Daniella Putri Bemba....

Jumat, Februari 26, 2010


Hari itu masih teringat di ingatan saya. Hari pertama saya melangkahkan kaki ke kampus merah. Hari pertama saya melangkah ke gedung bertuliskan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Jurusan Ilmu Komunikasi. Haru pertama saya melangkahkan kaki ke rumah yang bernama KOSMIK.

Cuaca hari itu sangat cerah. Diiringi lagu Soul ID yang berjudul Ingin Dicinta dengan gegap gempita saya memasuki rumah ini. Belum terlalu banyak orang di sana. Semuanya para senior. Kak Ain menyambutku dengan ramah. Sementara kami saling berbincang, datanglah teman pertama yang ku kenal. Namanya Ratna. Waktu terus berlanjut, para tamu baru di rumah KOSMIK ini terus berdatangan. Satu-persatu kuperhatikan. Ada gadis yang memakai kacamata putih yang kukenal bernama Widy. Ada gadis yang berasal dari Tangerang, namanya Titah. Lalu ada seorang laki-laki pindahan dari fakultas ekonomi yang bernama Tyar. Dan yang terakhir seorang teman dari SMA Negeri 1 bernama Ella.

Daniella Putri Bemba nama lengkapnya. Teman-temannya memanggilnya Ella. Memang benar apa kata pepatah, Tak Kenal maka Tak Sayang. Awalnya saya mengira Ella adalah gadis yang pendiam karena ketika berkenalan di korps dia tidak terlalu banyak bicara. Saya sempat terkejut ketika Kak Rommy bertanya "Mengapa Kamu memilih Komunikasi?". Sebagian menjawab karena kemauan sendiri, ada yang karena cita-cita, ada yang karena hobby,dan ada yang karena tidak diterima di pilihan sebelumnya. Tapi jawaban dari teman-ku Ella sungguh mengejutkanku. "Saya masuk komunikasi, karena disuruh orang tua, kebetulan ayah saya punya penerbitan dan beliau berharap saya bisa menjalankannya nanti."
Jawaban itu agak sedikit mengecewakan hati saya. Karena saya begitu mencintai jurusan ini, tetapi jawaban temanku Ella agak sedikit melecehkannya. Tapi sudahlah, semua orang memiliki pilihan atas hidupnya masing-masing.

Perkenalan kami terus berlanjut mulai dari PMB, BSS, sampai memulai perkuliahan. Selama itu saya menilai Ella adalah teman yang baik. Dia enak dijadikan teman ngobrol. Seringpula saya dan dia bernyanyi bersama. Ella sangat piawai memainkan alat musik gitar. Kami sering menyanyikan lagu-lagu rohani ataupun lagu-lagu jadul...hahahha....lucu juga mengingat kejadian itu. Tapi tentu saja, tidak ada manusia yang sempurna. Ella sejauh pengamatan saya dan yang saya alami adalah tipe orang yang ceplas-ceplos. Mungkin saja apa yang dia katakan kadang menyakiti hati teman-nya. Selain itu Ella cukup malas dalam mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Padahal Ella adalah anak yang cerdas jika ia mau berusaha.

Ada kejadian yang pernah membuat saya prihatin dengan Ella. Dia pernah kecelakaan. Motor-nya ditabrak. Dia meminta pertolongan saya. Janganlah saya sebutkan apa. Yang jelas saya tidak bisa membantunya karena saya sendiri tidak bisa. Lagian Ella tidak menjelaskan detil permasalahannya. Lama berselang sejak itu, saya akhirnya tahu apa gerangan yang membuat Ella mau meminta pertolongan saya. Dia mendapat musibah kecelakaan itu. Saya sedih dan simpati. Saya merasa bersalah tidak dapat menolong teman saya. Maaf ya Ella. Lain kali kau pasti akan kutolong.Itu adalah kata-kata yang hanya bisa kuucapkan. Saya sedih karena saya tidak bisa berguna buat orang lain. Apalagi ini teman saya. Saya juga belajar tegar dari Ella. Ia memiliki cerita tentang hidupnya yang membuatku kagum akan anak ini. Ella tetaplah jadi Ella temanku. Teman kami anak-anak KOSMIK 09.

You Might Also Like

0 comments