when you stay together
I don't need forever after
But it's your laughter won't let me go
So I'm holding on this way

Did you know
Could you tell you were the only one that I ever loved?
Now everything's so wrong.
Did you see me walking by
Did it ever make you cry?
Now you're my favorite mistake
Yeah you're my favorite mistake
You're my favorite mistake



PS : Kak Ema and I sang this song in karaoke. The lyric is so me *ihiks

Special Moment

Selamat Datang di Klub 21

Kamis, Mei 10, 2012

76gj

9 Mei 2012 

Rasanya sangat berat berpisah dengan umur 20 tahun. Saya teringat dengan perkataan Kak Yuyu, salah seorang senior saya yang pernah bilang seperti ini,”Kamu akan merasa berat untuk melepas umur 20 tahun-mu.” Begitulah kira-kira yang ia katakan pada saya saat masih berusia penghujung belasan tahun. Ada tanggung jawab yang tiba-tiba dibebankan ketika umur 20 tahun pecah oleh angka-angka berikutnya. Ada yang menyebutnya dewasa bahkan tua. Tapi fakta tetap membuktikan, dewasa adalah pilihan bukan karena faktor usia yang bertambah.

Rasa syukur saya melimpah ruah karena saya diberikan anugerah untuk merasakan umur 21 tahun. Masih ada orang tua yang senantiasa mencintai dan memelihara saya. Ada keluarga dan para sahabat serta teman-teman yang selalu memberi dukungan. Kehadiran mereka seperti kado yang indah dalam hidup saya. Proses menggapai umur 21 tahun bukan datang dengan biasa-biasa saja. Saya masih bergelut dengan pergumulan yang harus saya hadapi. Masa depan saya begitu sangat misterius dan masa lalu saya seolah tak mau berkompromi sebagai hantu yang membayangi.

Semua peristiwa yang terjadi selama saya berumur 20 tahun mengajarkan saya banyak hal. Ada cinta merah muda yang begitu membius dengan pesonanya. Ada persahabatan yang terus-menerus diuji. Ada kekejian manusia yang begitu mengerikan. Ada pengkhianatan yang menorehkan luka. Namun, ada persaudaraan yang begitu penuh kasih. Pemaknaan yang dalam dan masih membutuhkan waktu bagi saya untuk memahami, menerima, dan mengikhlaskan semuanya. Tak ada yang abadi. Namun, tak berarti kita berhenti untuk berjuang.

Segalanya datang dan pergi dengan begitu cepat. Kebahagiaan, kesedihan, tawa, dan tangis. Tak ada pelaut yang lahir di lautan yang teduh, begitupun seorang pejuang hidup. Lewat kontemplasi yang panjang, saya akhirnya percaya bahwa semua ini adalah untuk kebaikan saya.

My Lord Jesus, saya tahu sekarang bahwa iblis begitu sangat jahat. Ia dapat memakai nama-Mu untuk membuat saya jatuh. Iblis yang datang dalam wujud apapun. Baik dari orang lain maupun pikiran saya sendiri. Namun, engkau tetaplah setia, menyelamatkan saya sebelum jatuh terpuruk. Penyamaran-Mu begitu sempurna lewat mereka yang setia mendampingi dan hadir untuk menguatkan saya. Engkau tak pernah meninggalkanku meski kadang-kadang saya (dengan tololnya) merasa berjalan sendiri. Terima kasih Tuhan, syukur kepada-Mu.


22dfjhl
Bersama Mami dan Daddy sebelum tiup lilin. sebelumnya kami melakukan kebaktian sebagai ibadah pengucapan syukur. 


jlba898-
dengan dua sepupu saya, Kak Terry dan Kak Is


2485hvlhjvl
dengan sahabat-sahabat saya, Tirta, Erwin, dan Kemas juga Boy, pacarnya Tirta


bjak795
dengan saudara-saudara saya di kampus. Hidup Cure 09 ^^


nlblakf8975
masih dengan Curemate + Kak Himas, salah seorang senior saya


9566k;kl;h
dengan adik-adik junior di kampus


hjhu
cieee....yang sudah umur 21 tahun...hihiihi ^^


hkhjvhj87

gghgfj66lk;
dengan Mami tersayang. Oiya, Daddy saya selalu missing moment kalau ada foto-foto keluarga. Kebetulan setelah acara selesai beliau ada acara lain. hikss, but I do love my parents so much :*




Selamat datang di Klub 21, Meike....
kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. 

