Bayi 6 Bulan

Kamis, September 01, 2011

Dulu saya sering menertawakan pasangan-pasangan yang memperingati hari jadian mereka. Entah dalam kurun bulan atau tahun. Menurut saya itu adalah hal yang konyol. Namun kini, saya menjadi salah satu dari mereka. Rajin menghitung hari dan tentu saja bulan. Konyol bukan?

Usia kita belum merambah tahunan. Ia masih bayi 6 bulan yang ditimang oleh Yang Kuasa. Ia masih bergelayut manja dalam pelukan Yang Penuh Kasih. Ia adalah kita, bayi 6 bulan itu.

Dulu saya pikir saya tidak akan mendapatkan perasaan itu. Perasaan dicintai, diinginkan, dan dirindukan. Saya pikir hidup saya akan berakhir dengan menderita sarkasme akut untuk menjalani hidup. Saya akan disegani di lubang hidung saya lantas ditertawakan ketika mereka melihat bokong saya. Tidak! Yang Penuh Kasih ternyata mengasihi saya. Ia memberikan kepada saya seseorang yang penuh kelemahan. Dia bukan superman atau bintang film tampan yang saya idamkan. Entah ini hukuman atau hadiah...hehehe...

Saya masih skeptis dengan dirinya ketika dia datang kepada saya. Apa yang dia berikan saya acuhkan. Saya malah menertawakan kelemahannya. Dia bahkan memiliki catatan miring dalam kisah asmaranya. Namun, kelemahannya itu mencelikkan mata saya. Kelemahan-kelemahan itu malah membuatnya sempurna. Saya mencintai laki-laki biasa ini. Seorang Don Juan yang memiliki jam terbang tinggi memutuskan bersama dengan seorang perempuan yang terlambat mengikuti naluri kegadisannya. Bukankah ini kombinasi yang aneh?

Ayah saya suka melantunkan lagu Meggy Z " Tidak semua laki-laki bersalah padamu.." Saya pernah merasakan sakit dan memiliki banyak bekas luka. Namun, laki-laki biasa ini dengan cintanya yang luar biasa menghapus airmata saya dan membalut luka-luka saya hingga pulih. Saya pulih berkat laki-laki yang tak ada dalam bayangan saya dan tidak pernah saya impikan. Bukankah ini ajaib? Dan keajaiban hanya datang kepada orang yang meminta. Saya "memintanya" sejak lama. Sejak saat itu saya berhenti menyeka airmata.

Bisakah kita mencintai seseorang tanpa terlebih dahulu jatuh cinta padanya?

Bisakah rasa itu hadir tanpa dilandasi "Karena..." namun yang ada adalah kesediaan mencintai "Meskipun..."?

Kita memang masih bayi 6 bulan. Masih setengah tahun, Sidharta. Namun bayi 6 bulan ini bisa berlari lebih cepat daripada anak umur 2 tahun. Saya rasa ini memang keajaiban, bukan begitu? ^^





PS : sesuai permintaanmu untuk memperingati setiap bulan dan hanya mengabadikan tanggal di "hari istimewa" itu nanti...

You Might Also Like

2 comments