Cerita Lagu

ABBA, dari Ibu Turun Ke Anak Perempuannya

Minggu, Mei 06, 2012

ABBA


Mami adalah orang pertama yang memperdengarkan lagu-lagu ABBA kepada saya sejak masih kecil. Mulai dari lagu Fernando, Dancing Queen, Chiquitita, sampai I Have A Dream yang kemudian dipopulerkan kembali oleh Westlife sehingga lagu itu kembali ngetop. Seperti warisan yang diturunkan ke pewarisnya, Mami ingin saya mengenal masa-masa ketika ia bertumbuh dari remaja hingga menjadi perempuan dewasa. Bagaimanapun saya-lah anak perempuannya satu-satunya. Lagu-lagu itu dipercaya sebagai mesin waktu dan ketika saya mendengarkan lagu-lagu ABBA, saya seperti tertarik ke masa ketika Mami masih jadi ABG.

ABBA adalah kelompok musik asal Swedia yang beranggotakan empat orang. Mereka adalah Benny Andersson, Björn Ulvaeus, Agnetha Fältskog, dan Anni-Frid Lyngstad. Nama ABBA sendiri berasal dari akronim nama keempat personilnya yang ternyata masing-masing sepasang suami istri. Kecuali Anni dan Benny yang kemudian bercerai. Terlepas dari kehidupan masing-masing personilnya ataupun memori yang disimpan Mami, saya benar-benar suka dengan lagu-lagu dari ABBA. ABBA sukses mencampur berbagai genre ke dalam musiknya. Mulai dari  pop, disco, sampai rock sehingga lagu-lagu ABBA tak menjadi sekedar easy listening namun juga kaya akan emosi yang dihadirkan oleh mereka. Lirik-lirik lagunya seperti kumpulan cerita yang kemudian disatukan dengan musik. Mendengarkan lagu-lagu ABBA sama dengan membaca kisah dalam bentuk musikal.

Cobalah anda dengarkan lagu-lagu milik ABBA seperti  Mamamia, Honey Honey, If It Wasn't The Nights, Hasta Manana, Thank You For The Music, Head Over Heels, Gimme Gimme Gimme, Our Last Summer, S.O.S, Slipping Through My Fingers, The Winner Takes It All, Take A Chance On Me, Waterloo, Super Trooper, dan Nina Pretty Ballerina. Rasakan baik-baik antara lirik dan musik seperti kumpulan kisah yang bernada. Tak perlu lirik puitis untuk membuat kita melayang, ABBA membuktikan dengan lirik-liriknya yang jujur justru malah langsung nancep di hati, sehingga tanpa sadar kita akan bergumam, " Ini lagu kok gue banget ya?"

Saya selalu menikmati moment dimana saya mendengarkan lagu-lagu ABBA. Kadang-kadang sebuah lagu ingin membuat saya bergoyang namun lagu yang lain membuat saya terharu. Emosi yang dihantarkan melalui lagu-lagu inilah yang saya sukai. Ingin senang, marah, terharu, atau galau, ABBA selalu mampu jadi soundtrack yang pas. Meskipun saya tak hidup di masa kejayaan mereka di era 70-an, tapi saya yakin (yang diperkuat cerita Mami) lagu-lagu ABBA adalah lagu andalan ketika mereka berpesta maupun galau dimasa itu.




Life Story

REPELITA

Jumat, Mei 04, 2012



Mengikuti jejak presiden kedua republik ini, saya pun terinspirasi membuat REPELITA yang pada masa orde baru disebut Rancangan Pembangunan Lima Tahun. Yap, saya harus membuat rancangan hidup saya. Bukan hanya sekedar kata namun sebuah tindakan nyata. Untuk saat ini saya baru sampai pada REPELITA I yang dalam kurun waktu kurang lebih 2 tahun dapat selesai. REPELITA I itu tertulis demikian :

1. Untuk mewujudkan cita-cita saya menjadi seorang dosen dan penulis terkenal seperti Divakaruni maka saya harus belajar sampai tahap terakhir di perguruan tinggi. Saya tidak tahu kemana nanti Tuhan akan membawa kaki saya melangkah, tapi saya yakin semua itu membawa saya pada kebaikan. Beberapa universitas dalam maupun luar negeri sudah saya stalking untuk bisa mengukur diri sendiri sambil memimpikan menjadi salah satu mahasiswa disana. Web-web berisi informasi mengenai beasiswa pun mulai sering saya kunjungi untuk sekedar menambah wawasan dan informasi. Yang paling penting adalah meningkatkan kualitas diri. Saya sadar kemampuan bahasa Inggris saya masih terbilang lumayan dan beasiswa tak mengenal kata lumayan. Kau harus menjadi yang the best. So, dengan mengorbankan waktu bersenang-senang, saya memutuskan untuk kursus bahasa Inggris yang memang dimulai dari bawah. Kedepannya pembelajaran bahasa inggris akan bertahap. Saat ini saya hampir naik ke level selanjutnya. Kelak, saya akan melanjutkan sampai ke level terakhir di tempat kursus saya. Tak berhenti sampai disitu, saya akan masuk ke kelas khusus TOEFL dan IELTS, hingga nanti score saya bisa sampai ke syarat untuk menerima beasiswa. Belajar bahasa inggris salah satunya ya memang harus menyelam dengan bahasa ini jadi kemungkinan besar saya akan belajar mulai menulis dengan bahasa inggris dan speaking sedikit-sedikit.

teman-teman baru di Briton


2. Sebagai salah satu pengurus lembaga mahasiswa di kampus, tentu saya memiliki tanggung jawab yang besar. Bukan saja bertanggung jawab kepada Tuhan YME namun juga kepada orang tua, para dosen, dan terlebih lagi kepada warga yang bernaung dalam lembaga himpunan jurusan kami. Maka dengan ini, saya pun akan berusaha semaksimal mungkin agar biro yang saya pegang, majalah yang saya pimpin dapat bangkit dan menjadi wadah yang tepat bagi warganya. Mulai menjalin relasi yang baik dengan dosen-dosen juga penting agar selain dikenali juga mendapat akses informasi dan jaringan. Saya pun harus bertanggung jawab pada diri sendiri. Tentu saja menyelesaikan kuliah tepat waktu menjadi deadline yang tak terelakkan. Saya sudah memikirkan beberapa topik yang akan saya jadikan skripsi. Selain itu bulan depan, saya akan mengikuti KKN sebuah tanda betapa matangnya seorang mahasiswa di kampus. Bayangkan saking semangatnya, saya orang pertama yang namanya terdaftar di jurusan. hihihii....

3. Menulis.Setelah January Disaster kemarin saya merasa bahwa tulisan-tulisan saya jadi tidak berbobot. Terlalu melankolis dan impulsif. Jadi, saya akan membuat sedikit perubahan. Keinginan terbesar saya saat ini adalah membuat buku lagi. Buku apa itu? entahlah. Biarkan semua mengalir dan menjadi kejutan yang menyenangkan.

Rencanan ke- 4 dan 5 belum terpikirkan. Tapi kalau saya sudah terilhami segera akan saya tuliskan disini. " Kata-kata adalah sihir yang menjadi kenyataan" begitu bunyi twit yang di-mentionkan Kak Dwi "perahu kertas" pada saya. Semoga sihir kebaikan terjadi. Semoga tiga rencana diatas dapat terwujud, Amin.




PS : ada yang bertanya tentang cinta? saya tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Tapi saya percaya, Tuhan sudah menyiapkan semuanya indah pada waktunya :))

Sehimpun Puisi

Welcome Mei

Selasa, Mei 01, 2012

Mei
kakimu sudah menginjak tanggal pertama
apimu telah menyala
sinar keceriaan telah terpancar
kehangatan bernama kekuatan dan penghiburan
untuk siapapun yang berada di bawah naungan kuasamu
Mei
ada perempuan dibawah sama
yang cintanya pernah terikat
pada lelaki-lelaki bulan Juni
yang berakhir pada suatu tetesan bening di pelupuknya
hiburlah ia Mei
karena ada Mei dalam Meike
saudaramu
kembaranmu
pada tanggal ke-9